MEDIAINI.COM – Munculnya mobil murah Low Cost and Green Car (LCGC) serta kenaikan pendapatan sebagian besar masyarakat membuat jumlah kepemilikan mobil meningkat tajam. BPS mencatat, terdapat 16 juta unit kendaraan roda empat di Indonesia. Angka ini diprediksi akan terus mengalami kenaikan setidaknya 1 juta unit per tahunnya.
Jumlah unit mobil yang terus bertambah ini berimbas ke kenaikan omzet bisnis usaha cuci mobil. Meski telah menjamur dan ada dimana-mana, bisnis cuci mobil tetap laris manis didatangi pelanggannya.
4 Jenis Usaha Cuci Mobil
Terdapat empat jenis cuci mobil yang paling banyak diburu. Pertama, cuci mobil hidrolik. Jenis ini adalah yang paling banyak di pasaran. Salah satu keunggulannya adalah kolong mobil yang terkenal sulit dibersihkan bisa disemprot dengan mudah, sebab mobil akan dinaikan ke atas menggunakan alat hidrolik ini.
Kedua, cuci mobil robotik. Jenis ini sempat populer di era tahun 2000-an. Mesin cuci mobil di tempat ini menggunakan mesin otomatis dan cocok bagi orang yang sangat sibuk. Pelanggan hanya perlu duduk di dalam mobil, nantinya mesin akan otomatis menyiram air dan mengeringkan mobil dalam waktu yang singkat.
Ketiga, cuci mobil manual. Semua kegiatan cuci mobil menggunakan tenaga manusia. Biasanya alat yang digunakan hanya pompa bertekanan cukup tinggi untuk membantu menyemprotkan air saja. Umumnya, bisnis ini terdapat di lokasi strategis seperti di parkiran mall. Sebab, pemilik mobil bisa meninggalkan mobilnya dan melakukan kegiatan lain.
Keempat, cuci mobil manual dengan tanjakan. Cuci mobil ini sebenarnya hampir mirip dengan sistem manual. Hanya saja, sedikit memodifikasi dengan memberikan tanjakan kecil di posisi cuci mobil. Sehingga meski manual, bagian kolong mobil juga tetap bisa dibersihkan.
Analisa Peluang Bisnis Cuci Mobil
Jenis cuci mobil yang paling banyak adalah cuci mobil jenis hidrolik. Untuk membuat bisnis cuci mobil hidrolik membutuhkan beberapa persiapan dan modal. Modal paket lengkap cuci mobil hidrolik berkisar Rp 51 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk 2 hidrolik mobil, kompresor, power spray, tabung snow, vacuum cleaner, selang, lap, biaya Instalasi pemasangan peralatan dan lainnya.
Kebutuhan lain yang mesti dipertimbangkan adalah pembuatan sumur berkisar Rp 5 juta, spanduk Rp 100 ribu, sewa lokasi Rp 1,5 juta, gaji karyawan Rp 4 juta, dan pengeluaran lain Rp 2 juta. Jadi total modal awal yang dibutuhkan sebesar Rp 63,6 juta.
Meski modal awal cukup besar, namun omzetnya juga menggiurkan. Anggaplah per harinya ada 20 pelanggan, harga satu kali cuci mobil adalah Rp 50 ribu. Dalam waktu satu bulan (26 hari kerja) sudah mendapatkan 26 juta.
Sementara itu, jika ingin beralih ke cuci mobil robotik memerlukan biaya tambahan lain. Direktur Bengkel Wijaya Motor, Haris Susilo, menyebut peralatan lengkap untuk membuat cuci mobil robotik sebesar Rp 1 miliar. Keunggulan dari cuci mobil ini adalah hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk membersihkan satu mobil. Sehingga Anda akan menghemat waktu dan imbasnya bisa menerima lebih banyak pelanggan.
Bergabung Franchise
Namun jika dirasa mendirikan bisnis cuci mobil mandiri terlalu sulit, bisa juga dengan bergabung ke franchise cuci mobil seperti Auto Clean Waterless. Untuk menjadi mitra dari Auto Clean Waterless Anda hanya membutuhkan modal antara Rp 34 – 450 juta, bergantung paket apa yang diambil.
Keunikan dari Auto Clean Waterless adalah tiap mobil hanya menggunakan 325 ml air yang telah dicampur dengan bahan-bahan khusus, dimana jumlah tersebut setara dengan segelas air saja. Dalam bisnis ini, omzet per bulan bisa mencapai Rp 50 – 80 juta.
Baca juga : Terobosan Baru Pertamina, Kolaborasi Layanan Cuci Mobil Tanpa Sentuh
Omzetnya Berbuih Banyak
Omzet usaha cuci mobil memang berlimpah. Apalagi jika bisnis ini dikembangkan menjadi beberapa cabang di beberapa daerah yang masih sepi akan usaha sejenis.
Owner cuci motor dan mobil Kembara Cahaya Makmur, Muhammad Halim Perdana Kusuma, mengatakan bisnis cuci motor dan mobilnya kini telah tumbuh memiliki lima cabang. Omzetnya mencapai Rp 474 juta per bulan.
Di setiap cabangnya, ia menargetkan 3.000 unit kendaraan per bulan dengan tarif untuk mobil Rp 32 ribu dan motor Rp 15 ribu. Masing-masing cabang omzetnya diproyeksikan sebesar Rp 70 juta dalam satu bulan. (Chelsea Venda)




























Discussion about this post