MEDIAINI.COM – Coworking space terdiri dari dua kata, “co-working” yang artinya pekerjaan yang dilakukan bersama-sama, dan “space” yang artinya tempat. Dalam pengaplikasiannya, coworking space adalah sebuah tempat khusus bertemunya banyak orang untuk bekerja.
Coworking space merebak di kota-kota besar. Berada di sudut area bisnis atau malah di dekat keramaian pusat perbelanjaan.
Karena digunakan untuk bekerja, maka konsep ruangan coworking space biasanya mencakup aspek-aspek tertentu seperti ketenangan, jauh dari bising, pencahayaan yang cukup dan memiliki layanan internet yang cepat dan bebas hambatan.
Berbagai Desain Ruangan Coworking Space
Karena mengedepankan kenyamanan ruang dan fasilitas yang lengkap untuk bekerja, maka coworking space berlomba menciptakan desain gedung yang cozy juga menarik.
Ada yang menggunakan konsep green house yang sejuk dan hidup. Ciri khasnya, akan ada nuansa alam berupa berbagai jenis tanaman dan perabot kayu yang diselipkan di sana sini. Dilengkapi pula dengan dinding kaca sehingga Anda akan mandi cahaya matahari. Konsep ini hampir mirip dengan coworking space outdoor, dimana Anda akan bekerja dekat dengan gerumbul tanaman.
Kemudian ada pula konsep industrial modern. Yaitu konsep yang memadukan aroma kafe dan kantor menjadi satu sehingga melahirkan kesan santai dan profesional dalam satu waktu.
Sedangkan desain industrial conclave adalah bangunan coworking space yang dilengkapi dengan open space workshop dan ruang fotografi. Terakhir, ada juga desain bangunan ala games room yang menyenangkan, yang khusus disediakan untuk pekerja kreatif yang biasanya tak bisa terlalu lama jauh dari dunia game.
Coworking Space di Dalam Mal
GoWork adalah coworking space yang sudah memiliki nama dan memiliki banyak member tetap. GoWork memiliki keunikan tersendiri. Ia tidak menjauh dari kebisingan melainkan terletak di dalam keriuhan mall. Seperti salah satu titiknya yang berada di dalam Plaza Indonesia Extention lantai 5.
CEO sekaligus co-founder GoWork, Vanessa Hendriadi Li, mengatakan bahwa suasana yang dibawa coworking space berhasil meningkatkan kualitas kerja perusahaan startup dalam beberapa tahun terakhir.
Go Work sendiri sengaja hadir di lokasi strategis yang beraroma gaya hidup kaum urban. GoWork layaknya one stop shopping tapi dalam konteks bekerja. Yaitu bahwa sekali datang, orang bisa menyelesaikan pekerjaan sekaligus berkuliner dan juga berbelanja.
Meski berada di dalam mall, tapi konsep GoWork sangat lengkap layaknya bangunan kantor profesional. Ada jaringan internet berkecepatan tinggi, meeting room, fasilitas printer, ruang acara eksklusif dan workshop, hingga fasilitas minuman dan makanan ringan.
Di Plaza Indonesia, GoWork menempati dua lantai. Di ruang bawah tersedia 20 private room yang dilengkapi dengan phonebooth. Untuk tarif sewa ruangannya sendiri mulai dari Rp. 125 ribu per hari hingga Rp. 2.500.000 per bulan.
Ekspansi GoWork
GoWork telah mengelola belasan lokasi coworking space di area Jakarta dengan member tetap sekitar 8000 pekerja. Ada yang berlokasi di Senayan City, Chubb Square, fx Mall, Pacific Place Mall, Setiabudi, Menara Rajawali, Sahid Sudirman,CItyloft dan masih banyak lagi.
GoWork pun sudah dan akan terus mengekspansi Surabaya, Bandung, Medan, Bali, Makassar dan beberapa kota besar lain. Targetnya, mendirikan satu coworking place dulu di tiap kota sembari melihat reaksi pasar. Jika pasar bagus, tak membuka kemungkinan akan lahir beberapa lokasi GoWork di mal-mal besar di tiap kota.
Baca juga : Melirik Bisnis Coworking Space yang Digemari Kaum Milenial
Protokol Kesehatan
Kini GoWork sudah ada di 24 titik di 4 kota besar di Indonesia. Di masa pandemi, pelebaran usaha masih terus dilakukan, meski dengan dibarengi dengan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.
8 protokol pun diterapkan GoWork. Yang pertama, adalah kewajiban menggunakan masker bagi seluruh karyawan GoWork dan pengunjung. Kedua, verifikasi kesehatan melalui QR Code. Jadi semua tamu harus mengisi formulir verifikasi online sesuai standar WHO. Ketiga, pemberian tanda lolos verifikasi kesehatan.
Keeempat, pemeriksaan suhu tubuh. Kelima, penerapan physical distancing dengan mengurangi kapasitas tamu dan melonggarkan jarak antar meja. Keenam, sanitasi berkala. Ketujuh, publikasi standar keamaan yang dilakukan secara online. Dan terakhir, pembatasan akses kawasan yang beresiko kontak fisik. (Inten Esty)



























Discussion about this post