JAKARTA, MEDIAINI.COM – Sebagai wadah yang menaungi seluruh kegiatan yang berkaitan dengan olahraga esports di Indonesia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) yang didirikan pada tahun 2020 kemarin telah menorehkan banyak prestasi dan mewujudkan berbagai aspirasi yang menjadikan ekosistem esports di Indonesia lebih baik dari sebelumnya.
Meski menghadapi tantangan luar biasa, dampak dari pandemi Covid-19, PBESI berhasil memperluas kepengurusan ke seluruh wilayah Indonesia, menyelenggarakan berbagai kompetisi dan ekshibisi esports dalam berbagai skala, serta merampungkan regulasi mengenai pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan esports di tanah air.
Oleh karena itu, Asosiasi Olahraga Elektronik Indonesia atau Indonesian Esports Association (IESPA) sebagai salah satu kontributor dalam perkembangan industri esports nasional, secara resmi menginduk ke PBESI sebagai satu-satunya lembaga yang menaungi esports sebagai cabang olahraga prestasi dan berada langsung di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) selaku otoritas kegiatan olahraga di Indonesia.
Sebelumnya, esports merupakan bagian dari olahraga rekreasi dan masyarakat dan kini dengan adanya PBESI, esports diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai olahraga prestasi. Hal tersebut menjadikan esports semakin inklusif dan tidak hanya untuk kalangan tertentu.
Pengindukan IESPA kepada PBESI ini juga menunjukkan adanya keselarasan dan keharmonisan antara visi dan misi dari masing-masing lembaga dalam membina, membangun, dan mengembangkan ekosistem esports nasional secara keseluruhan, baik dari segi rekreasi, kompetisi, maupun prestasi.
Bambang Sunarwibowo selaku Ketua Harian PB Esports Indonesia menyambut baik pengindukan IESPA ke PBESI ini yang menurutnya dapat mengoptimalkan potensi esports di Indonesia.
“PBESI menyambut baik komitmen pengindukan IESPA ke PBESI. Hal ini tentunya merupakan kabar baik yang akan menghasilkan sinergi untuk mendorong perkembangan ekosistem esports di Indonesia. Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara kedua lembaga ini dapat merealisasikan potensi olahraga esports di setiap wilayah Indonesia dengan lebih merata,” ujarnya.
Acara serah terima ini diadakan di Gandaria 8 Office Tower lt. 26 dan dihadiri oleh Ketua Harian PBESI Bambang Sunarwibowo, Sekretaris Jenderal PBESI Frengky Ong, Ketua Bidang Umum PBESI Chandra Sukotjo, Ketua Umum IESPA Ibnu Riza, Ketua Dewan Pembina IESPA Diaz Hendropriyono, dan Sekretaris Jenderal IESPA Diana Sutrisno, serta kru media, dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
Gebrakan Kepengurusan IESPA yang Baru
Di sisi lain, pengindukan IESPA ke PBESI juga tidak terlepas dari andil Ibnu Riza selaku Ketua Umum IESPA yang baru. Ia baru saja dilantik pada 22 Januari 2022 lalu.
Saat proses pembentukan kepengurusan IESPA yang baru, Ibnu mengatakan bahwa ia akan membawa organisasi esports ini memasuki babak baru dengan kaum milenial menjadi penggerak.
Lalu, seluruh pengurus IESPA di daerah akan bergabung dan berkontribusi terhadap PB ESI sebagai satu-satunya organisasi induk eSports di Indonesia.
Tambah Tiga Bidang Organisasi
Dalam kepengurusan barunya, IESPA juga menambah tiga bidang organisasi, yakni Bidang Ekonomi Kreatif, Bidang Sports Tourism dan Bidang Robotic Drone.
Bidang Ekonomi Kreatif dan Bidang Sports Tourism, menurut Ibnu Riza, merupakan konsekuensi logis dari kegiatan dan perkembangan industri esport. Bukan hanya hebat prestasinya, Indonesia juga harus mampu menimba revenue dan menciptakan industrinya.
“Dengan 45 juta gamers yang ada di negara kita, ini lebih besar dari populasi negara di Eropa, Esports di Indonesia tidak boleh hanya bersifat konsumtif,” kata Ibnu Riza, dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (13/2/2022).
Khusus Bidang Robotic dan Drone yang melibatkan Ilham Habibie dan Riza Wahono, Ibnu Riza menyebutnya bidang baru yang sangat “sexy” dan Indonesia telah mempunyai prestasi dunia.
“Robotics Indonesia sudah mendunia, kita sudah memiliki juara dunia, sudah aktif di turnamen-turnamen tingkat dunia. Dan, kita sudah memiliki opsi untuk menyelenggarakan World Championship 2022 ini,” kata Ibnu Riza.
“Robotics adalah masa depan. Mengutip istilah dan jargon dari pak Ilham yakni Transformasi Digital,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut Ibnu Riza juga mengapreasiasi KOI (NOC Indonesia) yang sudah membantu mendapatkan tuan rumah kejuaraan esport dunia IESF World Championship ke-14, yang akan diselenggarakan di Bali pada November.
“Sebagai bagian dari KORMI dan NOC, IESPA perlu berafiliasi kepada PB ESI dalam hal pembinaan prestasi, turnamen dan atlet elite,” kata Ibnu Riza.
“Di dunia internasional, Indonesia merupakan raw model: mulai dari pretasi atlet, populasi gamers kita sangat besar, frekuensi aktivitas dan turnamen yang tinggi. IESPA adalah hal utama terciptanya ekosistem perkembangan esports,” pungkasnya.






















