SEMARANG, MEDIAINI.COM – Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Di tengah kesibukan mengurus keluarga, menjalankan aktivitas sehari-hari, dan mengemban tanggung jawab sosial, 35 perempuan membuktikan bahwa keinginan memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Kalamullah selalu memiliki ruang untuk tumbuh.
Semangat itulah yang mewarnai Wisuda Tahsin Metode Balighoh Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan Yayasan Rumah Qur’an Ar Rohmah di Hotel Muria, Semarang, Ahad (18/10/2026). Sebanyak 35 wisudawati mengikuti prosesi wisuda dengan penuh khidmat setelah menyelesaikan proses pembelajaran untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an.
Bagi para wisudawati, momen ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Lebih dari itu, wisuda menjadi penanda perjalanan panjang dalam belajar, berlatih, dan membangun kedekatan dengan Al-Qur’an. Setiap ayat yang dipelajari menjadi bagian dari ikhtiar untuk membaca Kalamullah dengan lebih baik, benar, dan sesuai kaidah tajwid.
Pembina Yayasan Rumah Qur’an Ar Rohmah, Dimas Anafadli, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda perdana tersebut. Ia menilai keberhasilan 35 peserta menyelesaikan pembelajaran Tahsin Metode Balighoh merupakan bukti kesungguhan, kesabaran, dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Sebanyak 35 wisudawati telah menyelesaikan pembelajaran Tahsin Metode Balighoh. Namun, wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar Al-Qur’an, melainkan awal untuk semakin dekat, semakin mencintai, dan semakin mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan,” ungkap Dimas.
Menurutnya, semangat para wisudawati patut menjadi inspirasi bagi masyarakat. Kesibukan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari tidak semestinya menjadi penghalang untuk terus menuntut ilmu agama. Selama masih ada kemauan dan kesempatan, setiap orang dapat mengambil langkah untuk memperbaiki bacaan serta memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.
Pesan tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ, “Khairukum man ta’allamal-Qur’ana wa ’allamahu,” yang artinya, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Hadis riwayat Bukhari ini, menurut Dimas, menjadi pengingat bahwa belajar Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan upaya mengamalkan dan menyebarkan ilmunya.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perjalanan belajar para wisudawati. Doa, pengertian, dan dukungan suami, anak-anak, serta anggota keluarga lainnya menjadi bagian penting yang menguatkan mereka untuk tetap istiqamah dalam menuntut ilmu.
“Ketika seorang ibu bersungguh-sungguh memperbaiki bacaan Al-Qur’annya, sesungguhnya ia sedang memberikan teladan yang sangat berharga bagi anak-anaknya. Semoga rumah-rumah kita semakin hidup dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang mencintai Kalamullah,” tuturnya.
Dimas berharap para wisudawati tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada keluarga, lingkungan terdekat, majelis taklim, masjid, dan masyarakat luas. Dengan demikian, manfaat pembelajaran Tahsin dapat menjangkau lebih banyak orang dan menumbuhkan budaya belajar Al-Qur’an secara berkelanjutan.
“Harapan kami, para wisudawati tidak hanya menjadi orang yang mampu membaca Al-Qur’an dengan lebih baik, tetapi juga menjadi pelita di tengah masyarakat. Mulailah dari keluarga, lingkungan terdekat, majelis taklim, masjid, dan masyarakat. Ilmu yang diamalkan dan diajarkan dengan ikhlas, insyaallah, akan menjadi amal jariyah,” tambahnya.
Membina 500 Santri, Memperluas Syiar Al-Qur’an
Semangat yang ditunjukkan para wisudawati merupakan bagian dari ikhtiar lebih luas yang dijalankan Yayasan Rumah Qur’an Ar Rohmah. Lembaga ini terus mengembangkan pendidikan dan pembinaan Al-Qur’an agar semakin mudah diakses masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok usia.
Saat ini, Rumah Qur’an Ar Rohmah membina sekitar 500 santri yang tersebar di enam cabang, yakni Pusponjolo, Musala Al Muttaqin, Abdurrahman Soleh, Kalicari 2, Kedungpane di Mijen, serta Pedurungan. Yayasan juga mengelola satu Pondok Tahfidzul Qur’an di Mijen untuk mendukung pembinaan generasi penghafal Al-Qur’an.
Beragam program dikembangkan, mulai dari pembelajaran membaca Al-Qur’an, perbaikan bacaan melalui program Tahsin, hingga pembinaan hafalan. Kehadiran berbagai cabang tersebut menjadi upaya mendekatkan pendidikan Al-Qur’an kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang bagi siapa pun yang ingin belajar dan meningkatkan kemampuan membaca kitab suci.
Kantor Yayasan Rumah Qur’an Ar Rohmah berlokasi di Jalan Pusponjolo Dalam VI Nomor 13, Semarang. Dalam menjalankan kegiatan pembinaannya, yayasan didukung oleh jajaran pengurus, para ustaz dan ustazah, santri, keluarga, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan Al-Qur’an.
Wisuda Tahsin Metode Balighoh Angkatan I Tahun 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Keberhasilan 35 wisudawati diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak masyarakat, terutama kalangan dewasa, agar tidak ragu memulai atau melanjutkan proses belajar Al-Qur’an.
Pada akhirnya, keberhasilan belajar bukan semata-mata diukur dari sebuah prosesi wisuda, melainkan dari kesungguhan menjaga bacaan, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, dan membagikan kebaikannya kepada sesama.
Melalui pembinaan sekitar 500 santri di enam cabang dan satu Pondok Tahfidzul Qur’an, Yayasan Rumah Qur’an Ar Rohmah terus berupaya menghadirkan ruang tumbuh bagi generasi pencinta Al-Qur’an.
Sebab, ketika seseorang berusaha memperbaiki bacaan Al-Qur’an, ia tidak hanya sedang belajar melafalkan ayat demi ayat. Ia juga sedang menanamkan keteladanan, menghidupkan suasana religius di dalam keluarga, dan membuka jalan bagi tumbuhnya kecintaan terhadap Kalamullah di tengah masyarakat.
Ar Rohmah – Bersama Al-Qur’an, Menebar Cahaya dan Menumbuhkan Keberkahan.
























