JAKARTA, MEDIAINI.COM – Aturan baru konten YouTube Kids memperketat dalam memonetisasi konten yang tayang. Kebijakan baru ini tentu berdampak kepada pendapatan YouTuber yang memiliki konten anak-anak. Mulai bulan November, YouTube akan mulai melarang channel atau akun, khususnya yang menargetkan anak-anak sebagai penonton utama mereka yang kemudian untuk dimonetisasi atau diuangkan jika kualitas konten yang ditayangkan mereka berkualitas rendah. Iklan yang terdapat pada konten anak-anak tersebut mungkin bisa terbatas atau bahkan tidak bisa dimonetisasi jika video tersebut telah melanggar prinsip dari kualitas ini.
Selama ini, YouTube memang sudah memiliki layanan khusus untuk pengguna anak-anak yakni YouTube Kids. Namun, kebijakan baru ini akan berlaku secara menyeluruh, tidak hanya di YouTube Kids saja, tetapi di platform YouTube secara umum.
Aturan Baru Konten YouTube Kids Cek Video Berkualitas Rendah
Dilansir dari berbagai sumber, ciri-ciri dari video anak-anak berkualitas rendah adalah sebagai berikut:
1. Bersifat komersil
Video dengan sifat ini biasanya membujuk untuk membeli atau mempromosikan suatu brand, merek, logo, mainan hingga makanan. Hal ini dirasa lebih menonjolkan perilaku konsumerisme atau hidup boros.
2. Mendorong Perilaku Negatif
Konten yang dimaksud adalah dengan menampilkan konten seperti bullying, tidak menghormati, berbohong, prank bahaya, makan tidak sehat, dan berpotensi mendorong kegiatan berbahaya.
3. Video edukasi palsu.
Bisa dilihat dari thumbnail atau judulnya yang terlihat seakan-akan mendidik, padahal isi videonya tidak sesuai untuk anak-anak.
4. Video yang sensasional dan menyesatkan
Isi dari video ini biasanya dibuat hanya menggunakan opini saja, dan informasi yang ditayangkan juga berlebihan dan tidak benar.
5. Sifat video yang tidak jelas
Hal ini menyulitkan pengguna untuk mengerti dan memahami isi dari video tersebut. Ciri video ini biasanya merupakan hasil produksi dengan proses otomatiasai, jadi isi videonya tidak jelas, dan narasi yang acak dan tidak lengkap.
6. Menggunakan karakter anak-anak populer
Ciri terakhir dari video kualitas rendah adalah yang menggunakan karakter anak-anak terkenal, baik animasi maupun live action di situasi yang kurang pas.
Channel atau akun YouTube yang masih memiliki vide dengan konten anak-anak kualitas rendah maka akan mendapatkan ikon kuning dari YouTube sebagai peringatan kepada yang akan mengiklan, bahwa channel atau akun ini telah melanggar aturan dan kebijakan YouTube.
5 YouTuber Anak Terkaya di Indonesia
Kebijakan baru ini tentu berdampak kepada penghasilan beberapa YouTuber yang memiliki konten utama anak-anak. Namun hal tersebut tidak masalah, jika kualitas video mereka sudah tinggi. Berikut daftar 5 akun atau channel YouTube dengan penghasilan tertinggi di Indonesia jika menghitung melalui situs Social Blade:
1. Little Princess Shinta
View this post on Instagram
Gadis kecil bernama Shinta yang berdomisili di Kalimantan ini sudah memiliki 2,57 juta subscriber saat artikel ini ditulis. Video yang diupload Shinta sendiri telah memiliki total 386 video Gadis kecil seorang youtuber yang berdomisili di Kalimantan ini punya 2,5 juta subscriber. Video yang diupload Shinta totalnya ada 386 video dan telah ditonton 1,04 juta kali sejak pertama dibuat pada tahun 2015. Channel YouTube ini diperkirakan meraih cuan lebih dari Rp 1,5 miliar hingga Rp 25 miliar selama setahun.
2. Zara Cute
Nama channel Zara Cute sudah tidak asing bagi anak-anak. Gadis bernama asli Zara Nugroho ini telah memiliki subscribers sebanyak 3,2 juta dengan total video 1,459 sejak tahun 2015. Channel ini berisi tentang dokumentasi keseharian keluarga Zara. Berisi daily routine dan vlog, selain itu juga berisi tentnag belajar, membuat kerajinan, memasak dan wisata. Channel ini mendapatkan penghasilan sebesar Rp3,2 miliar hingga Rp 5,2 miliar per tahunnya.
3. Hana Callista
YouTuber cilik bernama Hana Callista saat ini telah memiliki 3,7 juta subscribers sejak diluncurkan pertama pada tahun 2014. Hana lewan akun YouTubenya ini mengunggah konten video keseharian, permainan, tutorial, hiburan, permainan, dan mainan. Konten-konten tersebut membat chanel Hana Callista menghasilkan cuan sebesar Rp 1,3 miliar hingga Rp 21 miliar per tahun.
4. Lifia Niala
Channel ini diisi oleh dua kakak adik bernama Lifia dan Niala asal Riau. Kanal YouTube mereka saat ini sudah mencapai lebih dari 2,34 juta subscribers. Sejak pertama dibuat pada tahun 2014 hingga sekarang, jumlah yang menonton channel ini sudah lebih dari 1,5 miliar. Sama seperti YouTuber cilik lainnnya, video Lafia dan Niala juga menampilkan kehidupan keseharian mulai dari bermain, wisata, hingga unboxing. Tak heran jika penghasilannya sebesar Rp490 juta hingga Rp 7,8 miliar per tahunnnya.
5. Aqilla’s Diary
Konten Aqilla’s Diary ini menampilkan review mainan dari Aqilla, dan juga menunjukkan kedekatan dengan sang ibunda tercintanya dalam kehidupan kesehariannya. Hingga sekarang, channel ini telah memiliki 3,36 juta subscribers. (Izra Seva)
























