MEDIAINI.COM – Konsumsi minuman sehat kini tengah menjadi gaya hidup baru. Kesadaran ini muncul sejalan dengan pandemi yang tengah merebak di Indonesia. Minuman sehat, seperti susu dianggap bisa menaikan imunitas tubuh.
Salah satu kedai susu terbesar di Indonesia, Moo Nyusu, turut mengalami kenaikan omzet selama pandemi. Moo Nyusu sendiri adalah kedai susu yang didirikan oleh Akbar Al Kautsar pada tahun 2014. Pemain lama di bisnis olahan susu ini memulainya dengan satu gerobak sederhana, hingga kemudian tumbuh menjadi ratusan gerobak.
Dengan modal 25 juta rupiah, Aldo, panggilan akrab sang owner, bersama dua kawannya mulai menjalankan bisnis Moo Nyusu di Bekasi.
Lalu, bagaimana perjalanan bisnis dari Moo Nyusu hingga sekarang? Simak wawancara khusus Mediaini.com dengan Akbar Al Kautsar berikut ini.
Perkembangan Bisnis dari Tahun ke Tahun
Di dua tahun pertama Moo Nyusu, Aldo mengakui respon masyarakat sangat baik terhadap produknya. Di tahun 2016 saja, sebanyak 156 gerai baru berhasil didirikan. Namun, keadaan mulai berbeda setelahnya. Fokus dari Moo Nyusu tak lagi pada penambahan gerai.
Jika ditarik garis lurus, dari tahun 2016 sampai 2020 ini, outletnya hanya bertambah beberapa puluh saja. “Di tahun 2020, kita sudah punya 200 gerai,” kata Aldo.
Penambahan tersebut, angkanya sangat jauh berbeda dari penambahan di tahun-tahun awal. Hal ini tak lepas dari evaluasi bisnis yang ia lakukan di tahun 2018 hingga 2019. “Banyak hal yang perlu diperhatikan ternyata, baik dari kami maupun dari mitra.”
Aldo menyadari bisnisnya berurusan dengan produk segar dan itu rentan akan bakteri. Hal ini, membuat pihaknya lebih fokus kepada kualitas. “Lebih baik lambat tapi aman, daripada cepat tapi brand kita jadi tidak terjaga.”
Saat ini, 200 gerainya tersebar di berbagai kota di Indonesia. Mulai dari Pekanbaru, Palembang, Jambi, Jabodetabek, hingga Kalimantan.
Diuntungkan Karena Pandemi
Sejak pandemi menyebar luas, isu kesehatan memang menjadi yang paling banyak dibicarakan. Hal ini menjadi berkah tersendiri bagi Moo Nyusu. Minuman olahan susu miliknya termasuk yang mengalami peningkatan.
“Ada kenaikan sekitar 20 persen, tidak banyak memang, tapi lebih baik daripada menurun drastis,” katanya.
Anjuran untuk tidak keluar rumah memang membuat pelanggannya yang bisa datang setiap hari, menjadi hanya datang seminggu dua atau tiga kali saja. Sedari awal, Moo Nyusu juga sudah mem-branding dirinya bukan sebagai bisnis minuman biasa, tetapi bisnis kesehatan.
Selling Point Moo Nyusu
View this post on Instagram
Moo Nyusu sangat memahami keinginan masyarakat untuk mendapatkan minuman sehat bagi tubuh. Moo Nyusu pun menangkap komitmen itu dengan mengambil susu dari peternakan milik mereka sendiri. “Terutama untuk wilayah Jabodetabek, sementara di daerah lain yang tak terjangkau diambil dari peternakan rekanan kita.”
Kemudian, variasi rasa yang disediakan Moo Nyusu juga beragam. Total ada 16 rasa yang bisa dipilih. Aldo juga menaruh perhatian khusus pada packaging produknya. “Jadi, orang kalau mau foto sama produk kita tidak malu, tetap eye catching.”
Berbagai keunggulan tersebut membuat nama Moo Nyusu tenar dan diminati masyarakat.
Strategi Family Business
Bisnisnya ini dibesarkan dengan konsep family business. “Jadi kita cuma kerja sama dengan orang yang sudah dikenal, atau dari saudara tim internal kita yang ingin ikut kerja sama,” katanya
Dengan konsep tersebut saja, Aldo merasa sudah bisa memenuhi beberapa slot cabang di daerah tertentu, “Beberapa ada yang minta franchise, tapi belum kita approve. Karena itu kan tidak sembarangan ya.”
Namun, Aldo tak menampik jika sebenarnya di tahun 2020, ia memiliki rencana untuk memperlebar sayap bisnisnya dengan franchise, “Tapi suasana lagi kayak gini, mungkin kita hold dulu sampai 2021.”
Strategi family business itu membuat pihaknya bisa menjaga kualitas produknya. “Franchise kan kayak dua mata pisau, kadang melebarkan bisnis tapi di sisi lain juga bisa membunuh bisnis,” papar Aldo.
Kebaruan Menjadi Kunci Sukses
Selain itu, inovasi dan pembaruan bisnis juga menjadi ujung tombak Moo Nyusu hingga mampu bertahan sampai sekarang. Setiap enam bulan, Moo Nyusu rutin mengeluarkan packaging baru, “Di tahun 2020 konsep booth kami juga berbeda dan baru.”
Saat ditanya apakah ada produk baru dari Moo Nyusu, Aldo sigap menjawab, akan mengeluarkan minuman tiga layer dengan pilihan topping yang berbeda. Namun Aldo belum bisa berbicara banyak mengenai produk terbarunya tersebut, ia hanya memberi bocoran topping-nya akan berada di dalam dan luar cup. Produk terbarunya, direncanakan akan dirilis bulan depan.
Selama ini, Moo Nyusu lebih banyak bermain di ranah street food. Dalam jangka waktu ke depan, Aldo berniat untuk membawa Moo Nyusu dengan konsep kafe. “Upgrade diri lah, walaupun yang street food ya tetap jalan,” paparnya antusias.
Aldo pun masih optimis dengan bisnis olahan susu miliknya. Seperti yang sudah banyak diberitakan, Indonesia termasuk negara dengan jumlah konsumsi susu yang rendah. “Kita ingin membantu meningkatkan budaya minum susu di Indonesia,” tutupnya. (Chelsea Venda)
Baca juga : Bisnis Susu Segar, Ini Perhitungan Modal dan Analisa Usahanya



























Discussion about this post