MEDIAINI.COM – Pasang surut dalam dunia bisnis merupakan hal yang wajar terjadi, termasuk dalam sektor UMKM dan e-commerce. Praktisi IT dari Lamikro Ludo Lustrous menyebut tren marketplace yang kini melejit bisa saja dipaksa turun tahta. Sebab dampak inovasi mesin pencari yang semakin luas dan signifikan.
Berita buruk tersebut sudah menimpa situs jualan online khusus kerajinan tangan, Qlapa. nama Qlapa sebenarnya melejit pada 2018 silam karena berbagai penghargaan yang mereka raih. Misalnya, aplikasi unik terbaik dari Google Play Awards dan startup dengan pertumbuhan paling menjanjikan oleh majalah Forbes Asia.
Namun persaingan di industri e-commerce di Indonesia memang terbilang ketat, apalagi ada startup bergelar unicorn. Setelah empat tahu beroperasi Qlapa memutuskan untuk menutup bisnisnya karena dinilai sudah tidak lagi menguntungkan dan berkelanjutan.
Masa Depan Marketplace
Pertumbuhan marketplace di Indonesia terbilang besar. Namun, produk yang diperjualkan di lapak online sebesar 90% masih didominasi oleh produk-produk impor. Kurang dari 10% UMKM di Indonesia yang mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi digital.
Hal ini lah yang membuat Benny Fajarai membuat Qlapa. CEO dan co-founder Qlapa ini menyebut Qlapa dibangun dengan misi untuk memberdayakan kreativitas lokal Indonesia khususnya dalam sektor kerajinan tangan.
Per Agustus 2018 total UMKM yang tergabung di Qlapa sudah mencapai 4.000 pelapak. Potensi pasar UMKM memang terbilang besar. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 62,92 juta unit usaha, atau 99,92% dari total unit usaha di dalam negeri.
Namun, seperti yang sudah dijabarkan di atas, Qlapa yang fokus membuat marketplace bagi pasar UMKM nyatanya harus gulung tikar. Melihat kenyataan tersebut Ketua DPP LDII, Prasetyo Sunaryo, menyebut Pemerintah perlu mendorong marketplace memasarkan produk UMKM serta melindungi marketplace yang memasarkan produk UMKM
Ia mengusulkan adanya marketplace yang khusus memasarkan produk UKM agar produk UKM bisa eksis di negeri sendiri dan juga berpeluang untuk ekspor. Selain itu, para pelaku UMKM ini juga harus dibekali sistem manajemen data dan infrastruktur data. Sebab di era digital, pemanfaatan data penting untuk menunjang perkembangan UMKM.
Baca juga : Pengembangan UMKM, Pilih Marketplace atau Bangun Merek Via Website
6 Situs yang Dukung UMKM
- Kakoda.com
Kakoda merupakan marketplace yang memfasilitasi penjualan produk-produk UMKM yang ada di Kota Sawahlunto. Kolaborasi tim e-commerce Sawahlunto dengan UMKM lokal diharapkan dapat membuat UMKM yang ada jadi berkembang baik secara efektivitas maupun produktivitas. Nantinya, seluruh UMKM di kota ini bisa dipasarkan produknya melalui aplikasi Kakoda.
- Mbizmarket
Perusahaan penyedia e-procurement di Indonesia, Mbiz, meluncurkan sebuah platform marketplace Business to Business (B2B) yang diberi nama Mbizmarket. Chief Executive Officer (CEO) Mbiz Rizal Paramarta, mengatakan penerapan solusi e-procurement agar manfaat bisnisnya semakin luas. Termasuk bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Mbizmarket punya keunikan tersendiri. Yakni dengan menawarkan fasilitas untuk melakukan perbandingan harga pada satu halaman yang sama secara real time.
- BisnisUKM.com
Situs ini dibuat untuk orang yang ingin mencari peluang usaha apa yang kira-kira sedang ramai dan diminati konsumen. Situs ini memiliki keunggulan yaitu adanya direktori UKM yang mencari mitra, agen, reseller, franchise bahkan distributor.
- GoUKM.id
Situs ini menyediakan berbagai kebutuhan informasi, baik bagi yang sudah menjalankan bisnisnya maupun yang baru memulai bisnis. Mulai dari peluang usaha, tips UKM, sampai pelatihan kewirausahaan. GoUKM memiliki training center yang dapat digunakan untuk sarana belajar mengembangkan bidang usaha yang sedang digeluti.
- UKMIndonesia.id
Situs yang mempunyai slogan “Saatnya UKM Naik Kelas” ini menghadirkan berbagai layanan bermanfaat untuk pengusaha dan calon pengusaha. Mulai dari pengurusan sertifikat ukm, program dan pendanaan, informasi seputar legalitas dan perizinan.
- TokoTalk
TokoTalk merupakan Perusahaan yang berdiri sejak 2018. Akun ini memberikan akses bagi pengguna mereka untuk membangun website e-commerce dengan biaya terjangkau. Situs ini baru saja mencatatkan kenaikan jumlah UMKM yang membuat website di platform mereka. Dari April hingga Juni 2020, terjadi kenaikan 38 persen.
Hal ini dipengaruhi pandemi Covid-19, TokoTalk melihat semakin banyak UMKM yang mau tidak mau harus melakukan transformasi digital. Beberapa waktu lalu, TokoTalk juga diketahui bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam program Jak Preneur. (Chelsea Venda)



























Discussion about this post