MEDIAINI.COM – Pilihan investasi properti apartemen masih dianggap menguntungkan bagi milenial. Hal ini tak lepas dari gaya hidup mereka yang lebih senang tinggal di pusat kota, dekat dengan keramaian.
Terlebih investasi di bidang apartemen nilai jualnya tidak akan turun, meski menjadi tempat hunian sekalipun. Sederet keuntungan tersebut membuat tren investasi apartmen di kalangan milenial semakin digemari.
Potensi Bisnis dari Apartemen
Di Indonesia sendiri populasi milenial sangat mendominasi, jumlah mereka berkisar 34 persen dari keseluruhan. Dari jumlah tersebut, dua per tiga masih berstatus lajang dan 33 persennya berniat keluar dari rumah orang tua untuk menjalani kehidupannya secara mandiri.
Founder dan CEO Flokq, Anand Janardhanan, mengatakan status lajang dari milenial mendorong mereka menunda membeli rumah. Sebaliknya, mereka lebih memilih mencari hunian sewa apartemen. Sebab apartemen dianggap sebagai simbol lifestyle baru bagi para milenial. Plus, ketika membeli rumah, ada kecenderungan mereka takut akan cicilan bank yang waktunya jauh lebih lama.
Potensi ini membuat Anand optimis menargetkan 3000 huniannya akan terisi pada 2021 mendatang. Saat ini, pihaknya sedang adaptasi standar keamanan, kesehatan, dan kenyamanan baru semenjak pandemi merebak sehingga bisa meningkatkan jumlah hunian baru.
Strategi Cerdik Berbisnis Apartemen
Bisnis sewa apartemen memang sedang digandrungi, namun, hal ini tidak serta merta membuat semua orang bisa menjalani bisnis ini dengan gampang. Ada beberapa yang mestinya dipelajari terlebih dahulu, sehingga potensi tren bisnis bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Hal utama dari bisnis sewa apartemen adalah pemilihan lokasi. Semakin lokasi apartemen strategis maka akan semakin banyak diminati. Dengan demikian pebisnis bisa menaikan biaya sewa, sebab memiliki keunggulan lokasi yang strategis tersebut.
Selanjutnya, perhatikan tipe dari apartemen. Mulai dari seberapa luas apartemen sampai berapa jumlah tempat tidurnya. Kriteria tersebut akan berhubungan dengan pangsa pasar yang akan dibidik. Jika tipenya studio dengan satu tempat tidur, maka fokuskan pemasaran ke milenial yang masih lajang, bukan yang sudah berkeluarga.
Agar harga sewa bisa semakin tinggi, tak ada salahnya melakukan sedikit renovasi. Terlebih, jika apartemen tidak terlalu luas, renovasi dan perubahan tata letak perabotan rumah bisa membuat apartemen memiliki kesan yang lebih lega.
Terakhir, seleksi calon penyewa. Pasalnya, jika asal menerima penyewa akan berisiko untuk bisnis apartemen ke depannya. Dalam artian, pastikan penyewa memiliki kartu identitas yang jelas dan karakter serta sikap yang baik.
Modal membuat bisnis sewa apartemen memang terbilang cukup besar. Namun, ada beberapa trik yang bisa disiasati sekaligus tetap menguntungkan. Misalnya, dengan membeli dua unit apartemen seharga Rp 350 juta.
Dua unit tersebut bisa disewakan mulai dari Rp 4 juta per unitnya. Jika dihitung dengan kalkulator KPA, maka hanya perlu mencicil sebesar Rp 6 juta saja selama 15 tahun untuk dua unit sekaligus. Dari biaya sewa, pemilik apartemen masih memiliki untung Rp 2 juta per bulannya.
Kelebihan dan Kekurangan Berbisnis Apartemen
Kelebihan utama dari bisnis sewa apartemen adalah bisnis ini masih menjadi tren. Ini artinya, pangsa pasar masih terbuka lebar. Potensi keuntungan dari harga sewa bulanannya terbilang besar. Apartemen dengan lokasi strategis bisa dibanderol dengan harga Rp 4 – 5 juta per bulannya. Penyewa, selain mendapatkan tempat, juga mendapatkan berbagai fasilitas yang ada di apartemen mulai dari kolam renang, pusat kebugaran, pusat pertokoan, hingga layanan keamanan yang terjamin. Hal inilah yang membuat pasar terus ramai, banyak milenial yang menyasar berbagai fasilitas dari apartemen yang ada.
Namun, setiap kelebihan pasti mempunyai kekurangan. Jika untuk investasi jangka panjang, nilai jual apartemen mengalami kenaikan lebih sedikit dibanding dengan nilai jual rumah. (Chelsea Venda)



























Discussion about this post