JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pemerintah berencana membentuk holding ultramikro dengan menggabungkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Tujuannya, untuk memperluas jangkauan pembiayaan ultra mikro alias kredit bagi wong cilik.
Holding ultramikro juga diharapkan mempercepat laju inklusi keuangan, pembiayaan berkelanjutan, serta menyasar 57 juta pelaku usaha ultramikro yang mayoritas belum tersentuh layanan perbankan.Melalui integrasi ekosistem, rasio pelaku usaha ultramikro yang tidak terlayani lembaga keuangan formal dapat diturunkan dari 68 persen pada 2018 menjadi 42 persen pada 2024.
Ketiga BUMN tersebut ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir karena memiliki napas bisnis sejenis, yaitu pembiayaan ultra mikro.Contohnya PNM, perusahaan ini sudah lama menggeluti bisnis pembiayaan ultra mikro. Namun, hitung-hitungan bisnisnya kerap merugikan karena biaya dana yang diperoleh PNM relatif mahal. Di sisi lain, BRI bisa dengan mudahnya mencari sumber dana murah.
Saling silang ini yang perlu dikawinkan lewat kehadiran holding ultra mikro. Menurut Eric Thohir, bisnis model PNM bagus sekali namun sering dikeluhkan karena pendanaan mahal dibandingkan BRI. PNM pinjam Medium Term Notes/MTN (surat utang jangka pendek) itu bisa 9 persen, sedangkan BRI hanya 3 persen. Melihat hal tersebut Erick merasa perlu ada sinergi antara PNM dengan BRI, ditambah Pegadaian, yang merupakan sumber pembiayaan masyarakat dan usaha kecil lewat bisnis gadai emas.
Pembiayaan ke UMKM Lebih Variatif Melalui Holding Ultramikro
Pembentukan holding ultramikro yang melibatkan 3 BUMN, yakni BRI, Pegadaian dan PNM diyakini dapat menciptakan pilihan produk keuangan yang lebih variatif bagi pelaku usaha mikro.
Anggota DPR Komisi XI, Dolfie menyampaikan, ketiga BUMN itu sudah menciptakan produk keuangan yang bervariasi dan dari pelaku mikro dapat difasilitasi dalam satu holding.
Dolfie menilai, sejauh ini PNM sudah memberi pendampingan kepada pelaku UMKM. PNM juga terus melakukan upaya pemulihan dan pengembangan usaha pelaku mikro yang belum tergarap perbankan. Sama halnya dengan BRI, sebagai salah satu bank pelat merah memiliki kekuatan modal, likuiditas, dan teknologi yang kuat untuk mendorong UMKM agar naik kelas.
Dengan sinergi, akan tercipta integrasi operasional ketiga institusi sehingga membuat kinerja BRI, PNM, dan Pegadaian menjadi lebih optimal. “Hal ini akan memberi efisiensi tambahan dalam operasional, yang pada akhirnya berdampak pada semakin ringannya biaya pembiayaan bagi pelaku mikro,” terang Dolfie.
Dolfie menjelaskan Komisi XI DPR akan proaktif dalam mengawal pembentukan Holding Ultramikro ini. Semua bentuk sinergi dan komunikasi akan dipastikan berjalan dengan lancar sehingga holding baru dapat langsung beroperasi dengan optimal pada masa efektifnya.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay























Discussion about this post