SEMARANG, MEDIAINI.COM — Semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap dunia otomotif kembali diwujudkan melalui kegiatan touring DEDENGKOT BROTHERS & All BIKERS. Bersama sejumlah komunitas bikers lainnya, sebanyak 130 peserta ambil bagian dalam perjalanan menuju Kelok 23, Yogyakarta, dengan membawa semangat kebersamaan dan persaudaraan.
Rangkaian touring diawali dari titik kumpul di Nasmoco Srondol, Semarang. Sejak pagi, para peserta dari berbagai komunitas mulai berdatangan dengan sepeda motor masing-masing. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan sudah terasa sejak persiapan keberangkatan hingga rombongan mulai bergerak menuju Yogyakarta.
Touring ini tidak sekadar menjadi perjalanan untuk menikmati sensasi berkendara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarkomunitas. Para bikers dapat bertemu, berbagi cerita, sekaligus membangun hubungan persaudaraan yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan komunitas otomotif.
Perjalanan rombongan kemudian singgah di Pasar Gasem sebagai titik pemberhentian pertama. Di lokasi tersebut, para peserta menikmati berbagai kuliner tradisional khas Jogja sekaligus beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Bagi para bikers, singgah di Pasar Gasem memberikan pengalaman tersendiri. Touring tidak hanya menghadirkan pengalaman berkendara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menikmati kuliner lokal dan mengenal lebih dekat potensi budaya serta wisata yang ada di sepanjang perjalanan.
Setelah menikmati kuliner dan beristirahat, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Kelok 23. Destinasi yang tengah dikenal sebagai salah satu ikon baru di kawasan Yogyakarta tersebut menjadi tujuan utama perjalanan.
Sesampainya di Kelok 23, kebersamaan 130 bikers semakin terasa. Deretan sepeda motor dari berbagai komunitas berpadu dengan suasana penuh keakraban. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi dan mengabadikan perjalanan bersama.
Tri Tugiyanto, yang akrab disapa Tri Pitik, mengatakan bahwa touring tersebut bukan sekadar tentang sepeda motor maupun perjalanan dari satu daerah ke daerah lain. Menurutnya, nilai utama yang ingin dibangun adalah persaudaraan.
“Touring ini bukan hanya soal motor dan perjalanan, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dan menjaga brotherhood. Kami datang dari berbagai komunitas, tetapi ketika sudah di jalan, kita menjadi satu keluarga,” ujar Tri Pitik.
Menurut Tri, kehadiran para dedengkot atau tokoh senior dalam kegiatan tersebut juga memiliki arti penting. Mereka menjadi bagian dari perjalanan panjang komunitas otomotif sekaligus menjadi penghubung antara generasi lama dan generasi baru.
“Yang senior memberikan contoh kepada yang muda, sementara yang muda meneruskan semangat kebersamaan ini. Jadi ada kesinambungan. Kita ingin komunitas tetap solid dan kegiatan seperti ini terus menjadi ruang silaturahmi,” katanya.
Tri menambahkan, kegiatan touring juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan berbagai destinasi dan potensi daerah. Perjalanan menuju Kelok 23, ditambah dengan singgah di pusat kuliner tradisional, membuat agenda touring memiliki pengalaman yang lebih beragam bagi peserta.
“Harapannya, semakin banyak kegiatan positif seperti ini. Kita bisa menikmati perjalanan, mengenal tempat baru, menikmati kuliner lokal, sekaligus tetap mengedepankan keselamatan dan etika berkendara,” ungkapnya.
Bagi DEDENGKOT BROTHERS & All BIKERS, perjalanan tersebut akhirnya bukan hanya tentang menempuh jarak ratusan kilometer. Ada cerita tentang pertemanan, silaturahmi dan kebersamaan yang ikut dibawa pulang oleh setiap peserta.
Dari Nasmoco Srondol, menikmati kuliner tradisional di Pasar Gasem, hingga bersama-sama menikmati suasana Kelok 23, touring ini menjadi gambaran bahwa dunia bikers tidak semata-mata berbicara mengenai mesin, sepeda motor dan perjalanan.
Lebih dari itu, DEDENGKOT BROTHERS & All BIKERS menjadikan perjalanan sebagai ruang untuk merawat persaudaraan, memperluas pertemanan, serta menjaga semangat brotherhood di jalan raya.
























