MEDIAINI.COM – Indirect selling adalah kebalikan dari direct selling. Jika dalam direct selling penjualan dilakukan secara tatap muka, indirect selling adalah sistem penjualan yang dilakukan tanpa tatap muka. Bentuk penjualan dilakukan secara tidak langsung atau disebut juga dengan soft selling. Penjualan jenis ini biasanya ditemui dalam bentuk iklan dan pemasaran interaktif melalui media sosial.
Misalnya, disertakan konten video dan informasi tentang informasi tertentu. Lalu, sebuah bisnis nantinya akan merekomendasikan produknya, ini menjadi gambaran dari teknik indirect selling. Artinya, straregi indirect selling ini tidak memasarkan produk secara terang-terangan. Melainkan lebih mengarah pada persuasif secara halus dan tidak memaksa.
Dengan metode pemasaran indirect selling yang tepat, audiens media sosial akan memiliki branding awareness atau kesadaran terhadap merek bisnis Anda. Jadi, mereka akan membeli produk yang direkomendasikan atas dasar kesadaran sendiri dan inisiatif mereka sendiri
Apa Saja Contoh Dari Indirect Selling?
Berikut beberapa contoh dari indirect selling yang dibagi berdasarkan media yang digunakan.
1. Humas Pemasaran Perusahaan
Humas pemasaran perusahaan atau disebut juga Marketing Public Relation. Sistemnya dilakukan oleh staf humas perusahaan yang memegang urusan pemasaran. Mereka mengirimkan pesan promosi berupa notifikasi melalui media komunikasi. Misalnya, ketika Anda tiba-tiba menerima pesan dari operator yang menawarkan beberapa jenis paket data. Kemudian, respon dari Anda yaitu tertarik pada promo yang berlaku kemudian membelinya.
2. Iklan Melalui Media Massa
Metode ini dikenal juga sebagai Mass Media Advertising. Contohnya, ketika Anda membuka beberapa aplikasi sosial media seperti Facebook, Youtube, atau laman blog yang menampilkan beberapa konten iklan.
3. Pemasaran Interaktif
Pemasaran interaktif disebut juga interactive marketing merupakan salah satu media penjualan tidak langsung yang lebih modern. Pasalnya, metode ini menggunakan teknologi digital modern, yaitu software dan hardware yang dioperasikan bersama satelit. Konsumen dapat memberikan respon transaksi dan berinteraksi dengan pihak pemasar. Pemasaran jenis ini memiliki keuntungan yaitu informasi produk dapat lebih mudah tersampaikan kepada target sasaran.
Apa Kelebihan dan Kekurangan Indirect Selling?
Adapun kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sistem penjualan tidak langsung sebagai berikut:
Kelebihan
Kesetiaan atau loyalitas konsumen akan meningkat. Sebab mereka akan memperoleh informasi produk dengan lebih terperinci dan masuk ke dalam pemikiran mereka sebelum membeli produk. Konsumen juga akan memiliki kesempatan untuk menimang-nimang kembali keputusan untuk membeli produk.
Kekurangan
Peningkatan daya jual tidak akan terjadi. Artinya, tidak mengalami peningkatan penjualan dikarenakan masyarakat harus memikirkan keputusannya untuk membeli produk. Tentu hal ini menimbulkan jangka waktu yang relatif lama. Dari beberapa penjelasan diatas, Anda mulai berpikir terbuka untuk menerapkan sistem direct selling dalam bisnis Anda. Namun Anda mungkin masih menyimpan sebuah pertanyaan seperti berikut.
Apakah Pebisnis Pemula Juga Disarankan Menerapkan Sistem Indirect Selling?
Pebisnis pemula disarankan untuk menggunakan indirect selling, misalnya dengan memanfaatkan media sosial, karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menawarkan produknya. Contohnya jika ingin memasarkan produk melalui TV, maka sistem indirect selling dapat dilakukan, yaitu dengan memperkenalkan produk yang Anda tawarkan. Sebab, seorang pebisnis pemula sekarang mudah menjajal media iklan dan promosi lewat media sosial dan website dengan harga yang murah.
Selain itu, sistem indirect selling mudah dilakukan baik perorangan maupun kelompok. Ditambah pula laju peningkatan daya jual juga lebih meyakinkan. (Arlina Laras)
























