MEDIAINI.COM – Undercover Marketing adalah strategi pemasaran yang digunakan oleh perusahaan bisnis untuk dapat menarik minat pelanggan, namun konsumen tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi target iklan dari perusahaan. Undercover Marketing biasa disebut dengan istilah Stealt Marketing/Buzz Marketing, pemasaran yang dilakukan secara tersembunyi dan cenderung tidak terlihat seperti sedang mempromosikan sesuatu. Sebenarnya teknik pemasaran ini menggunakan teknik dari mulut ke mulut atau Word of Mouth (WOM), namun orang yang bertugas untuk promosi harus menyembunyikan fakta bahwa dia mengenal merek tersebut.
Undercover Marketing menjadi strategi yang sekarang cukup banyak digunakan oleh perusahaan, strategi ini menjadi kritik dari strategi iklan pada umumnya, seperti iklan di TV yang normalnya berdurasi 30 detik. Ini dianggap tidak mampu dalam membangun perhatian dari konsumen akan produk anda, iklan-iklan yang ditampilkan lewat TV dianggap tidak konvensional.
Iklan-iklan di TV juga terbilang mahal walaupun hanya memakan waktu tidak sampai 1 menit lamanya, harga yang ditawarkan oleh penyedia iklan di stasiun TV memiliki harga yang berkali-kali lipat lebih mahal dari strategi iklan lainnya. Undercover Marketing, menjadi solusi untuk tetap melakukan promosi namun dengan biaya yang lebih murah dan terjangkau.
Langkah-Langkah Strategi Undercover Marketing
Undercover Marketing memiliki perbedaan yang cukup besar jika dibandingkan dengan strategi lainnya, anda harus membuat rencana pemasaran yang sangat terorganisir. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa anda terapkan untuk memulai strategi Undercover Marketing.
- Riset Pasaran. Riset merupakan langkah yang selalu diambil oleh perusahaan bisnis dalam mengembangkan produk, dengan adanya data-data yang memungkinkan perusahaan untuk menganalisa. Pahami target/ audiens agar anda bisa dengan tepat memasarkan produk atau jasa.
- Memahami Produk. Undercover Marketing sangat identik dengan melakukan pemasaran dengan melibatkan ekspektasi yang tinggi dari konsumen, seorang Marketer dari Undercover akan menceritakan produk anda kepada orang banyak dengan membuat ekspektasi yang tinggi dari produk anda, tujuan ini untuk meningkatkan keinginan konsumen agar membeli produk anda. Perlu dicatat bahwa anda harus memaksimalkan produk sesuai ekspektasi dari konsumen, jangan sampai konsumen merasa tertipu karena telah diberikan ekspektasi yang tinggi dari Marketer yang menyamar.
- Jangka Pendek. Jangka pendek yang dimaksudkan disini adalah menggunakan strategi Undercover Marketing dengan jangka waktu yang relatif singkat. Anda hanya perlu menggunakan strategi in dalam jangka waktu yang tidak lama, kemudian anda dapat melihat apakah kampanye yang anda lakukan telah berhasil. Perhitungan ini dapat anda lihat dari jumlah pengunjung setelah menggunakan strategi ini, penjualan atau bahkan Traffic Website
Kelebihan dan Kekurangan
Setiap strategi marketing memiliki manfaat serta kekurangan yang melekat didalamnya, besar kecilnya konsekuensi akan ditanggung oleh perusahaan jika salah menerapkan strategi pemasaran. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari strategi Undercover Marketing.
Kelebihan
- Undercover Marketing memiliki biaya pengeluaran yang relative murah dan sedikit
- Mempermudah Promosi. Jika anda menggunakan internet sebagai media promosi, anda tidak harus menggunakan iklan sebagai medianya. Undercover Marketing dapat bekerja di internet. Seorang Marketer mungkin bisa mencoba membuat konten atau postingan tentang produk tersebut yang kemudian disebarkan lewat Media Sosial mereka.
- Brand Awareness. Undercover Marketing dapat meningkatkan kesadaran merek kepada konsumen yang nantinya akan berdampak baik pada peningkatan penjualan.
- Meningkatkan Brand. Undercover Marketing menggunakan teknik pemasaran Word of Mouth sebagai teknik utamanya. Word of Mouth telah lama dipakai oleh perusahaan bisnis dalam meningkatkan merek mereka.
Kekurangan
- Membutuhkan Waktu. Undercover Marketing membutuhkan waktu yang tidak singkat dan memerlukan Marketer yang banyak dalam melakukan promosi. Hal ini kurang begitu efisien jika perusahaan hanya mengandalkan strategi ini.
- Anda memiliki kesulitan untuk mengendalikan media promosi anda, karena hanya berharap kepada Marketer yang terhitung banyak dan sulit untuk dianalisa sejauh mana kegiatan promosi mereka.
- Testing. Anda perlu melakukan beberapa percobaan dan melihat sampai dimana keberhasilan yang telah anda dapat.




























Discussion about this post