JAKARTA, MEDIAINI.COM – Perjalanan sebuah mobil keluarga tidak sekadar dihitung dari berapa tahun sebuah model bertahan di pasar. Lebih dari itu, perjalanan panjang menjadi bukti bagaimana sebuah kendaraan mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan alasan utama mengapa keluarga memilihnya.
Kisah tersebut melekat pada Kia Carens. Memulai debut global pada 1999 dan hadir di Indonesia setahun kemudian, Carens telah melewati lebih dari seperempat abad perjalanan. Dari generasi ke generasi, wajahnya berubah, teknologinya berkembang, hingga cara Kia merancang kenyamanan keluarga ikut bertransformasi.
Namun, satu hal tetap dipertahankan: Carens dirancang sebagai kendaraan keluarga dengan ruang yang fleksibel dan nyaman untuk digunakan dalam mobilitas sehari-hari.
“Dulu, banyak orang mengenal Carens karena kabinnya yang lapang. Sekarang, mereka juga melihat desain, teknologi, dan bagaimana mobil itu terasa saat digunakan. Carens perlu terus mengikuti perubahan itu tanpa kehilangan hal yang sejak awal dicari penggunanya,” ujar Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia.
Perjalanan Carens di Indonesia dimulai pada 2000. Tiga tahun kemudian, Kia memperkenalkan Carens II. Model ini bahkan pernah dirakit di dalam negeri melalui skema Completely Knocked Down (CKD), menandai keterlibatan Carens dalam perjalanan industri otomotif nasional.
Pada 2013, Kia kembali membawa Carens generasi terbaru dengan kapasitas tujuh penumpang. Kehadiran gril Tiger Nose, mesin 2,0 liter, serta teknologi Flex Steer dengan tiga pilihan karakter kemudi—Comfort, Normal, dan Sport—membuat Carens semakin kompetitif di kelasnya.
Pengakuan pun datang dari berbagai ajang. Pada tahun yang sama, Carens meraih penghargaan Medium MPV dalam mobilmotor Indonesian Car of the Year (ICOTY). Setahun berikutnya, Carens menyabet gelar Best Mid MPV pada OTOMOTIF Award 2014. Di ajang Auto Bild Award, Carens juga memenangkan kategori Medium MPV selama tiga tahun berturut-turut hingga 2015.
Memasuki 2022, perjalanan Carens memasuki babak baru. Kia memperkenalkan Carens generasi keempat di GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) pada Maret, sebelum meluncurkannya secara resmi di GIIAS pada Agustus. Pilihan konfigurasi enam dan tujuh penumpang memberi konsumen keleluasaan menyesuaikan kebutuhan, termasuk captain seats pada versi enam penumpang.
Respons pasar terhadap generasi terbaru itu menjadi sinyal bahwa Carens masih memiliki tempat di hati keluarga Indonesia. Bahkan pada GIIAS 2022, Carens bersama Sonet menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap penjualan Kia selama pameran.
Tahun 2026 kembali menjadi momentum penting. Kia menghadirkan The all-new Carens di Indonesia International Motor Show (IIMS). Bukan sekadar penyegaran, generasi terbaru ini membawa pendekatan yang lebih modern terhadap sebuah MPV keluarga, baik dari sisi tampilan maupun teknologi.
Karakter tersebut terlihat melalui desain Digital Tiger Face dengan Diamond Finish Decor, Star Map LED Connected Tail Lamps, serta velg R17 Crystal Cut Dual Tone. Bahasa desainnya menjadi lebih tegas, tetapi tetap mempertahankan identitas sebagai kendaraan keluarga.
Di dalam kabin, kenyamanan menjadi perhatian utama. Pilihan enam dan tujuh tempat duduk memungkinkan konsumen menentukan prioritas, apakah mengutamakan kenyamanan penumpang baris kedua melalui captain seats atau membutuhkan kapasitas lebih besar untuk membawa seluruh anggota keluarga.
Akses menuju baris ketiga juga dibuat lebih praktis melalui Electric One-Touch Tumble Seat. Sementara itu, Immersive Dual Panoramic Display serta fitur keselamatan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) pada varian tertentu memperlihatkan bagaimana teknologi mulai menjadi bagian penting dari pengalaman berkendara keluarga.
Antusiasme konsumen pun terlihat sejak debutnya di IIMS 2026. The all-new Carens mendominasi penjualan Kia selama pameran. Respons positif tersebut kembali terlihat ketika Carens dinobatkan sebagai Favorite Passenger Car MPV dalam GIIAS Jakarta 2026.
Namun, perjalanan Carens ternyata belum berhenti pada mesin konvensional.
Di GIIAS Jakarta 2026, Kia memperlihatkan Carens EV Concept, sebuah gambaran mengenai bagaimana Carens akan melangkah memasuki era elektrifikasi. Konsep ini mempertahankan DNA utama Carens sebagai kendaraan keluarga tiga baris, tetapi membawanya ke dalam pengalaman mobilitas yang lebih modern.
Carens EV Concept menawarkan kabin fleksibel, panoramic display, panoramic sunroof, konektivitas, serta teknologi ADAS. Semua dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini.
Yang menarik, langkah elektrifikasi Carens tidak berdiri sendiri. Kia juga menempatkan pengembangan kendaraan listrik tersebut dalam konteks penguatan ekosistem otomotif nasional, termasuk kapabilitas manufaktur lokal dan pasokan baterai di Indonesia.
Kia menyebut Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listriknya saat ini telah melampaui persyaratan minimum pemerintah sebesar 40 persen dan diproyeksikan terus meningkat hingga mendekati 80 persen.
Artinya, perjalanan Carens menuju era listrik bukan hanya tentang mengganti mesin pembakaran dengan motor listrik. Ada upaya untuk membangun kendaraan yang semakin dekat dengan kebutuhan pasar Indonesia sekaligus tumbuh bersama ekosistem industri nasional.
“Kebutuhan keluarga tetap menjadi inti dari pengembangan Carens. Dengan hadirnya pilihan penggerak listrik, kami ingin membawa pilihan baru yang tetap nyaman, praktis, dan mudah digunakan sehari-hari,” kata Welly.
Menurutnya, dukungan produksi lokal juga menjadi bagian penting agar pengembangan kendaraan listrik semakin sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Melalui konsep yang ditampilkan di GIIAS, masyarakat setidaknya sudah dapat melihat arah perjalanan yang tengah disiapkan Kia.
Seperempat abad lebih Carens hadir bersama keluarga Indonesia akhirnya membawa satu pesan sederhana: zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi kebutuhan keluarga untuk memiliki kendaraan yang nyaman, praktis, dan dapat diandalkan tetap menjadi titik awal.
Kini, setelah melewati perjalanan panjang sejak 1999, Carens bersiap membuka halaman baru. Dari MPV keluarga menuju era listrik, Kia ingin memastikan bahwa perjalanan berikutnya bukan sekadar tentang kendaraan yang lebih modern, melainkan tentang bagaimana sebuah mobil keluarga terus tumbuh bersama perubahan kehidupan penggunanya.























