JAKARTA, MEDIAINI.COM — Kesempatan untuk bekerja dan berkembang semestinya terbuka bagi siapa pun, termasuk penyandang disabilitas. Semangat itulah yang diusung Maxim Indonesia bersama Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) dalam memperingati Hari Tuli Sedunia.
Melalui seminar edukatif bertajuk “Setara Berdaya: Peluang Tanpa Batas Bersama Maxim dan Gerkatin”, Maxim dan Gerkatin tidak hanya menghadirkan ruang edukasi, tetapi juga membuka akses kesempatan kerja bagi anggota komunitas Tuli yang ingin menjadi mitra pengemudi.
Kegiatan tersebut ditujukan bagi mitra pengemudi Maxim dan anggota Gerkatin sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian serta kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah, Regional Development Manager Maxim Indonesia Deni Gustiawan Chandra, Pekerja Sosial Ahli Madya Kementerian Sosial Republik Indonesia Indra Gunawan, serta Ketua Umum DPP Gerkatin Wilma Redjeki.
Bagi Maxim, inklusivitas tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan edukatif. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan juga mengajak anggota Gerkatin yang berminat untuk bergabung sebagai mitra pengemudi dengan melakukan pendaftaran secara langsung.
Dukungan tersebut diperkuat melalui potongan komisi khusus sebesar 1 persen bagi mitra disabilitas. Maxim juga memberikan stiker penanda pengemudi Tuli serta bimbingan penggunaan aplikasi secara langsung kepada anggota Gerkatin yang hadir dan melakukan pendaftaran.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu para mitra pengemudi Tuli dalam menjalankan aktivitasnya sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi mereka untuk membangun kemandirian ekonomi.
Development Director Maxim Indonesia, Dirhamsyah, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari misi perusahaan dalam membangun ekosistem transportasi online yang lebih inklusif.
“Maxim senantiasa mendukung lingkungan transportasi online yang inklusif dan ramah disabilitas, sesuai dengan tujuan kehadiran Maxim untuk memberikan akses transportasi online yang mudah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dirhamsyah.
Ketua Umum DPP Gerkatin, Wilma Redjeki, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam menciptakan ruang yang ramah bagi komunitas Tuli menjadi bagian penting dari upaya pemberdayaan.
“Kami menyambut baik inisiasi dari Maxim untuk menciptakan layanan yang ramah bagi komunitas Tuli. Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi semua,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pekerja Sosial Ahli Madya Kemensos RI, Indra Gunawan, menilai kolaborasi antara Maxim dan Gerkatin memberikan ruang aksesibilitas sekaligus peluang kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.
“Kami mendukung penuh kolaborasi antara Maxim dan Gerkatin dalam membuka ruang aksesibilitas serta kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan hak dan kemandirian bagi seluruh warga negara, termasuk para teman Tuli,” ungkap Indra.
Peringatan Hari Tuli Sedunia melalui kegiatan tersebut pun menjadi momentum untuk melihat inklusivitas bukan sekadar sebagai slogan, melainkan melalui kesempatan nyata yang dapat diakses oleh komunitas disabilitas.
Dengan membuka peluang menjadi mitra pengemudi, memberikan dukungan penggunaan aplikasi, serta menghadirkan skema khusus bagi mitra disabilitas, Maxim dan Gerkatin berupaya membangun ruang yang memungkinkan penyandang disabilitas untuk berdaya dan mandiri.
Melalui kolaborasi tersebut, Maxim menegaskan komitmennya untuk terus berjalan bersama komunitas disabilitas, memperluas peluang ekonomi yang setara, serta menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.























