BANDUNG, MEDIAINI.COM — Semangat berkarya para sineas muda kembali mendapat panggung internasional. Goethe-Institut Bandung resmi mengumumkan tujuh karya serial terbaik dalam malam penganugerahan Seriale Indonesia 2026 yang digelar di ARTOTEL Bandung, Minggu (26/7/2026). Lebih dari sekadar ajang penghargaan, festival ini menjadi bukti bahwa karya kreatif Indonesia mampu berdialog dengan dunia melalui kekuatan cerita.
Dari 29 serial yang masuk nominasi, tujuh karya berhasil meraih penghargaan utama di berbagai kategori. Para pemenang, khususnya dari Indonesia, akan memperoleh kesempatan istimewa untuk mempresentasikan karya mereka dalam program die Seriale 2026 di Jerman. Kesempatan tersebut membuka jalan bagi sineas Tanah Air untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan kreativitas Indonesia kepada audiens global.
Seriale Indonesia tahun ini menghadirkan beragam karya dari Indonesia, Jerman, hingga berbagai negara lainnya. Genre yang ditampilkan pun sangat beragam, mulai dari drama, dokumenter, horor, animasi, hingga serial anak. Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa serial kini telah menjadi medium yang efektif dalam menyampaikan gagasan, mempererat pertukaran budaya, dan membangun pemahaman lintas negara.
Direktur Goethe-Institut Bandung, Matthias Ventker, menegaskan bahwa keberhasilan festival ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat.
“Malam ini Seriale Indonesia merayakan pencapaian luar biasa. Namun, sesungguhnya ada banyak pemenang: setiap pembuat film, setiap mahasiswa, setiap relawan, setiap mitra, dan setiap penonton yang telah berkontribusi menjadikan festival ini ruang pertemuan yang hidup bagi seni bercerita serial,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah karya besar tidak lahir dari individu semata, melainkan dari kolaborasi, dedikasi, dan semangat untuk terus berinovasi.
Adapun daftar penerima penghargaan Seriale Indonesia 2026 meliputi:
- Best Animation Series: 2 Aliens – Sutradara Thomas Zeug (Jerman)
- Best Horror Series: Greystanes – Sutradara Ryan Cauchi (Australia)
- Best Idea Series: Bad People – Sutradara Nathalie Lamb
- Best International Series: Respire Fort – Sutradara Arthur Fanget (Prancis)
- Best German Series: The Widow Killer – Sutradara Christopher Schier
- Best Student Series: Kala Lima – Sutradara Anisa Putri Balqis (Universitas Padjadjaran, Indonesia)
- Best Indonesian Series: Mystery Club Adventures – Sutradara Nanda Rahmadya (Indonesia)
Keberhasilan Kala Lima dan Mystery Club Adventures menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa talenta lokal mampu bersaing di tingkat internasional ketika didukung oleh ide yang kuat, kualitas produksi yang baik, dan keberanian untuk menghadirkan cerita yang relevan.
Festival ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi dari berbagai perguruan tinggi, yakni Erik Pauhrizi (Universitas Pendidikan Indonesia), Imam Budi (Universitas Aisyiyah), Lingga Agung (Telkom University), Muhammad Akbar (Universitas Widyatama), dan Yustinus Ardhitya (Universitas Katolik Parahyangan), bersama para profesional industri perfilman Indonesia serta perwakilan festival serial internasional seperti die Seriale, Bilbao Seriesland, dan Web Series World Cup.
Melalui Seriale Indonesia 2026, Goethe-Institut Bandung kembali membuktikan bahwa kolaborasi lintas budaya mampu melahirkan ruang kreatif yang mempertemukan berbagai perspektif. Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berani bercerita, dan membawa kisah-kisah Indonesia melintasi batas negara menuju panggung dunia.






















