SEMARANG, MEDIAINI.COM – Harapan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk berkembang di tengah persaingan era digital semakin menemukan jalannya. Melalui kolaborasi antara Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, puluhan pelaku UMK tak hanya belajar memasarkan produk secara digital, tetapi juga dipersiapkan menjadi pengusaha yang lebih produktif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Program Digital Camp: SDM UMK Go-UP yang ditutup di Aula Srikandi BBPVP Semarang, Rabu (15/7/2026), menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai dari pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian.
Bagi 24 peserta yang lolos proses kurasi, kesempatan mengikuti program ini bukan sekadar memperoleh ilmu baru. Mereka mendapatkan pendampingan yang dirancang agar mampu mengubah cara menjalankan usaha, mulai dari membangun strategi pemasaran digital, menciptakan konten promosi yang menarik, hingga memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Selama dua hari pelatihan, sebanyak 16 peserta mendapatkan pembelajaran langsung dari tim PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Sementara itu, delapan peserta lainnya akan memperoleh pelatihan lanjutan dari instruktur BBPVP Semarang yang sebelumnya mengikuti proses shadowing bersama narasumber GoTo. Pola ini menjadi strategi agar transfer pengetahuan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berlanjut dan memberi manfaat kepada lebih banyak pelaku usaha.
Suasana penutupan pun terasa berbeda. Mini bazaar yang digelar menghadirkan beragam produk hasil karya peserta. Bukan sekadar memamerkan dagangan, bazaar tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa ilmu yang baru diperoleh langsung diterapkan. Para peserta mempraktikkan teknik pemasaran, berinteraksi dengan calon konsumen, sekaligus membangun jejaring bisnis yang diharapkan membuka peluang kerja sama baru.
Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menegaskan bahwa pelatihan vokasi saat ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pelatihan vokasi harus menghasilkan perubahan yang nyata. Keberhasilan program bukan hanya diukur dari berapa orang yang dilatih, tetapi dari berapa banyak lulusan yang bekerja serta lulusan yang menjadi pelaku usaha yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan peluang kerja baru. Karena itu, kami membangun ekosistem yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, digitalisasi, hingga akses pembiayaan,” ujarnya.
Menurut Fikri, tantangan UMK saat ini tidak hanya soal kemampuan memproduksi barang berkualitas, tetapi juga bagaimana mampu bersaing di pasar digital yang terus berkembang. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga sektor keuangan menjadi fondasi penting agar UMK benar-benar mampu naik kelas.
“Digital Camp: SDM UMK Go-UP merupakan contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghasilkan program yang lebih komprehensif. Pemerintah menghadirkan pelatihan dan pendampingan, industri berbagi pengalaman dan teknologi, sedangkan lembaga keuangan membuka akses permodalan. Inilah ekosistem yang dibutuhkan agar UMK dapat berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Komitmen tersebut juga terlihat dari kehadiran sejumlah lembaga keuangan, seperti BRI, BSI, Bank BJB, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang memperkenalkan berbagai alternatif pembiayaan bagi peserta. Langkah ini membuka kesempatan bagi para pelaku UMK untuk memperoleh modal usaha guna mempercepat pengembangan bisnis mereka.
Namun perjalanan para peserta belum berakhir. Setelah pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti Bimbingan dan Konsultansi (Bimkon) Peningkatan Produktivitas selama 15 hari kerja. Dalam tahap ini mereka akan didampingi mengidentifikasi tantangan usaha, menyusun strategi perbaikan, menerapkan peningkatan produktivitas, hingga mempresentasikan hasil implementasi di akhir program.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan tidak lagi sekadar memberikan materi di dalam kelas, tetapi benar-benar mendampingi peserta hingga mampu menerapkan perubahan di lapangan.
Di tengah derasnya arus transformasi digital, Digital Camp: SDM UMK Go-UP menghadirkan optimisme baru. Program ini membuktikan bahwa ketika pemerintah, industri, dan sektor keuangan berjalan bersama, pelaku usaha kecil memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, bahkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Dari Semarang, semangat itu kini menyebar: bahwa usaha kecil bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa menjadi penggerak ekonomi Indonesia yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing di era digital.






















