JAKARTA, MEDIAINI.COM – Jemaah haji Indonesia kini tidak perlu khawatir lagi dengan kebutuhan uang saku untuk biaya hidup selama menunaikan ibadah di Arab Saudi.
Pasalnya, pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH ) bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyiapkan uang tunai sebesar 139.237.500 riyal atau setara Rp 542 miliar untuk memenuhi kebutuhan uang saku para jemaah haji selama berada di Tanah Suci.
Nantinya, setiap jemaah haji Indonesia akan menerima uang saku senilai 1.500 riyal atau sekitar Rp 5,8 juta. Uang saku tersebut akan dibagikan pemerintah saat jemaah sudah masuk asrama pada 3 Juni 2022. Sekadar informasi, pemberangkatan kelompok terbang (kloter) jemaah haji dari Indonesia pertama dilakukan pada 4 Juni 2022.
“Sudah menjadi tugas utama BPKH untuk mendukung pemerintah dalam penyelenggaraan haji di bidang pengadaan keuangan. BPKH juga berterima kasih kepada BRI sebagai bank pemerintah yang sudah mendukung kelancaran kegiatan ini,” ujar Acep Riyana Jayaprawira, Anggota Badan Pelaksana Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko BPKH, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Jumat (27/5/2022).
Menurut Acep, uang saku yang dibagikan kepada para jemaah akan sangat berguna selama jemaah menjalankan proses ibadah haji. Dengan mempertimbangkan banyaknya jumlah jemaah dari seluruh dunia yang akan beribadah, ditambah tingginya mobilisasi di Arab Saudi, uang tersebut dapat digunakan dalam kondisi-kondisi mendesak.
Persiapan Kian Matang, Jemaah Haji dapat Layanan Maksimal
Secara terpisah, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu (SIHDU) Ditjen PHU Kementerian Agama Republik Indonesia, Jaja Jaelani, menjelaskan beberapa persiapan pemerintah sebelum memberangkatkan para jemaah. Jaja optimis, penyelenggaran ibadah haji tahun ini akan berjalan lancar.
“Diharapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini aman, sesuai dengan syariah, tidak terjadi hal- hal yang tidak diinginkan dan para peserta bisa menjadi haji yang mabrur,” kata Jaja.
Jaja menilai, kerinduan masyarakat Indonesia yang absen melaksanakan haji selama dua tahun akibat pandemi, akan memperlancar proses ibadah haji.
Untuk tahun ini sendiri, Pemerintah Arab Saudi telah membuka gerbang internasional untuk kedatangan jemaah haji dari seluruh dunia. Arab Saudi memberikan kuota haji Indonesia sebanyak 100.051 orang yang terdiri atas 92.825 haji reguler dan 7.226 haji khusus.
Sejumlah protokol kesehatan yang ketat akan diterapkan. Mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah dan juga kesehatan. Untuk akomodasi di Madinah, dipastikan jemaah akan menempati hotel di wilayah Markaziyah dengan jarak terjauh 650 meter dari Masjid Nabawi.
Sementara di Mekah, jarak terjauh hotel Jemaah adalah 4 km dari Masjidil Haram. Untuk layanan katering, jemaah akan mendapatkan makan sebanyak 119 kali selama di Tanah Suci, baik di Madinah, Jeddah, Mekah, maupun pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Bahkan untuk memastikan layanan yang akan diterima jemaah haji Indonesia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meninjau langsung sejumlah fasilitas di Arab Saudi yang akan digunakan jemaah Indonesia.
“Saya sudah cek semua layanan di Saudi, baik akomodasi, transportasi, katering, serta layanan kesehatan, dan alhamdulillah semua siap,” ujar Menag Yaqut, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag pada Jumat (27/5/2022).
Selanjutnya, Menag mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan jelang keberangkatan haji.
“Saya perlu sampaikan, di Saudi sedang musim panas. Jadi kemarin kami ke sana, itu temperatur kurang lebih 40 – 44 derajat celcius,” ungkap Menag.
“Menurut informasi yang saya terima di Saudi, itu belum di masa puncak. Nanti di saat pelaksanaan ibadah hingga puncak haji diperkirakan bisa mencapai 50 derajat celcius,” imbuhnya.
Menag berharap jemaah mulai mempersiapkan diri dengan kondisi tersebut. Salah satunya dengan memperhatikan asupan gizi dan kondisi kesehatan jelang keberangkatan.
“Kesehatannya dipersiapkan, biasakan diri untuk beradaptasi dengan situasi yang ekstrim, suhu udara yang ekstrim,” ujar Gus Men, begitu ia biasa disapa.
Gus Men berharap semua jemaah haji Indonesia memiliki kesiapan fisik yang prima untuk melaksanakan ibadah haji. “Setidaknya untuk melaksanakan semua proses ibadah dari awal sampai akhir. Itu pesan saya. Persiapkan fisik sebaik-baiknya dan mental tentu saja,” pesan Gus Men.
Selain itu, Gus Men juga menyarankan kepada jemaah untuk memperdalam manasik haji serta melakukan persiapan fisik. “Dalam masa tunggu ini sampai nanti jemaah haji diberangkatkan, persiapan ini penting untuk dilakukan. Jangan meremehkan situasi apa pun. Jaga kesehatan, banyak minum saat di sana agar tidak dehidrasi,” pungkasnya. (Tivan)






















