JAKARTA, MEDIAINI.COM – Bergaya hidup sehat dan hindari hipertensi untuk mencegah berbagai penyakit lain timbul jadi pekerjaan rumah setelah merayakan Idul Fitri yang baru saja berlalu. Layaknya sebuah tradisi, masyarakat Indonesia selalu merayakan hari raya umat Islam tersebut dengan aneka hidangan Lebaran yang menggugah selera.
Ketupat, opor, rendang, dan makanan bersantan lainnya tentu sangat identik dengan sajian di hari raya. Terkadang, Lebaran menjadi momen ‘balas dendam’ setelah satu bulan berpuasa.
Namun jika tidak dikontrol, ada sejumlah intaian bahaya dibalik hidangan-hidangan lezat tersebut, mulai dari kalori yang tinggi, kolesterol, gula, garam, dan tentu saja lemak tak jenuh. Jika tidak bijak dalam menyantapnya, risiko hipertensi dan diabetes bisa mengincar tubuh mereka. Apalagi hal ini tidak peduli terhadap usia. Baik muda maupun usia lanjut, risiko ini tetap ada.
“Dampaknya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ini akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan penyakit yang terkait,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur Omron Healthcare Indonesia dalam konferensi pers virtual pada Jumat (20/5/2022).
Bahkan khusus hipertensi, jumlah penderita hipertensi di dunia tercatat terus meningkat setiap tahunnya. Menurut riset yang dilakukan Imperial College London dan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, prevalensi pengidap hipertensi mengalami pertumbuhan pesat dari 650 juta menjadi 1,28 miliar orang dalam tiga puluh tahun terakhir.
Dari angka tersebut, hampir separuhnya atau total 720 juta orang, tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi. Padahal, hipertensi atau tekanan darah tinggi hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.
Di sisi lain, pemeriksaan tekanan darah secara teratur dan kepatuhan terhadap pengobatan hipertensi yang menjadi kunci untuk kontrol hipertensi secara optimal, seringkali diabaikan masyarakat.
Bertepatan dengan perayaan Hari Hipertensi Sedunia 2022, Omron Healthcare menginisiasi kampanye Going for Zero karena meyakini kemungkinan terciptanya dunia yang bebas serangan jantung (Zero heart attacks) dan bebas kejadian stroke (Zero strokes).
Dalam momen perayaan Hari Hipertensi Sedunia 2022 ini, Omron bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) berbagi informasi tentang pengendalian tekanan darah, kepatuhan pengobatan hipertensi dan implementasi Going for Zero dalam menciptakan dunia bebas penyakit kardiovaskular.
Tips Hindari Hipertensi Setelah Lebaran
Salah satu poin dalam kampanye Going for Zero Omron antara lain mengupas seputar trik dan tips hindari hipertensi dengan menjalankan langkah-langkah berikut ini:
1. Latihan
Tips pertama hindari hipertensi dengan sedikit lebih aktif. Jalan kaki lebih baik daripada berkendara, naik tangga daripada lift, parkir lebih jauh dan hitung langkah untuk jantung yang lebih sehat. Berolahraga yang ringan jadi salah satu cara mudah yang bisa dilakukan.
2. Makan Dengan Cerdas
Cobalah untuk menemukan makanan pengganti yang rendah lemak dan rendah sodium yang juga rasanya enak sebagai solusi hindari hipertensi. Sebagai contoh, kalium yang ditemukan dalam pisang dan wortel adalah obat alami terbaik untuk jantung Anda.
“Kurangi makanan yang mengandung banyak natrium. Makanan yang natriumnya banyak itu mudah dikenali, yang gurih-gurih atau asin. Jadi, kurangi makan mie instan, atau takaran bumbunya dikurangi,” kata dr. Badai Bhatara, Ketua Pokja Hipertensi PERKI.
3. Hilangkan Kebiasaan Buruk
Hindari hipertensi dengan meninggalkan kebiasaan konsumsi alkohol berlebih dan tidak merokok. Jika Anda ingin minum minuman beralkohol, cobalah anggur merah, dengan jumlah (takaran) sedang. Itu lebih baik untuk jantung Anda.
4. Manajemen Stres
Hindari hipertensi dengan pengelolaan stres yang baik. Sebab, stres adalah bagian normal dari kehidupan. Tetapi terlalu banyak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Bersantai dengan melakukan hal-hal yang Anda sukai (yoga, berkebun, membaca, tidur delapan jam, dan lain-lain), maka Anda akan mendapat manfaat.
5. Cek Kesehatan Mandiri
Kemudian, hindari hipertensi dengan memantau tekanan darah Anda secara teratur. Mengetahui angka tekanan darah Anda sepanjang hari dapat membantu Anda melihat serangan jantung atau stroke datang dan mengambil tindakan untuk menyelamatkan hidup Anda sendiri.
Pemeriksaan mandiri juga sangat dianjurkan agar masyarakat bisa memantau kesehatannya setiap saat. Sehingga, mereka bisa terhindar risiko hipertensi atau diabetes yang fatal.
Salah satunya adalah dengan memonitor tekanan darah secara berkala, baik pagi hari dan malam hari menjelang tidur. Tekanan darah yang normal menunjukkan bahwa suplai darah yang berisi oksigen dan makanan ke seluruh organ tubuh terjaga dengan baik.
Jika hasil pengukuran menunjukkan hal yang tidak normal, maka kita bisa berkonsultasi dengan dokter. Dengan memanfaatkan catatan pengukuran tekanan darah yang dilakukan secara berkala, dokter akan lebih mudah dalam melakukan diagnosa sehingga penanganan yang dilakukan bisa lebih presisi. (Tivan)






















