JAKARTA, MEDIAINI.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana menutup sejumlah perusahaan BUMN. Dengan demikian, dipastikan bakal ada perusahaan BUMN yang tutup.
Pernyataan ini disampaikan Erick usai mengumumkan penutupan 3 perusahaan BUMN, yaitu PT Kertas Kraft Aceh, PT Iglas, dan PT Industri Sandang Nusantara.
“Kalau ini (BUMN) bukan bagian bisnis model yang kami konsolidasi, tentu kami terbuka untuk perusahaan seperti ini dibubarkan. Kami juga sedang review perusahaan lain, dari 7 kemarin masih ada 4 lagi. Tetapi apakah hanya terbatas ini? Tidak. Kami juga sudah menutup anak cucu perusahaan BUMN yang jumlahnya 800 mungkin sekarang sudah ada 51. Menyusul nanti banyak lainnya,” kata Erick dalam konferensi pers virtual pada Kamis (17/3/2022).
Meski beberapa perusahaan BUMN ditutup, namun Erick mengklaim bahwa pengurangan jumlah perusahaan plat merah beserta anak-cucunya tidak akan mengurangi pendapatan negara dari BUMN.
Bahkan, kata Erick, konsolidasi BUMN menjadi opsi yang diambil pemerintah untuk meraup pendapatan sebanyak-banyaknya, karena operasional negara berkurang. Selain itu, konsolidasi juga dilakukan untuk mendukung masyarakat pada situasi pangan dan energi yang saat ini tengah mengalami ketidakpastian rantai pasok.
“Kita harus lakukan itu karena tak mungkin pemerintah hanya mendapat pemasukan dari pajak saja. Kontribusi kami hampir Rp 377 triliun di 2020, di 2021 lagi dihitung, dan ini bagian dari dividen, pajak, bagi hasil. Ini kami lakukan supaya negara kita dalam situasi global yang tidak pasti ini punya fondasi neraca keuangan yang kuat,” sambung pengusaha tajir tersebut.
Minimalkan Tindak Korupsi di BUMN
Pada kesematan yang sama, Erick juga berencana bahwa untuk ke depannya, Kementerian BUMN akan memastikan penambahan modal untuk perusahaan plat merah yang benar-benar bekerja secara tepat dan efektif. Penambahan modal ini dilakukan mengingat investasi pemerintah kepada BUMN berada dalam kondisi sehat.
Di sisi lain, pengerucutan perusahaan BUMN juga menjadi cara bagi pemerintah untuk mengurangi praktik korupsi. Pasalnya, kebanyakan kasus korupsi yang diciduk KPK melibatkan perusahaan BUMN.
“Jadi kalau ada pihak-pihak yang bilang utang BUMN besar, ya memang. Itulah kenapa di bawah kementerian kami rapikan mana utang yang produktif dan koruptif, yang koruptif kita sikat. Tapi valuasi dari BUMN yang sehat jauh sekarang, dan terus kita genjot karena akan makin banyak perusahaan BUMN go public dan ini bagian dari transparansi dan profesionalisme,” lanjut mantan pemilik Inter Milan tersebut.
Sedangkan dalam video singkat di akun Instagram resminya, Erick Thohir mengatakan impian terbesarnya selama menjabat Menteri BUMN, yaitu ingin kontribusi BUMN kepada negara semakin besar.
“Kalau saya tidak usah muluk-muluk, kontribusi BUMN semakin besar kepada negara,” kata Erick.
Selain itu, dia juga mamastikan bahwa jumlah BUMN akan semakin kecil. Ini artinya akan ada lagi BUMN yang akan dibubarkan oleh pemerintah.
“Kedua, jumlah (perusahaan) BUMN akan semakin kecil tetapi semakin besar food print-nya. Ketiga peran daripada pelayanan BUMN kepada masyarakat semakin maksimal, tentu ini semua ada KPI-nya. Saya tak bisa bicara ini tanpa angka-angka,” jelas dia.
Daftar Perusahaan BUMN yang Akan Dibubarkan
Meski sudah menelan tiga ‘tumbal’, masih ada beberapa perusahaan BUMN lain di bawah kelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA dan PT Danareksa (Persero) yang akan dibubarkan pemerintah, antara lain:
- PT Industri Gelas (Persero)
- PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
- PT Kertas Leces (Persero)
- PT Istaka Karya (Persero)
- PT Kertas Kraft Aceh (Persero)
- PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
- PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)
- PT PLN Batubara
(Tivan)





















