JAKARTA, MEDIAINI.COM – Bisnis Laudya Cynthia Bella makin bersinar setelah bercerai dengan Engku Emran pada tahun 2020 lalu.
Bayangkan saja, artis yang mengawali kariernya sebagai model majalah sampul itu memiliki lebih dari 5 lini usaha. Salah satunya adalah bisnis printing busana muslim.
Namun sebelum mengenal lebih jauh tentang bisnis Laudya Cynthia Bella terbaru, mantan kekasih Raffi Ahmad ini kembali menjadi sorotan setelah mengatakan tidak ingin berpacaran lagi.
“Aku nggak pacaran dengan siapa pun. Aku kayak pengen lebih kenal satu sama lain, kalo emang udah sama-sama nyaman, kalau emang udah jalannya nikah ya nikah gitu,” ujar artis yang sempat bermain dalam film Surga Yang Tak Dirindukan itu ketika menjadi bintang tamu dalam sebuah saluran YouTube, yang dikutip pada Kamis (10/3/2022).
Selain itu, ia menghindari pacaran agar bisa menjalin hubungan sesuai dengan syariat Islam, yang tidak memperbolehkan dirinya bersentuhan dengan lelaki yang belum halal bagi dirinya.
“Jadi nggak mau pacaran yang kayak pegangan tangan apa segala macem. Aku kayak ngulang aku yang dulu,” lanjut artis yang pernah tergabung dalam grup Bukan Bintang Biasa (BBB) itu.
Al Fazza Sublimation Printing, Bisnis Laudya Cynthia Bella Paling Baru
View this post on Instagram
Kembali menjadi single mendorong artis asal Bandung itu untuk menjadi pribadi yang kuat dan mandiri, termasuk dalam urusan mencari pendapatan.
Kini, bisnis Laudya Cynthia Bella mulai menggurita. Salah satunya berasal dari bisnis printing busana muslim yang ia diberi nama Al Fazza Sublimation Printing.
Diintip dari akun Instagram @alfazzasublimationprinting pada Kamis (10/3/2022), Al Fazza Sublimation Printing menampilkan beberapa model baju muslim karya Laudya Cynthia Bella.
Bahkan, artis yang kini berusia 34 tahun itu juga menerima jasa printing sublim dengan berbagai bahan tekstil. Bisnis printing Laudya Cynthia Bella itu juga dikerjakan dengan sangat teliti dengan disesuaikan keinginan para pelaku industri fashion.
Maka, tidak mengherankan jika hasil dari usaha printing Laudya Cynthia Bella itu tampak berbeda dari yang lainnya, sekaligus menjadi nilai jual dari merek tersebut. Tak hanya itu, motif serta desainnya pun tampak sangat bagus dan jelas serta mengikuti tren kekinian.
Tips Memulai Usaha Digital Printing Bagi Pemula
Bisnis Laudya Cynthia Bella sukses dengan usaha digital printing memerlukan beberapa tahapan dan langkah. Berikut hal yang dipertimbangkan :
1. Tentukan Segmen Pasar
Hal pertama yang harus dilakukan merintis digital printing seperti bisnis Laudya Cynthia Bella adalah menentukan segmen pasar. Tentukan apakah Anda akan fokus pada pesanan perseorangan atau menargetkan konsumen dari perusahaan?
Jika Anda fokus pada pesanan perseorangan, order yang akan masuk jumlahnya satuan. Anda bisa mengerjakannya lebih santai. Tapi seandainya memutuskan untuk melayani perusahaan, pesanan yang masuk tentu dalam partai besar. Sayangnya, pembayaran biasanya lebih lambat untuk masuk.
2. Siapkan Modal
Modal sangat penting dalam memulai sebuah bisnis, termasuk dalam usaha digital printing. Tentukan fokus usaha Anda dan persiapkan modal untuk membeli peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan.
Sebisa mungkin Anda menggunakan uang yang sudah ada sebagai modal. Hindari mengambil kredit usaha dari bank, angsuran yang harus dibayar setiap bulan cukup memberatkan bagi usaha yang baru dirintis.
Di permulaan usaha, kemungkinan untuk gagal masih sangat besar. Sehingga mengambil kredit usaha dari bank cukup berisiko.
3. Pilih Lokasi Usaha yang Strategis
Lokasi usaha yang baik adalah di tempat strategis yang banyak dilalui orang. Namun, Anda juga bisa memulai usaha digital printing dari rumah. Akan lebih menguntungkan lagi jika rumah Anda berada di tepi jalan raya.
Anda membutuhkan setidaknya dua buah ruangan, yang pertama untuk mesin dan yang kedua untuk pelayanan dan melakukan finishing. Kedua ruangan ini tak perlu terlalu luas, yang penting nyaman dan dapat membuat Anda bekerja dengan lancar.
4. Siapkan Dana Operasional
Tips memulai usaha digital printing yang keempat adalah menyiapkan dana operasional. Dana ini dibutuhkan untuk membeli peralatan dan bahan untuk produksi. Selain itu, Anda juga perlu membayar tagihan listrik dan internet, serta menggaji karyawan.
Di tahap awal, Anda perlu menyiapkan dana operasional selama sebulan sekaligus dana darurat. Dana darurat harus disiapkan untuk mengatasi hal-hal buruk yang mungkin terjadi.
Lakukan pengelolaan keuangan yang baik, karena nantinya akan berpengaruh pada bisnis digital printing yang Anda jalankan.
5. Pilih Karyawan
Jika Anda memutuskan untuk fokus dengan konsumen perusahaan, sebaiknya Anda merekrut karyawan. Sebab Anda tak mungkin mengerjakan seluruh pesanan seorang diri.
Pilih karyawan yang mahir mengoperasikan mesin digital printing dan memiliki pengalaman di bidang ini. Perhatikan juga apakah orang tersebut mampu bekerja sama dengan Anda.
Saat memulai usaha, Anda tak perlu merekrut terlalu banyak karyawan. Jika kemudian hari pesanan semakin banyak dan tak bisa diatasi oleh karyawan yang ada, Anda bisa merekrut orang baru untuk bergabung.
6. Susun Strategi Promosi
Tips terakhir dalam memulai usaha digital printing adalah menyusun strategi promosi yang tepat. promosi dilakukan untuk memperkenalkan bisnis yang Anda rintis kepada masyarakat.
Promosi tak harus dilakukan dengan biaya yang mahal, gunakanlah media sosial untuk menekan modal. Buatlah berbagai tawaran menarik untuk calon pelanggan. Anda juga bisa mengajukan proposal kerjasama ke perusahaan sebagai salah satu langkah promosi. (Tivan)






















