JAKARTA, MEDIAINI.COM – Penampilan fisik sering kali menjadi fokus utama perawatan kecantikan,
namun rupanya kondisi gigi menyimpan kekhawatiran tersendiri yang cukup besar bagi banyak
wanita Indonesia. Hal ini dibuktikan melalui laporan ZAP Beauty Index 2023 yang berkolaborasi
dengan MarkPlus Inc. yang mengungkapkan bahwa sebanyak 27,6% dari 9.010 responden wanita
lintas generasi (Gen X, Gen Y, dan Gen Z) merasa insecure atau kurang percaya diri dengan
penampilan giginya.
Insekuritas visual ini ternyata sangat erat kaitannya dengan gaya hidup produktif masyarakat urban
saat ini yang lekat dengan tingginya konsumsi kopi dan teh harian. Kebiasaan tersebut kerap
meninggalkan noda kekuningan pada gigi dalam jangka panjang yang memengaruhi estetika senyum
secara keseluruhan. Menjawab keresahan dan kebutuhan ini, usmile Indonesia telah menghadirkan
usmile Optical White, 1st Purple Glitter Toothpaste di Indonesia, yang dirancang khusus untuk menetralkan noda kuning pada gigi dan membuat warna gigi menjadi lebih cerah sejak penggunaan pertama.
Menyemarakkan momen peringatan Hari Kartini, usmile Indonesia turut membawa pesan women
empowerment melalui kampanye Glitter Up Your Smile Kampanye ini mengajak perempuan
Indonesia untuk mematahkan insekuritas mereka dan berani memancarkan versi terbaik dari diri
mereka melalui senyum yang cerah dan memikat.
Semangat pemberdayaan ini diwujudkan melalui kolaborasi inspiratif dalam sesi podcast eksklusif
bersama Raditya Dika. Dalam siniar tersebut, komedian Boiyen yang diperkenalkan sebagai sosok
representasi Kartini Modern, membagikan perjalanan transformasinya dalam menaklukkan rasa
kurang percaya diri. Boiyen menegaskan bahwa glow up bukanlah sebuah kebetulan instan,
melainkan hasil dari kemauan perempuan untuk terus berevolusi dan berani berinvestasi pada dirinya
sendiri, mulai dari kedisiplinan menjalani gaya hidup sehat, hingga dedikasi pada perawatan diri. Ia
membuktikan bahwa dengan tekad yang kuat, setiap perempuan bisa mengambil kendali atas
penampilannya, mematahkan stigma, dan tampil memukau secara visual di depan lensa kamera.
Transformasi dan kepercayaan diri Boiyen tersebut rupanya juga lahir dari inisiatifnya yang proaktif
untuk terus belajar, salah satunya dengan menyerap ilmu dari pakar visual, fotografer kondang Rio
Motret. Sebagai sosok yang sangat memahami bagaimana noda kuning dapat merusak estetika hasil
akhir pemotretan, Rio hadir membagikan solusi profesionalnya. Menurut Rio, kilat lampu flash studio
sering kali mengekspos rona kuning gigi secara ekstrem. Oleh karena itu, ia merekomendasikan
usmile Optical White sebagai beauty secret yang bekerja layaknya color corrector atau filter alami
pada gigi sebelum pemotretan.
Hal ini dimungkinkan karena inovasi Dual Color Corrector dan Blue-Light Technology di dalamnya
bekerja dengan presisi, di mana glitter ungu mengoreksi noda kuning, sementara busa birunya mensimulasikan efek blue-light klinis untuk mengembalikan kilau alami enamel gigi sejak pemakaian
pertama.
Untuk menyempurnakan penampilannya, Rio juga menyarankan taktik color blocking bagi para
perempuan. Caranya adalah dengan memadukan gigi yang telah dirawat oleh 3D Color-Correcting
Capsules dari usmile dengan lipstik bernuansa blue-undertone, seperti merah merona atau berry.
Terakhir, agar senyum tidak terlihat kaku atau tegang akibat insecure, Rio menyarankan the tongue
trick, yaitu menempelkan ujung lidah di langit-langit mulut saat tersenyum. Ditambah dengan rona
gigi yang sudah netral, hasil foto dijamin akan jauh lebih tulus dan berdimensi.
Michelle selaku Country Manager usmile Indonesia Malaysia menjelaskan, Semangat Kartini
adalah tentang keberanian untuk tampil dan mengambil peran. Lewat kehadiran usmile Optical White
dan kampanye Glitter Up Your Smile, kami ingin setiap perempuan Indonesia memiliki beauty
secret yang praktis untuk mendukung gaya hidup produktif mereka. Kami berharap tidak ada lagi
perempuan yang menahan senyumnya di depan kamera hanya karena insecure.
Mengusung inovasi Dual Color Corrector, usmile Optical White bekerja secara visual mencerahkan
gigi melalui koreksi warna ungu dan biru. Cara kerjanya sangat presisi, di mana glitter ungu akan
masuk ke dalam celah mikro pada enamel untuk mengoreksi warna kuning secara sejak pemakaian
pertama. Produk ini juga dilengkapi dengan Blue-Light Technology yang mensimulasikan efek blue-
light klinis untuk mengembalikan kilau alami enamel gigi, sebuah fitur yang diakui oleh Rio Motret
sangat esensial untuk memantulkan cahaya flash studio dengan sempurna.
Berbeda dengan produk pemutih yang kerap memicu ngilu, usmile Optical White menawarkan proses
pencerahan yang aman, karena Dual Color-Correction dipadukan dengan Stain-Dissolving
Technology. Formula ini menggunakan perpaduan enzim alami yang lembut. Kandungan Papain di
dalamnya bekerja dengan lembut melarutkan noda pigmen eksternal untuk senyum yang lebih cerah.
Proses ini didukung oleh Dextranase yang memecah pelekatan plak untuk permukaan gigi yang lebih
bersih, serta Lysozyme yang secara efektif melawan bakteri berbahaya dan menekan aktivitas
penyebab bau mulut.
Berdasarkan uji klinis, kombinasi teknologi ini terbukti mampu mencerahkan gigi hingga 5 tingkat
dalam pemakaian rutin selama 14 hari. Produk ini mengadopsi standar 5 Major Zero Additions untuk
memastikan formula yang ekstra lembut, menjadikannya bebas dari alkohol, sukrosa, saccharin
sodium, bahan pemutih keras, dan mineral oil.
Setelah noda terangkat sempurna, usmile Optical White akan membentuk pelindung anti-noda
berlapis ganda, Dual Negative-Ion Anti-Stain Barrier, untuk mengunci kecerahan gigi selama 16 jam.
Dengan perlindungan seharian ini, senyum camera-ready bukan lagi sekadar momen sesaat di
studio.
Saat ini, inovasi beauty secret usmile Optical White telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah
melalui berbagai official store usmile Indonesia di platform e-commerce pilihan konsumen. Sejalan
dengan momentum Hari Kartini, usmile Optical White diharapkan dapat menjadi katalis
pemberdayaan perempuan agar senantiasa berani dan percaya diri memancarkan senyum sempurna
di depan lensa apa pun, baik saat pemotretan profesional maupun sekadar berpose di depan kamera
smartphone sehari-hari.






















