JAKARTA, MEDIAINI.COM – Seiring dengan menurunnya jumlah kasus Covid-19 di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk tidak memberlakukan swab PCR maupun tes antigen sebagai syarat perjalanan.
Dengan demikian, masyarakat yang ingin menyaksikan MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pun bisa menonton pembalap jagoan mereka tanpa melakukan tes PCR/antigen terlebih dahulu.
Setidaknya, itulah salah satu topik yang dibahas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Koordinator PPKM luar Jawa dan Bali, Airlangga Hartarto, saat memberikan laporannya dalam rapat evaluasi PPKM, Senin kemarin (7/3/2022).
Airlangga mengatakan, pembebasan tes PCR/antigen bagi para penonton MotoGP Mandalika itu merupakan arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu, para penonton harus sudah mendapat vaksinasi minimal dosis primer (dosis pertama dan kedua).
“Penonton di MotoGP Mandalika yang sudah dua kali vaksinasi tidak perlu dites, baik PCR maupun antigen lagi,” kata Airlangga dalam konferensi pers evaluasi PPKM yang ditayangkan saluran YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam peraturan tersebut, lanjut Airlangga, efektif berlaku untuk seluruh penonton baik yang berasal dari dalam negeri maupun wisatawan yang datang dari luar negeri. Selain itu guna mengatasi penyebaran Covid-19 pada saat penyelenggaraan balapan MotoGP, pemerintah mengurangi kuota penonton yang menyaksikan langsung balapan di Sirkuit Mandalika.
Alasan Nonton MotoGP Mandalika Tak Perlu Tes Antigen/PCR
Bukan tanpa alasan Jokowi meniadakan antigen/PCR untuk syarat nonton MotoGP Mandalika yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada 18-20 Maret 2022 nanti. Pasalnya, lanjut Airlangga, keputusan itu diambil setelah memperhatikan tingkat akselerasi vaksinasi di Provinsi NTB, khususnya kawasan Lombok yang menjadi lokasi Sirkuit Mandalika.
Dalam laporan teranyar yang ia peroleh, Airlangga menyampaikan bahwa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengakselerasi vaksin dosis pertama hingga 92,5 persen. Jika dielaborasikan, capaian vaksinasi per kota/kabupaten di wilayah Mataram mencapai 116 persen untuk dosis pertama dan 86 persen untuk dosis kedua.
Sementara itu, untuk cakupan vaksinasi di wilayah Lombok Barat telah mencapai 89,5 persen untuk dosis pertama dan dosis kedua sebanyak 70,7 persen. Lalu, Lombok Tengah 92 persen untuk dosis pertama dan 77 persen untuk dosis kedua. Kemudian untuk Lombok Timur, vaksin pertama sudah mencapai 92,7 persen dan dosis kedua 63,6 persen. Sedangkan Lombok Utara sudah menembus 88,5 persen.
Secara keseluruhan vaksin pertama 92,5 dan kedua 70,6 persen dan vaksin ketiga 3,8 persen. Dengan demikian cakupan vaksinasi dosis kedua rata-rata sudah berada di atas persen, maka Provinsi NTB ditempatkan pemerintah ke dalam wilayah asesmen level 1.
“Arahan Pak Presiden bahwa dengan dosis kedua sudah di level 70 persen maka tidak perlu tes PCR. Batas ambang dosis kedua di 70 persen,” sambung politisi Partai Golkar tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Menko Airlangga juga mengabarkan kondisi terakhir penjualan tiket MotoGP Mandalika 2022. Untuk menghindari kelebihan kapasitas penonton, pemerintah menetapkan kapasitas penonton MotoGP Mandalika hanya 60.000 orang. Padahal, kapasitas maksimal Sirkuit Mandalika mencapai 200.000 orang. Hal ini pun telah disetujui oleh Dorna selaku penyelenggara MotoGP.
Lalu untuk tiket race day di hari ketiga MotoGP 2022 dinyatakan telah habis. Meski begitu, Airlangga memaparkan bahwa masih tiket untuk hari pertama dan kedua (sesi latihan dan kualifikasi) masih tersedia.
“Persiapan motoGP secara kesiapan teknis adalah pengaspalan ulang, kapasitas penonton 60.000 dan seluruh tiket sudah sold out. Jadi Mandalika sudah sangat siap untuk menggelar pertandingan (balapan),” tukas mantan Menteri Perindustrian RI periode 2016-2019 itu. (Tivan)






















