SEMARANG, MEDIAINI.COM – Tren fashion batik 2022 diprediksi akan didominasi dengan warna cerah dan motif yang beragam. Prediksi warna cerah dengan beragam motif ini tak terlepas dari kondisi dua tahun terakhir dimana orang lebih banyak di rumah.
”Sama halnya dengan fashion umumnya, untuk batik tak jauh beda, bakal muncul batik dengan warna-warna cerah dan terang,” ungkap CEO Batik Identix Irma Susanti ditemui di sela-sela fashion show di Mal Ciputra Semarang, Rabu 2 Februari 2022.
Irma berharap tahun 2022 ini keadaan telah membaik. Orang-orang juga akan banyak berekspresi dengan sesuatu yang lebih berani. Dua tahun belakangan ini, kata dia, pandemi membuat kecenderungan warna gelap lebih mendominasi.
”Warna-warna seperti biru cerah dan warna-warna lain yang mencolok bakal diminati kembali,” jelas Irma.
Mengenai batik, Irma menyatakan pihaknya optimistis masih banyak diminati masyarakat. Apalagi saat ini makin banyak pengembang dari batik, sehingga motif yang dikeluarkan lebih beragam.
Khusus Batik Identix yang dikenal memiliki khas sebagai produk batik tulis, terus berinovasi dan dipadukan dengan tren masa kini. Bahkan, batik tulis kustom yang diproduksi Batik Identix kini banyak menerima pesanan secara khusus. Misalnya dalam Musda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng beberapa waktu lalu, batik kustom bermotif wayang Bima digunakan oleh peserta Musda.
“Batik itu sangat istimewa, jadi dalam membuat perlu riset guna menampilkan karakter si pemakai atau pemesan. Seperti dalam Musda Himpi, kami gunakan motif Bima yang menggambarkan karakter kuat seorang pemimpin,” paparnya.
Irma Susanti yang sudah melalang buana ke berbagai belahan dunia mempromosikan batik kustom ini berkolaborasi dengan seniman Sujiwo Tejo. Nantinya, lukisan-lukisan Presiden Jancukers ini akan diterjemahkan Identix menjadi pola batik, kemudian didesain menjadi busana ready to wear.
Irma pun berharap, karya-karya Sujiwo Tejo yang dijadikan motif batik mampu menjadi daya tarik dari berbagai kalangan. Apalagi, fashion ready to wear yang digarap dari lukisan Sujiwo Tejo, akan didesain menyesuaikan selera anak-anak muda.
“Ini bagian dari nguri-uri budaya Jawa. Yang selama ini hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, bisa merambah semua kalangan, termasuk generasi milenial,” terang Irma.
Tentu, kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi inovasi segar di dunia batik. “Kami coba menggabungkan dua seni dalam satu lingkaran yang disebut budaya,” jelasnya.
Ke depan, Irma akan kembali menggandeng Sujiwo Tejo untuk meramaikan fashion show. “Rencananya suatu saat kami merencanakan menggelar fashion show batik yang diiringi gendhing-gendhing ciptaan Sujiwo Tejo,” ungkapnya.
Tren fashion batik 2022 diprediksi akan didominasi dengan warna cerah dan motif yang beragam. Prediksi warna cerah dengan beragam motif ini tak terlepas dari kondisi dua tahun terakhir dimana orang lebih banyak di rumah.
”Sama halnya dengan fashion umumnya, untuk batik tak jauh beda, bakal muncul batik dengan warna-warna cerah dan terang,” ungkap CEO Batik Identix Irma Susanti ditemui di sela-sela fashion show di Mal Ciputra Semarang, Rabu 2 Februari 2022.
Irma berharap tahun 2022 ini keadaan telah membaik. Orang-orang juga akan banyak berekspresi dengan sesuatu yang lebih berani. Dua tahun belakangan ini, kata dia, pandemi membuat kecenderungan warna gelap lebih mendominasi.
”Warna-warna seperti biru cerah dan warna-warna lain yang mencolok bakal diminati kembali,” jelas Irma.
Mengenai batik, Irma menyatakan pihaknya optimistis masih banyak diminati masyarakat. Apalagi saat ini makin banyak pengembang dari batik, sehingga motif yang dikeluarkan lebih beragam.






















