JAKARTA, MEDIAINI.COM – MarkPlus Conference 2022 hadirkan lebih banyak insight menarik soal pemasaran daripada jajaran lintas sektoral di hari kedua. Event marketing terbesar di Asia ini diselenggarakan pada 8-9 Desember 2021 dengan mengusung tema Business Revival Toward The Endemic: Post Normal Marketing for 2022 and Beyond. Acara ini disiarkan OMNI, offline secara terbatas dan online melalui Marketeers TV, acara ini juga turut dimeriahkan dengan booth di Food Society, Kota Kasablanka.
Pada acara ini, Andreas Andrian Pramaditya selaku Vice President of Galery Indonesia Blibli.com turut menjelaskan mengenai program Blibli x Youbeli. Program Blibli x Youbeli merupakan salah satu program dukungan Blibli.com dalam mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meraih pasar mancanegara.
Youbeli adalah salah satu e-commerce di Malaysia, hal ini disebut dengan program E2E (e-commerce to e-commerce).
“Kita berusaha untuk buka toko di salah satu e-commerce di Malaysia yang namanya Youbeli. Kami masukkan produk Indonesia dan UMKM, dengan harapan bisa dibeli teman-teman kita yang diaspora dan juga bisa dibeli oleh orang Malaysia,” ujar Andreas pada sesi talkshow MarkPlus Conference 2022 (9/12/2021).
Tak hanya berhenti di Malaysia, visi Blibli untuk bekerjasama dengan e-commece luar negeri masih terus berjalan. Saat ini ppihaknya masih berusaha menyesuaikan aturan serta regulasi yang ada di setiap negara. Target selanjutnya yaitu Amerika Serikat.
Selain Blibli.com, MyPertamina turut hadir dengan pembahasan Accelerating Digital Saby Customer Adoption in New Normal. Aplikasi MyPertamina memberikan kemudahan bertransaksi bagi para pelanggan dan volume transaksinya saat ini mencapai 14,39 juta transaksi dengan 19,86 juta pengguna.
Danang Widiasurya selaku Senior Analyst III Digital Channel Management, Digital Enhancement Technology PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwasannya penggunaan aplikasi di SPBU dengan telepon genggam aman asal sesuai protokol, “Dengan aturan yang ada di SPBU terkait manajemen HSE (Health, Security, Environment)-nya memungkinkan untuk bertransaksi dengan telepon genggam, sudah ada aturan untuk bertransksi di SPBU dan itu aman, dengan mengikuti aturan seperti jarak satu meter dari pompa,” tegasnya.
Sejalan dengan Pertamina, perusahaan finansial Astra Financial saat ini sedang berusaha bertransformasi dengan agility untuk mengembangkan layanan-layanan yang konsumen-sentris.
“Kami paham saat ini perhatian utama pelanggan adalah privasi data dan keamanan, oleh karenanya saat ini Astra Financial sudah diregistrasi sebagai Wealth Tech oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan standar ISO 27001.”
Tak hanya mendatangkan pembicara dari sektor finansial, telekomunikasi, atau properti. Samuel Wattimena, perancang busana senior Indonesia turut hadir memeriahkan MarkPlus Conference dari sudut pandang industri fashion dan kriya. Selain Samuel, Darwis Triadi yang malang melintang di dunia fotografi juga turut hadir dalam acara tersebut.
Samuel dan Darwis sepakat bahwa pandemi ini menjadi blessing in disguise di dunia fashion dan fotografi. Keduanya mampu menghasilkan terobosan-terobosan baru di tengah keterbatasan tatap muka dan aktivitas offline. Mempertebal spirit dan tekun berinovasi jadi kunci keduanya tetap berdiri tegak di tengah krisisnya masa pandemi.
Hampir seluruh pembicara yang hadir pada hari ke-dua MarkPlus Conference 2022, berinisiasi membentuk layanan konsumen sentris. Misalnya Halodoc yang merupakan leading healthcare platform di Indonesia, kemudian Garuda yang merubah fokus pemasarannya, atau MyPertamina yang memberikan reward dan referral bagi pelanggan dengan program promosi dan loyalitas khusus. (IS/AD)






















