KENDAL, MEDIAINI.COM – Sejak diberlakukannya aturan sekolah dari rumah pada tahun lalu, penerapan aktivitas sekolah resmi dilakukan di rumah untuk meminimalisir rantai penyebaran virus COVID-19. Namun hal ini tentunya belum maksimal dan efektif di terapkan, mengingat banyaknya kendala yang dihadapi oleh murid, guru, maupun orang tua.
Berangkat dari hal ini, akhirnya Komunitas Arsa Semarang —setelah dua tahun vakum— kembali mengadakan Sharing and Fun Educating atau bisa dikenal dengan SAFE yang kelima. Berlokasi di Desa Purwosari, Kabupaten Kendal, SAFE #5 diadakan pada tanggal 05-07 November 2021 lalu.
Berikan Banyak Edukasi dan Kegiatan Bermanfaat
Diwawancarai secara ekslusif oleh Mediaini.com, Yusril Ihza Mahendra, Regional Leader Komunitas ARSA Semarang menjelaskan jika kualitas pendidikan di Indonesia pada saat pandemi yang kian menurun membuatnya dan tim Komunitas Arsa Semarang beserta relawan yang terlibat ingin meningkatkan minat belajar adik-adik di pelosok desa, khususnya di Desa Purwosari ini.
“Walaupun SAFE #5 kali ini berbeda lantaran kami adakan di tengah pandemi, tentunya kami tidak pernah lepas untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah dan juga mengedukasi hal tersebut kepada adik-adik.” Ujar Yusril.
SAFE #5 Komunitas Arsa Semarang kali ini juga banyak memberikan edukasi dan pembelajaran yang menyenangkan untuk adik-adik di TPQ NU 08 Nurul Quran. Mulai dari senam, mendongeng, menulis cita-cita, hingga penyuluhan cuci tangan dan sikat gigi, semua aktivitas dilakukan di luar ruang agar kegiatan yang mengusung tema fun educating ini tetap aman dari penyebaran virus.
Adakan Penanaman Pohon dan Berikan Donasi Pada Warga Sekitar
Yusril juga menambahkan jika SAFE kali ini memiliki sedikit perbedaan dibanding SAFE sebelumnya. Event yang dilaksanakan di kaki Gunung Prau ini juga melakukan penanaman pohon di sekitaran Desa Purwosari guna reboisasi, mengingat lingkungan saat ini yang kurang terjaga.
“Penanaman pohon ini merupakan salah satu kegiatan terbaru Komunitas Arsa Semarang pada SAFE #5 kali ini. Namun saya berharap kegiatan menanam pohon ini tak hanya kami lakukan pada SAFE kali ini saja, tetapi juga bisa kami lakukan pada SAFE-SAFE selanjutnya, dan Komunitas Arsa regional lain juga menerapkan hal yang sama yaitu penamanan pohon untuk perbaikan lingkungan lokasi SAFE khususnya.” Tambah Yusril
Tak hanya pendidikan yang menjadi perhatian Komunitas Arsa Semarang, Yusril dan tim, beserta relawan juga memberikan donasi kepada warga Desa Purwosari yang memilik keterbatasan ekonomi. Bersama CT Arsa Foundation, Komunitas Arsa Semarang membagikan sembako kepada 40 keluarga. Hal ini dilakukan juga bukan tanpa alasan, pembagian sembako ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kekurangan karena dampak pandemi.
Semangat Bergerak untuk Pendidikan Indonesia
Ilham Amarullah El Huda, Ketua Acara SAFE #5 Komunitas Arsa Semarang mengaku jika SAFE kali ini tidaklah mudah, mengingat event rutin sosial Komunitas Arsa Semarang kali ini dilakukan di tengah pandemi, dan tentunya beberapa kendala teknis yang dihadapi oleh Ilham dan tim. Namun terlepas dari hal-hal tersebut, Ilham turut senang dapat berpartisipasi pada SAFE #5 dan berharap untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.
“Saya harap adik-adik TPQ NU 08 Nurul Quran dapat terus semangat belajar dan mempunyai pandangan hidup yang lebih baik ke depannya sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Desa Purwosari dengan lebih baik lagi.” Ujar Ilham.
Sependapat dengan Ilham, Yusril juga mengaminkan harapan yang sama dan berharap pendidikan di Indonesia semakin maju dan merata agar tidak ada daerah-daerah yang tertinggal di bidang pendidikan.
Kedepannya Komunitas Arsa Semarang akan kembali mengadakan Sharing and Fun Educating dengan konsep dan kualitas yang lebih baik lagi guna memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang optimal. (Aprilia)

























