JAKARTA, MEDIAINI.COM – Perjalanan karir Angela Tanoesoedibjo cukup panjang karena malang melintang tak hanya di bisnis tetapi juga aktif di berbagai organisasi. Kabarnya ramai karena mengalami insiden yang membuat banyak publik bersimpati. Tetap bersemangat mengemban tugas negara hingga sinyal kelelahan pun tak diindahkan. Ya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo jatuh pingsan di Keraton Solo, pada Sabtu lalu (6/11). Kronologi Angela Tanoesoedibjo jatuh di Solo bermula ketika dirinya menghadiri peluncuran atraksi budaya prajurit Keraton Surakarta di depan Kori Kamandungan Keraton, Sabtu sore. Saat itu, Angela terlihat anggun dengan mengenakan blus batik warna cokelat yang dipadukan dengan celana panjang hitam.
Atraksi budaya prajurit Solo merupakan salah satu bentuk karya seni tari kolosal. Penarinya terdiri atas bregada atau prajurit yang berasal dari dalam Keraton Surakarta dan bregada yang berasal dari kelompok masyarakat. Angela menjelaskan peluncuran pertunjukan ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong agar setiap destinasi mengemas agenda berbasis kearifan lokal. Tujuannya agar menjadi daya tarik bagi wisatawan di destinasi utama.
“Secara perlahan, paradigma pariwisata Indonesia akan kami dorong untuk lebih berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif,” kata Angela.
Putri pengusaha media, Hary Tanoesoedibjo, itu berdiri bersebelahan dengan Pengageng Parentah Keraton, KGPH Dipokusumo. Keduanya pun menghadap ke mic pengeras suara. Angela Tanoesoedibjo memberikan sambutan pertama kali. Setelah itu, giliran KGPH Dipo yang mendapat giliran berbicara.
Namun ketika KGPH Dipokusumo memberikan keterangan pers untuk awak media, Angela yang berdiri di sebelahnya mulai kehilangan keseimbangan diri dan sempoyongan. Dia kemudian terjatuh ke belakang. Namun, untungnya KGPH Dipo sigap menangkap tubuh Angela, sehingga tak sampai membentur lantai halaman Kori Kamandungan.
Panitia acara, sejumlah staf, hingga Kapolresta Solo Kombes Adi Safri Simanjuntak langsung membantu Angela. Deputi Pengembangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani menjelaskan Angela diduga kelelahan.”Beliau kelelahan sepertinya, tadi kami juga dari Rumah Atsiri di Tawangmangu, Karanganyar. Tapi tadi juga baik-baik saja,” ujarnya.
Perjalanan Bisnis Angela Tanoesoedibjo
Berdasarkan profil di situs resmi MNC Network, Angela Tanoesoedibjo tercatat sebagai Direktur MNCN, perusahaan induk dari stasiun RCTI, MNC, dan Global TV terhitung sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 September 2016.
Sebelum menjadi direktur, Angela sudah masuk di MNCN pada 2008 dan mendalami berbagai peran manajemen di seluruh portofolio bisnis perseroan. Di stasiun televisi grup MNC, anak sulung dari lima bersaudara dari pasangan Hary Tanoesoedibjo dan Liliana Tanoesoedibjo ini menjabat sebagai Managing Director PT Global Informasi Bermutu (GTV/Global TV).
Beberapa jabatan sebelumnya yakni Direktur PT MNI Entertainment (November 2011-Juni 2017), Wakil Direktur MNC Channels (2013-2014) dan Corporate Finance and Business Development Associate MNCN (2010-2013).
Kuasai Bisnis Saham
Selain menjabat direktur dan komisaris, ibu dua anak ini juga menggenggam saham dari beberapa perusahaan Grup MNC milik sang ayah. Mengacu laporan keuangan MNCN per Juni 2019, Angela memiliki saham MNCN sebanyak 2.678.000 saham atau 0,02% dari total saham beredar perusahaan.
Dengan asumsi harga rata-rata saham MNCN hari ini di level Rp 1.360/saham, maka nilai saham Angela sebesar Rp 3,64 miliar. Adapun saham terbesar MNCN dipegang oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yakni 65,14% atau 8.080.210.444 saham. Sementara ayahnya, Hary Tanoe, hanya memiliki 0,05% saham MNCN atau 6.000.000 saham. Investor publik memiliki 34,77% saham MNCN atau 4,31 miliar saham.
Global Mediacom sendiri merupakan induk dari Bisnis Media Grup MNC dengan membawahi beberapa perusahaan termasuk MNCN, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), dan PT MNC Studios International Tbk (MSIN). Holding dari semua Grup MNC dikendalikan oleh PT MNC Investama Tbk (BHIT). Di MNC Investama, Angela menjabat sebagai komisaris, sementara ayahnya menjabat komisaris utama. Adik Angela, Valencia Herliani Tanoesoedibjo juga menjabat komisaris.
Laporan keuangan BHIT per Juni 2019 juga menunjukkan, Angela punya 52.360.300 saham atau 0,10% saham. Dengan asumsi harga rata-rata BHIT pada hari ini Rp 75/saham, maka nilai kekayaan saham Angela di saham ini yakni Rp 3,93 miliar. Saham terbesar BHIT dipegang HT Investment Development Ltd 25,84%, sementara investor publik 34,13%.
Di MNC Studios, ternyata Angela juga punya saham 50.000 atau 0,00% dari total saham beredar, sehingga dengan asumsi harga rata-rata saham MSIN di level Rp 456/saham, maka nilai duit saham Angela di MSIN senilai Rp 22,80 juta.
Total dari tiga saham tersebut, Angela memiliki kekayaan saham sebesar Rp 7,59 miliar di usia yang masih muda, 32 tahun. Tentu saja angka ini hanya nilai saham tiga emiten MNC, belum termasuk dengan bisnis-bisnisnya yang lain di luar Grup MNC, atau kepemilikan saham di perusahaan lain. (Tivan)
Sumber Gambar : Akun Instagram @angelatanoesoedibjo





















