JAKARTA, MEDIAINI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Indonesia berpotensi alami gempa bumi berkekuatan magnitudo 8 dan potensi tsunami 30 meter. Berdasarkan penelitian dan pemodelan yang dilakukan oleh BMKG, daerah Jawa Timur yang paling dikhawatirkan alami gempa berkekuatan tinggi.
Pasalnya, belum ada alat yang akurat memprediksi secara tepat kapan bencana tersebut akan terjadi. Salah satunya potensi tsunami, BMKG mengingatkan pemerintah daerah, khususnya di wilayah Jawa Timur untuk siap hadapi bencana.
Potensi Tsunami,BMKG Lakukan Evaluasi
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi di wilayah dan hasilnya Indonesia mengalami peningkatan kejadian gempa bumi di beberapa daerah. Dalam skenario terburuk gempa bumi M 8,7 hingga genangan akibat tsunami setinggi 30 meter di sejumlah wilayah Jawa Timur.
“Terutama klaster antara lain yang ada di Jawa Timur atau tepatnya lepas pantai selatan Jawa Timur dan juga klaster di selatan Selat Sunda, selatan Jawa Barat, kemudian juga selatan Jawa Tengah serta sebelah barat kepulauan Mentawai yang dapat berdampak ke Sumatra Barat, terutama klaster-klaster tersebut,” ujar Dwikorita Karnawati.
Khusus di Jawa Timur, Dwikorita menyebut selama ini rata-rata kejadian gempa bumi mencapai 300-400 kali sebulan. Namun, sejak Januari 2021, jumlahnya sudah meningkat menjadi rata-rata 600 kali sebulan.
“Hasil analisis kami untuk wilayah Jatim, seluruh pesisir itu potensinya, tinggi maksimum 26-29 meter di Kabupaten Trenggalek, itu tinggi maksimum. Waktu tiba tercepat 20-24 menit di Kabupaten Blitar,” terang Dwikorita Karnawati.
Dari aktivitas gempa bumi di Jawa Timur, ada zona yang kosong alias seismic gap. Zona-zona kosong itu dikhawatirkan lantaran belum melepaskan energi sebagai gempa. Temuan itulah yang dijadikan skenario sebagai kemungkinan magnitudo tertinggi, juga berdasarkan kajian dari Pusat Studi Gempa Nasional kemungkinan M 8,7.
Data BMKG sejak 1936 hingga 1972, ada sembilan kejadian gempa bumi merusak lantaran intensitas guncangan mencapai VII. Artinya jika masa lalu sudah pernah terjadi ini kemungkinan masih bisa terjadi dalam waktu-waktu ke depan.
“Inilah yang kita sedang bersiap-siap karena di Jatim itu juga ada zona-zona patahan aktif yang ada di situ patahan aktif Kendeng, Pasuruan, nah zona-zona ini mohon pemerintah daerahnya perlu mewaspadai Probolinggo, ini juga RMKS di sekitar Rembang sampai ke Madura ini,” beber Dwikorita.
Meski demikian, Dwikorita Karnawati menyebut analisis ini bukan berarti tsunami dan gempa pasti terjadi. Tapi, sekedar menjadi bahan acuan bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi bila bencana ini benar-benar terjadi.
Cek Daftar Daerah Jawa Timur yang Potensi Tsunami
Berdasarkan penelusuran Mediaini, berikut daftar daerah di Jawa Timur yang menurut BMKG berpotensi diterjang tsunami:
1. Teluk Sumbreng, Kab. Trenggalek
Tinggi gelombang: 26-29 meter
Waktu datang: 28-31 menit
Tinggi genangan: 22 meter
2. Pantai Prigi, Kab. Trenggalek
Tinggi gelombang: 26-29 meter
Waktu datang: 28-31 menit
Tinggi genangan: 26 meter
3. Pantai Popoh, Kab. Tulungagung
Tinggi gelombang: 24-27 meter
Waktu datang: 27-30 menit
Tinggi genangan: 30 meter
4. Pantai Muncar, Kab. Banyuwangi
Tinggi gelombang: 4-7 meter
Waktu datang: 45-48 menit
Tinggi genangan: 18 meter
5. Pantai Pancer, Kab. Banyuwangi
Tinggi gelombang: 24-27 meter
Waktu datang: 21-24 menit
Tinggi genangan: 12 meter
6. Pantai Tambak, Kab. Blitar
Tinggi gelombang: 19-22 meter
Waktu datang: 20-24 menit
Tinggi genangan: 18 meter
7. Teluk Pacitan, Kab. Pacitan
Tinggi gelombang: 25-28 meter
Waktu datang: 26-29 menit
Tinggi genangan: 22 meter
8. Pantai Sendang Biru, Kab. Malang
Tinggi gelombang: 17-20 meter
Waktu datang: 21-24 menit
Tinggi genangan 22 meter
9. Pasirian, Kab. Lumajang
Tinggi gelombang: 13-16 meter
Waktu datang: 23-26 menit
Tinggi genangan 18 meter
10. Pantai Tempursari, Kab. Lumajang
Tinggi gelombang: 13-16 meter
Waktu datang: 23-26 menit
Tinggi genangan: 18 meter.(Ken)
Sumber Gambar :ilustrasi Pixabay























Discussion about this post