JAKARTA, MEDIAINI.COM – Perusahaan milik Tommy Soeharto, disebutkan menjual asetnya kembali. Pria bernama lengkap Hutomo Mandala Putera ini adalah anak kelima atau bungsu dari mantan Presiden RI ke-2, Soeharto. Tommy lahir pada 15 Juli 1962 atau kini berusia 58 tahun.
Di usia 30 tahun, Tommy Soeharto tercatat sudah memiliki banyak perusahaan. Grup bisnisnya ini kemudian dikenal dengan Grup Humpuss. Dilihat dari laman resmi perusahaan milik Tommy Soeharto, kelompok usaha ini bergerak di sektor pelayaran, pesawat charter, pertambangan, distribusi migas dan bahan kimia, pertanian, petrochemical, properti, manajemen aset.
Sukses Jual Aset Satu Unit Kapal dengan Harga 38 Miliar
Humpus membangun kapal pertamanya, Ekaputra di tahun 1986. Ekaputra memiliki bobot 78.988 DWT yang menjadikannya sebagai kapal LNG terbesar di dunia pada saat itu. Humpuss banyak mendapat kontrak pengiriman dari BUMN migas Pertamina hingga perusahaan tersebut berkembang.
Namun kabar terbaru, perusahaan milik Tommy Soeharto itu diketahui telah menjual kapal seharga Rp 38,35 miliar. Penjualan itu dilakukan oleh anak usahanya yakni PT Hutama Trans Kencana (Matrans) berupa 1 unit kapal yakni Ghina Energy.
Kapal senilai Rp 38,35 miliar itu dibeli oleh PT Samudra Marine Indonesia, bukan merupakan afiliasi dari perusahaan. Situs resminya mencatat, Samudra Marine adalah galangan kapal yang berlokasi strategis di Bojonegara, Serang, sekitar 80 km Barat Jakarta.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi, Budi Haryono mengatakan, tidak ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Penjualan karena usia kapal dan untuk tetap menjaga kapal yang dioperasikan sesuai standard keselamatan.
Sempat Jual Tiga Aset Kapal untuk Revitalisasi
Ini bukan pertama kalinya Humpuss menjual asetnya. Pada November tahun lalu, Humpuss juga menjual tiga unit kapal yang dimiliki oleh anak usahanya yakni PT Humpuss Transportasi Curah (HTC).
Kapal tersebut adalah TB Semar 9, Box 22, dan Box 15. Nilai total penjualan ketiga kapal tersebut mencapai Rp 18 miliar. Budi Hartono mengatakan penjualan kapal itu merupakan salah satu bentuk revitalisasi armada kapal yang dimiliki oleh perusahaan.
Rinciannya, Kapal TB Semar 9 dan Box 22 senilai Rp 14,8 miliar dan kapal Box 15 dengan harga Rp 3,3 miliar. Sementara pembeli dari kapal-kapal tersebut adalah PT Singa Laut Perkasa dan PT Trans Makmur Bersama. Kedua perusahaan pembeli kapal itu disebut bukan afiliasi dari perseroan.
Humpuss Intermoda Transportasi atau HITS merupakan perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra mendiang Presiden Soeharto. Tommy Soeharto tercatat memiliki sekitar 738.692.651 lembar saham atau 10,80% saham di Humpuss Intermoda Transportasi per 30 September 2020.
Selain kapal, nama Goro Super Grosir di Cibubur unit perusahaan milik Tommy Soeharto yang mulai operasi Oktober 2018 ini ternyata sudah tutup. Dari informasi yang didapat, ritel yang dipunya Tommy Soeharto itu juga ikut terdampak pandemi Covid-19.
Tekanan terhadap bisnis ritel sangat berat selama pandemi covid-19, sehingga Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sampai mengungkapkan satu toko ritel tutup setiap hari di Indonesia. Fenomena toko ritel tutup/pindah secara permanen atau sementara saat pandemi, bukan isapan jempol belaka, sebut saja Giant, hingga Ramayana.
Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera, pengelola Goro Super Grosir, Milansari Kusumo Anggraini menegaskan penutupan gerai di Cibubur bukan berarti supermarket gulung tikar. Goro Super Grosir tetap beroperasi dan hanya pindah lokasi saja.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Unsplash






















Discussion about this post