MEDIAINI.COM – Potensi crowdfunding di Indonesia tahun 2021 tumbuh kian besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengungkapkan hal serupakarena banyak penyelenggara yang mulai antre untuk mendapatkan izin OJK. Setidaknya ada 34 perusahaan yang mengajukan untuk menjadi anggota Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) sehingga animonya cukup besar. Hal yang mengacunya karena kanal pengajuan izin dan terbitnya Peraturan OJK sudah dibuka.
Kebijakan yang terbit tersebut memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi para pemodal. Bahkan penyelenggara crowdfunding ekuitas juga dituntut meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik. Otoritas pun yakin jika bisnis layanan urun dana bisa meningkat, apalagi ekonomi sudah kian memulih. POJK juga akan memberi kesempatan bagi usaha kecil, menengah serta mikro (UMKM) untuk mendapatkan modal dari mekanisme penawaran efek.
Crowdfunding merupakan proses pengumpulan dana dari sejumlah besar orang untuk suatu proyek atau bisnis. Atau dalam arti sederhananya yaitu orang yang melakukan urun dana untuk suatu usaha, proyek dan melibatkan masyarakat. Biasanya melalui jaringan internet. Salah satu yang cukup terkenal di Indonesia adalah yang berbasis donasi.
Jenis-jenis crowdfunding di Indonesia setidaknya ada tiga. Pertama, berbasis donasi yang bentuknya kampanye penggalanan dana untuk isu-isu kemanusiaan. Para crowdfunding ini tidak akan mendapatkan pengembalian dana yang sudah didonasikan. Karena penggalangan dana tersebut diberikan untuk korban bencana alam, biaya medis, bantuan pendidikan, dan yang sifatnya amal. Salah satu situs yang menyediakan crowdfunding berbasis donasi adalah Kitabisa.com.
Kedua, berbasis hadiah, yaitu investor yang sudah menanam modal pada bisnis yang menjalankan crowdfunding akan mendapat imbalan hadiah dalam bentuk produk atau jasa yang dimiliki. Yang terakhir adalah berbasis ekuitas, yang menjanjikan pengembalian modal berbentuk finansial lewat saham ekuitas. Para pemodal nantinya bisa menjadi pemilik bagian dari suatu perusahaan dan mendapat keuntungan dari investasi yang sudah dilakukan.
Crowdfunding memiliki dua pilar yakni website dan pemilik modal. Cara kerja crowdfunding ini ada dua juga. Yang pertama, daftarkan bsinsi Anda ke salah satu situs crowdfunding Indonesia yang sudah terdaftar di OJK supaya keamanannya terjamin. Kedua, investor bisa langsung menanamkan dana ke dalam bisnis Anda.
Daftar Crowdfunding Berbasis Ekuitas di Indonesia, Sudah Punya Izin OJK
1. Akseleran
Akseleran merupakaan peer-to-peer lending platform di Indonesia yang menghubungkan UKM yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan bisnis dengan kumpulan investor yang mempunyai dana lebih untuk mendanai peminjam tersebut. Akseleran menyediakan askes permodalan kepada pelaku usaha dengan suku bunga yang kompetitif dan fleksibilitas dalam tenor pinjaman, model pembayaran dan penyertaaan agunan.
2. Crowdo
Crowdo adalah perusahaan crowdfunding terbesar di Asia yang memiliki misi membantu para investor dan pengusaha di Asia. Crowdo merupakan pelopor portofolio lengkap dari solusi keuangan 2.0 di Asia. Crowdo bekerjasama dengan perusahaan besar untuk menerapkan agenda inovasi dan akses kepada keuangan, hubungan, serta ilmu keuangan menggunakan komunitas. Kliennya terdiri dari start-up hingga perusahaan teknologi besar, serta organisasi sosial global.
3. Santara
Santara adalah platform equity crowdfunding pertama yang memiliki izin dan juga diawasi oleh OJK. Santara merupakan penghubung antara pelaku bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan masyarakat yang ingin memiliki bisnis atau investor. Santara akan memberikan pendanaan untuk pengembangan bisnis Anda dengan menawarkan sebagian saham bisnis Anda kepada investor. Tidak ada bunga, denda, dan cukup bagi dividen hasil usaha saja.
4. Bizhare
Bizhare juga merupakan system urun dana lewat penawaran saham berbasis teknologi informasi. Bizhare merupakan badan usaha PT yang diatur oleh OJK sehingga aman. Bizhare lebih focus di industry franchise, Anda bisa memiliki bisnis dengan mulai Rp5 juta/lembar saham. Bizhare selaku penyelenggara akan mendapatkan kuasa dari pemodal untuk mengurus legalitas, pembagian keuntungan serta laporan keuangan berkala lewat system. Ada dua jenis produk investasi yang ditawarkan Bizhare yakni Take Over dan Grand Opening. (Gusti Bintang K.)


























