MEDIAINI.COM – Jenis packingan dapat memaksimalkan pengiriman dan membuat layanan makin cepat. Karena barang yang aman dan utuh dapat meningkatkan kualitas pelayanan konsumen.
Bisnis ini terus berkembang bahkan ada bisnisnya yang menawarkan same day service. Di mana Anda dapat berbelanja stok warung Anda dengan mudah dari rumah saja karena bisa belanja lewat aplikasi. Anda bisa pesan barang lalu aka nada kurir yang mengirim ke warung Anda hari itu juga sehingga lebih praktis. Lebih menarik lagi karena Anda bisa mendapatkan jaminan kompensasi senilai Rp100 ribu jika barang yang Anda pesan tidak datang di hari yang sama.
Tapi syaratnya, Anda harus melakukan pembelian minimal Rp500 ribu dalam sekali transaksi. Layanan ini juga hanya berlaku khusus pemesanan grosir mulai jam 00.00 hingga 10.00 WIB. Kompensasi Rp100 ribu tersebut akan diberikan dalam bentuk credits yang diberikan pada H+1 setelah pemesanannya, jadi tidak dapat diuangkan, kompensasi juga diberikan satu kali per user setiap harinya. Kompensasi juga hanya bisa berlaku selama 7 hari setelah saldo credits diterima.
Mengenal Jenis-Jenis Packingan dalam Ekspedisi
1. Amplop/Kertas Pembungkus
Amplop atau kertas pembungkus yang lain juga dapat digunakan untuk mengemas barang yang akan dikirim. Jenis packingan ini tak perlu perlakuan khusus dan tidak mudah rusak jika tertumpuk dengan barang yang lain bahkan yang lebih berat. Amplop atau kertas pembungkus ini umumnya dipakai untuk mengemas dokumen, surat-surat, pakaian, handuk, buku, dan lainnya. Anda juga dapat memberikan tambahan pembungkus plastik di luarnya untuk melindungi paket dari air atau benda cair lain.
2. Bubble Wrap
Bubble wrap ini sangat sering digunakan untuk melapisi dan mengemas barang, khususnya yang rentan pecah. Bubble wrap merupakan jenis packingan yang berguna meredam getaran benda yang dilapisi. Tapi memang tidak dirancang untuk menahan tekanan. Biasanya bubble wrap digunakan untuk melindungi barang yang mudah pecah dengan ukuran kecil dan bobotnya lebih ringan. Tapi karena bubble wrap tidak dapat menahan tekanan, maka perlu kemasan lain yang bisa berfungsi sebagai penahan tekanannya seperti box karton.
3. Kardus/Box Karton
Jenis packingan ini umumnya digunakan untuk mengirim barang-barang yang jumlahnya banyak, sepeda motor dan lain-lain. Packing kardus atau box karton ini berguna melindungi bagian-bagian penting dari barang yang akan dikirim dari goresan pada saat proses pengiriman. Proses packing dengan kardus atau box karton ini dimulai dengan plastik, lanjut bubble wrap, lalu kardus. Sehingga lebih aman dan terhindar dari goresan benda tumpul
4. Plastik
Jenis packingan ini paling sering digunakan untuk mengirim barang dalam negeri. Pengemasan ini bisa menjaga barang agar terhindar dari air atau goresan benda tumpul lainnya. Biasanya digunakan untuk semua jenis packing barang. Sebab barang yang terkena air atau goresan bisa menurunkan kualitas barang tersebut. Maka semua barang yang akan dikirim harus di packing dengan beberapa lapisan agar lebih aman.
5. Karung
Jenis packingan ini biasa digunakan oleh jasa ekspedisi sebagai pengemasan di bagian paling luar. Tujuannya untuk melindungi barang-barang yang sifatnya kecil agar tidak tercecer dan menyebar saat dikirim. Bahkan semua barang yang sudah dipacking plastik dan bubble wrap juga dimasukkan dalam karung untuk segera dikirimkan. Tapi ini tergantung dari perusahaan jasa pengiriman, Anda juga dapat meminta jenis packing yang diinginkan tapi biasanya akan dikenakan biaya pengemasannya.
Baca juga: Ide Bisnis Mitra Agen, Begini Memulainya agar Sukses
6. Peti Kayu
Peti kayu merupakan jenis packingan yang berfungsi sebagai pengemas ekstra, sebagai pelindung terluar dari barang yang sudah dikemas dengan kardus atau styrofoam, terutama untuk barang pecah belah dan barang elektronik. Peti kayu bisa berupa rangka yang dibuat dari papan yang memiliki jarak atau celah, atau berupa kotak kayu yang tertutup rapat. Penggunaan peti kayu untuk mengemas barang yang akan dipaketkan sangat disarankan, terutama apabila tujuan pengiriman di luar pulau yang biasanya melalui jalur laut atau udara.
Cara Strategis untuk Packing Barang
Banyak cara untuk packing barang agar sampai ke tangan penerima dengan aman dan utuh. Pertama, sesuaikan kemasan dengan barang yang akan dikirimkan. Mulai dari material barangnya, hingga memilih kemasan yang tepat dengan cukup ruang untuk menambahkan bubble wrap untuk meredam benturan ketika di perjalanan. Kedua, pastikan ukuran kemasan sesuai dengan dimensi ukuran barang. Ketiga, agar barang yang dikirim lebih aman maka bungkus barang secara berlapis. Hal ini untuk menghindari kerusakan barang yang dikirim.
Keempat, gunakan packing kayu untuk barang yang mudah pecah. Sebab bubble wrap dan karus saja belum cukup menjamin barang tetap aman. Selain barang yang mudah pecah, packing kayu juga biasa digunakan untuk pengiriman laptop, tablet, smartphone, layar LCD, CPU dan barang elektronik lain yang rentan pecah. Hal ini karena packing kayu memiliki karakteristik yang kuat terhadap tekanan dan tumpukan.
Kelima, jangan lupa sematkan stiker peringatan bahwa barang tersebut mudah rusak. Stiker peringatan ini sangat penting, selain itu juga dapat memudahkan pihak kurir dalam memilah paket untuk dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Sehingga proses pengantarannya jauh lebih cepat. Terakhir, tuliskan nama dan alamat penerima serta nomor telepon yang bisa dihubungi dengan jelas. Berikan alamat yang detail karena jika alamat yang dituju kurang jelas atau tidak ada nomor telepon yang dicantumkan, maka ini bisa memperlambat pengiriman. (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Pexels


























