MEDIAINI.COM – Jika tengah melintas di Salatiga, jangan lupa untuk mengenyangkan perut menggunakan sajian istimewa sate suruh. Sate yang empuk dan gurih sedap ini, selalu menjadi primadona kuliner para wisatawatan.
Suruh sendiri sebenarnya nama salah satu kecamatan di kabupatan Semarang. Dulu, Salatiga adalah ibukotanya kabupaten Semarang. Karena inilah, sate suruh yang lahir dari pedagang asal Suruh, akhirnya justru menjadi ikonnya Kota Salatiga.
Sate suruh dijual dalam harga yang cukup terjangkau, antara Rp28 ribu hingga Rp35 ribu. Dalam seporsi isi 10 tusuk, Anda bisa memilih dua varian, apakah sate full daging atau sate daging campur lemak. Sate campur lemak dibanderol dalam harga yang lebih murah daripada sate full daging.
Untuk yang tak menyukai daging sapi, ada pula sate daging ayam. Kuah atau bumbunya, sama saja. Yaitu sambal kacang yang gurih dan berempah wangi.
Penyajian Unik dan Citarasa Otentik
Sate suruh terhidang dalam piring yang dialasi daun pisang. Menurut penelusuran Mediaini.com, salah seorang pelanggan bernama Dyo, mengaku jatuh cinta dengan citarasa daging sapinya yang jauh dari kata alot. Dagingnya sangat juicy, empuk dengan aroma kaldu yang menggoda rongga mulut.
Bumbu kacangnya sendiri juga unik dan otentik. Tumbukan kacang tanah disengaja masih kasar, agar nantinya terasa kriuk di rongga mulut. Kemudian untuk pelengkap, ada bawang goreng juga irisan cabai. Jika satu porsi ketupat tak cukup mengenyangkan, jangan ragu untuk menambah satu porsi ketupat lagi sebagai teman daging sapi yang juicy dan penuh kaldu.
Baca juga : Rekomendasi Kuliner Legendaris Salatiga yang Selalu Bikin Kangen
Tiga Gerai yang Layak Disinggahi
Tak banyak gerai atau warung sate suruh di Salatiga. Berikut, adalah tiga gerai yang selalu dipenuhi pembeli :
1. Sate Suruh Jalan Jenderal Sudirman Salatiga
Warung sate ini ada di Ruko Mimusa F1-F3, Jalan Jenderal Sudirman Salatiga. Setiap harinya, gerai ini buka dari pukul 09.30 hingga 21.30 WIB. Sajian di sini tak usah diragukan lagi kelezatannya. Buktinya, warung ini sudah beberapa kali masuk dalam acara kuliner di stasiun televisi lokal dan nasional.
Selain menyediakan menu utama sate suruh, warung ini juga menyediakan sajian kuliner lain yaitu bakso dan mie ayam. Menurut salah satu penjaga warung, hal ini untuk mengakomodasi selera banyak pelanggan, dimana tak semuanya menyukai sate daging sapi.
2. Sate Suruh Makutarama
Warung sate ini sangat sederhana, berada di Kompleks Buah No 8A, pertokoan Makutarama. Daftar menu makanan dipampang besar di spanduk berukuran sedang yang terpancang di dinding warung. Di sana tertera sate daging sapi yang dibanderol dalam harga Rp30 ribu, dan sate sapi campur lemak yang dibanderol Rp28 ribu. Untuk sate ayam, dibanderol dalam harga Rp24 ribu.
Di etalase depan, diletakkan sebaskom penuh sate sapi yang belum dibakar. Dagingnya yang masih berwarna merah kecoklatan segar sudah terbalur bumbu kuning yang merona.
3. Sate Suruh Kompleks Pasar Suruh
Konon katanya, sate suruh berasal dari Pasar Suruh. Nah di pasar ini juga, berdiri satu buah gerai yang menjajakan sate suruh.
Dari jantung kota Salatiga, berjalanlah ke arah selatan menuju pertigaan Terminal Tingkir. Kemudian ambilah jalur menuju jalan raya Suruh – Karanggede. Ikuti terus ruas tersebut hingga tiba di Pasar Suruh. Warung legendaris ini terletak di salah satu pintu masuk pasar.
Warung ini lebih sederhana dibanding warung sate suruh lainnya, maklum, karena keberadaannya sendiri berada di dalam kompleks pasar. Meski begitu, pembeli selalu berderet antre di sini.
Gerai sate suruh sendiri hanya ada lima di nusantara ini. Dua lainnya, tersebar di luar Kawasan Salatiga. Salah satu ada di Kota Semarang dan satu lagi berada di Yogyakarta. (Inten Esty)
Baca juga : Menakar Peluang Bisnis Kuliner Sate Suruh Khas Salatiga dan Cara Memulainya



























Discussion about this post