MEDIAINI.COM – Kuliner sate selalu disukai siapa saja, melintasi jaman ke jaman. Indonesia sendiri memiliki beragam jenis sajian sate yang datang dari berbagai daerah. Hampir setiap daerah punya varian sate dengan ciri khasnya yang berbeda-beda. Mulai dari daging yang digunakan, hingga bumbu dan cara penyajiannya.
Salah satu sate yang memiliki ciri khas unik adalah sate suruh khas Salatiga. Terbuat dari bahan utama daging sapi, sate ini seolah menjadi salah satu ikon kota yang berdiri di kakinya Gunung Merbabu tersebut.
Hingga kini, hanya ada lima gerai sate suruh yang bisa ditemukan. Sate yang menjadi bisnis kuliner keluarga dan dikelola turun-temurun ini, kini dijalankan oleh generasi ketiga.
Keistimewaan Sate Suruh
Sate suruh disukai karena beragam faktor. Yang pertama, adalah karena keempukan daging yang ada pada tiap tusuknya. Yang kedua, sate ini berbumbu khas. Irisan daging sapi berwarna kecoklatan dibalut dengan bumbu kacang kasar yang berwarna sedikit kekuningan. Aroma bumbu rempah teraba benar di cuping hidung ketika kita mengonsumsi sate ini.
Keistimewaan ketiga, ada pada sajian pendampingnya. Sate suruh tak disajikan bersama nasi atau lontong layaknya sajian sate pada umumnya. Sate suruh justru bertemankan ketupat, yang kemudian disiram dengan bumbu kacang yang gurih, manis, dan sedikit pedas.
Peluang Usaha Sate Suruh
Cara pengolahan sate suruh cukup mudah. Bumbu yang digunakan sama dengan bumbu kacang khas Madura yang biasa terdapat pada sate ayam Madura. Daging sapi yang sudah dipotong dan diiris, bisa langsung dibakar di atas bara. Sesekali, oleskan sausnya agar bumbu bisa meresap.
Apakah peluang usaha sate suruh terbuka bagi siapa saja? Tentu saja. Peluang usaha bisnis kuliner ini terbuka lebar bagi siapa saja karena memang masih jarang sekali ada pelaku bisnis kuliner yang memilih berjualan sate yang lezat ini.
Jika ingin terjun ke bisnis ini, pelaku bisnis bisa mengkreasikan sate dengan bumbu lain seperti sambal kecap yang ditambah irisan bawang merah, cabai, dan mentimun.
Analisa Modal Usaha Sate Suruh
Menurut penelusuran Mediaini.com, peluang omzet bisnis sate suruh cukup menggiurkan. Jika dalam sehari pelaku bisnis mampu menjual 20 porsi sate dengan harga per porsi sebesar Rp25 ribu, maka pendapatan harian yang bisa diperoleh adalah sekitar Rp500 ribu. Dari sini bisa dihitung, dalam sebulan pelaku bisnis bisa mendapatkan omzet sekitar Rp15 juta.
Laba bersih sendiri didapatkan dari perhitungan omzet dikurangi dengan total biaya operasional. Contoh saja jika biaya operasional menghabiskan dana sebesar Rp10 juta, maka laba bersih yang bisa dikantongi adalah sebesar Rp5 juta. Dengan total untung tersebut, maka pelaku bisnis bisa memperoleh kembali modal awal dalam waktu kurang lebih 3 bulan saja.
Tips Sukses Jual Sate Suruh
Ada beberapa tips berjualan sate suruh yang bisa diaplikasikan. Simak yang berikut ini :
1. Olah Daging Hingga Empuk
Pilih sapi yang masih muda agar daging tak alot. Kemudian olah daging dengan tips tertentu agar seratnya cepat empuk sehingga enak dikonsumsi. Caranya, adalah dengan membungkus daging sate dengan daun pepaya terlebih dahulu sebelum daging dipotong dan dibakar. Cara ini, juga bertujuan untuk menghilangkan bau amis dari daging yang ada.
2. Pilih Lokasi yang Berpotensi
Karena sate suruh banyak dicari wisatawan yang tengah melintas di Salatiga, maka pilihlah lokasi yang merupakan jalur utama. Pilih pula lokasi yang tidak berdekatan dengan penjual sate suruh lainnya.
3. Sediakan Tempat yang Nyaman
Selain menjaga citarasa, sediakan pula tempat yang nyaman agar konsumen betah dan akan kembali lagi ketika rindu sate suruh. Tempat yang tak nyaman atau kotor, akan membuat konsumen malas datang untuk kedua kalinya.
Sediakan dua tipe tempat duduk, yaitu set meja kursi dan tikar untuk lesehan. Warung yang komplit, adalah yang banyak dicari oleh pemburu kuliner.
4. Gencarkan Promosi
Pasang spanduk bertuliskan nama dagangan dan menu yang ditawarkan. Sedangkan di buku menu, beri nama item menu plus harga per porsi. Dengan demikian, konsumen tak akan tersesat dan merasa tertipu ketika harus membayar di akhir.
Lakukan promosi lanjutan seperti menyediakan layanan pesan antar, serta menerima pesanan untuk acara-acara tertentu.
5. Kerjasama dengan Supplier
Ajukan kerjasama dengan supplier daging. Hal ini untuk meminimalisir resiko kekurangan bahan baku dan kenaikan harga yang terlalu tinggi ketika pasar tengah ramai. Dengan menjalin kerjasama, kemungkinan akan mendapatkan harga khusus akan terbuka lebar. (Gusti Bintang K.)
Baca juga : Tiga Gerai Sate Suruh Enak di Salatiga yang Wajib Dicoba

























Discussion about this post