MEDIAINI.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai bergegas membenahi sektor pariwisata daerah. Kabupaten yang berada di ujung timur pulau Jawa tersebut telah membuat skema tahapan pemulihan. Mulai dari keadaan darurat, pemulihan, dan normal baru.
Sejak akhir Juli hingga Agustus kemarin, Banyuwangi telah memasuki tahap pemulihan. Di tahap ini, pemerintah rutin melakukan edukasi dan sosialisasi tentang protokol kesehatan kepada para stakeholder pariwisata.
Inisiatif ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Parekraf Wishnutama Kusubandio. Dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Presiden menyatakan sangat mendukung apa yang dilakukan Pemerintah Banyuwangi untuk kembali menggerakkan sektor Pariwisata.
Hal ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata Banyuwangi, Sebab, sebelumnya sejumlah gelaran Banyuwangi Festival yang sedianya digelar Maret dan April sempat tertunda. Banyuwangi Festival merupakan serangkaian event pariwisata yang digelar dari awal hingga akhir tahun.
Sederet Event Pariwisata di Banyuwangi
Kota Banyuwangi memang sedang berbenah untuk menjadi salah satu alternatif kota pariwisata di Indonesia. Di awal tahun 2020, Bupati Banyuwangi dan Kemenparekraf telah memulainya dengan merilis Calender of Event (CoE) bertajuk Majestic Banyuwangi 2020.
Dalam kalender itu, ada 123 event pariwisata yang siap digelar sepanjang tahun 2020. Tiga di antaranya masuk ke dalam Top CoE pariwisata nasional yakni Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dan International Tour de Ijen. Namun pandemi memaksa beberapa event tersebut ditunda bahkan batal digelar.
Namun ada beberapa event akhir tahun yang kemungkinan akan tetap digelar. Salah satunya, Jazz Gunung Ijen. Festival musik ini rencananya akan digelar di Taman Gandrung Terakota Jiwa Jawa Resort Ijen, Banyuwangi.
Mengutip dari kanal resmi Jazz Gunung Ijen, baik di website maupun sosial medianya, festival musik ini memang rencananya akan digelar pada 12 September 2020. Akan tetapi di kedua kanal resmi tersebut belum ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai acara Jazz Gunung Ijen.
Sementara itu, di bulan Oktober ada pula Festival Gandrung Sewu. Ajang festival yang masuk ke dalam 10 event wisata nasional terbaik ini akan menyajikan atraksi wisata sekaligus pengetahuan budaya. Rencananya pada 10 Oktober nanti para penari akan beraksi di tepi Pantai Marina Boom yang berlatar Selat Bali.
Pada gelarannya tahun lalu, festival ini terbukti sukses besar. Ribuan masyarakat datang menyaksikan acara tersebut dan sebanyak 1.300 seniman muda terlibat dalam perayaan festival ini. Namun hingga kini, Festival Gandrung Sewu masih belum bisa dipastikan akan jadi digelar atau tidak.
Festival Lembah Ijen Diprediksi Tetap Digelar
Sementara itu, khusus untuk Festival Lembah Ijen diperkirakan akan tetap digelar pada Januari 2021 mendatang. Meski akan tetap ada beberapa perubahan untuk menyesuaikan protokol kesehatan.
Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, menyebut Festival Lembah Ijen tidak akan bisa digelar dengan format seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia menyarankan agar pertunjukan dibagi menjadi beberapa sesi. Selain itu, para pengisi acara, penari, dan penabuh alat musik juga akan diwajibkan menggunakan face shield. Beberapa hal lain seperti jumlah peserta dan penonton pun harus diatur ulang dan dibatasi. (Chelsea Venda)
Baca juga : Plesiran Banyuwangi, Unduh Aplikasi yang Jadi Panduan Berwisata



























Discussion about this post