MEDIAINI.COM – Bisnis takoyaki masih dilirik jadi peluang usaha. Banyak orang menyukai makanan khas Jepang ini. Ada pun takoyaki berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang. Tako berarti gurita sedangkan yaki berarti dipanggang atau digoreng. Yaki sendiri merupakan salah satu teknik memasak dalam dunia kuliner Jepang.
Dulunya, saat terjadi gempa dahsyat pada tahun 1923, Jepang mengalami krisis makanan. Sedangkan persediaan bahan makanan untuk para pengungsi sudah habis. Hanya tersisa tepung yang digunakan untuk bahan membuat pancake bulat sederhana. Ketika krisis ini terlewati, warga Jepang tetap membuat pancake ini dengan tambahan daging dan seafood. Terciptalah takoyaki.
Cara Memulai Bisnis Takoyaki
Buat Rencana Usaha
Langkah pertama dalam memulai bisnis takoyaki adalah dengan membuat rencana usahanya. Konseplah usaha ini dengan matang dari awal. Sebagai contoh, Anda akan mengemas bisnis ini dengan sistem penjualan made by order, PO, penjualan offline, ataukah hanya menerima pesanan saja. Tentunya Anda juga harus memiliki rencana usaha jangka pendek juga jangka panjang.
Temukan Resep Mantap
Saat ini sudah ada banyak pelaku usaha yang menjual takoyakinya. Untuk itu Anda perlu memiliki resep yang mantap sehingga bisa diterima dengan baik oleh lidah orang-orang. Untuk mendapatkannya, bisa menciptakan resep dan melakukan uji coba berkali-kali.
Survei Pasar
Untuk mempersiapkan usaha takoyaki ini, lakukan survei pasar terlebih dahulu. Anda bisa menyimak bagaimana ketertarikan pasar terkait takoyaki ini. Dengan demikian, Anda jadi tahu bagaimana rasa yang diinginkan pasar. Anda juga jadi tahu harga rata-rata takoyaki. Jadi tidak akan kesulitan lagi untuk menetapkan nominal harga.
Beri Inovasi
Benar jika pelaku usaha takoyaki sudah bertebaran. Otomatis kompetitor juga ada di sana-sini. Namun, usaha Anda akan dilirik jika ada sesuatu yang menarik. Sesuatu yang menarik ini biasanya berbentuk inovasi. Soal inovasi, Anda bisa hadir melalui inovasi varian rasa, nama brand, hingga kemasan. Untuk itu, memang penting kiranya untuk melakukan survei pasar. Dari sana Anda jadi tahu bagaimana takoyaki secara umum dan yang belum ada.
Tentukan Lokasi Usaha
Jika berencana melakukan penjualan secara offline, hal yang harus dilakukan adalah menentukan lokasi usaha. Pastikan memilih lokasi usaha yang strategis. Lokasi ini bisa mendekati target marketnya. Sebagai contoh adalah menyewa stand di pusat kuliner, mendirikan warung di dekat kampus, sekolah, hingga kompleks perkantoran.
Branding dan Promosi
Branding dan promosi menjadi hal yang penting dalam mendirikan bisnis takoyaki. Buatlah semua akun media sosial untuk bisnis ini. Dengan demikian, Anda bisa menjadi lebih dekat dengan pasar. Melalui media sosial pula kita bisa memberikan informasi seputar promo-promo menarik. Jangan lupa juga untuk menjalin kerja sama dengan aplikasi order makanan.
Rekrut SDM
Dalam menjalankan bisnis ini, Anda perlu bantuan karyawan. Untuk itu, rekrutlah SDM yang tidak hanya ahli di bidang memasak takoyaki, tetapi juga bisa melayani konsumen dengan ramah. Selain itu, rekrutlah karyawan yang memang jujur dan totalitas dalam bekerja. Dengan karyawan yang memang profesional, Anda pun akan lebih mudah dalam memajukan bisnis ini.
Analisa Modal dan Keuntungan Jualan Takoyaki
Dalam menjalankan bisnis takoyaki, dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Setidaknya Anda membutuhkan modal peralatan dan juga modal operasional. Untuk modal peralatan, Anda membutuhkan uang sebesar Rp 6 juta. Dengan modal ini Anda sudah mendapatkan gerobak, kompor, cetakan, alat masak, meja, kursi, hingga banner.
Selanjutnya, modal yang dibutuhkan adalah modal operasional. Untuk menghasilkan 750 buah takoyaki, Anda membutuhkan modal operasional sebesar Rp 600 ribu. Anda pun tidak perlu pusing memikirkan pembelian adonan hingga kemasan. Untuk 750 buah takoyaki dapat dijadikan dan dijual dalam 150 porsi.
Satu porsi takoyaki biasanya dihargai Rp 10 ribu. Jika dalam satu bulan Anda bisa menjual 6 kali adonan, maka omset yang didapatkan adalah Rp 9 juta. Modal ini pun dikurangi dengan biaya operasional (6 X 600 ribu) Rp 2,4 juta sehingga didapatkan laba Rp 6,6 juta. Setelah itu, Anda membayar gaji karyawan Rp 1,5 juta sehingga mendapatkan keuntungan bersih Rp 5,1 juta. (Tri Puspitasari)
Foto Ilustrasi: Pixabay



























Discussion about this post