MEDIAINI.COM – Bisnis rendang kemasan online bisa jadi pilihan pelaku bisnis pemula. Pasalnya, bisnis rumahan bisa memudahkan dan tak perlu lagi menambah biaya produksi untuk kontrak atau cari tempat sewa khusus. Hidangan khas Minangkabau, Sumatera Barat ini telah mendunia dan disukai berbagai kalangan. Bahkan telah menempati peringkat pertama sebagai daftar World’s 50 Most Delicious Foods pada 2011 versi CNN International. Serta satu dari lima masakan nasional Indonesia pada 2018.
Pelaku bisnis rendang dengan brand Rendang Uni Viny menjadi salah satu pelaku bisnis rendang yang sukses memasarkan produknya hingga mancanegara. Peluang bisnis ini dimanfaatkan Viny Felasiani setelah memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai Public Relation Section Head pada salah satu televisi nasional. Ia melakoni bisnis ini secara daring dan omzetnya makin mengalami peningkatan. Terbukti dengan omzet kisaran Rp 10-15 juta per bulan yang didapatkan. Viny memulai bisnis rendang online ini dengan modal Rp 2 juta dan menggunakan resep warisan leluhurnya yang asli Minang.
Kini bisnisnya telah memproduksi tiga varian menu yaitu rendang daging, rendang paru, dan rendang jengkol. Masing-masing dikemas dalam tiga ukuran yaitu 250 gram, 500 gram, dan 1 kilogram, serta dijual mulai Rp 50-280 ribu. Tak hanya di tanah air, saat ini pasarnya sudah sampai Arab Saudi dan Eropa. Viny pun mengemas rendangnya dengan divakum agar rendang dapat tahan hingga dua tahun apabila disimpan di freezer, tanpa berubah warna dan rasa.
Selain Viny, pasutri Intan Rahmatillah dan Ivan Diryana juga sukses dengan brand Rendang Nenek. Intan yang berasal dari Padang pun muncul ide membuat rendang sapi kemasan. Nama Rendang Nenek ini diambil karena Intan dulunya sering dimasakkan oleh sang nenek masakan rendang. Resep bisnisnya pun merupakan resep turun temurun dari neneknya. Pasutri ini mengaku bahwa telah merintis bisnis ini sejak 10 tahun silam dan orderannya meningkat pada bulan Ramadhan. Bisnis yang awalnya bermodal Rp 1 juta ini, kini telah berhasil membuat 7 varian rasa rendang yakni daging, hati, paru, ayam suwir, limpa, jamur tiram, dan jengkol.
Omzetnya pun bukan main, sebulan mampu mencapai Rp 100-300 juta pada saat Ramadan, atau menghabiskan sekitar 1 ton daging dan belum termasuk varian yang lain. Bahkan kini Intan telah memasukkan produknya ke supermarket-supermarket di Bandung serta memiliki 20 agen lebih yang membantu memasarkan produknya. Harganya dijual mulai Rp 30-125 ribu dengan 3 ukuran yaitu 100 gram, 250 gram dan 500 gram. Lalu bagaimana cara memulai bisnis rendang kemasan secara online?
Cara Memulai Bisnis Rendang Kemasan Online
Produksi Sedikit Demi Sedikit
Produksilah sedikit demi sedikit dengan produksi kecil saat memulai bisnis. Jangan tergiur untuk langsung membuat produksi besar-besaran. Lakukan uji coba pasarnya terlebih dahulu sebagai langkah awal. Anda dapat memulainya dengan berjualan dalam jumlah yang kecil dan menawarkan rendang buatan Anda kepada keluarga, tetangga, atau rekan-rekan.
Mintalah testimoni rasanya kepada orang-orang yang sudah mencicipi, kritikan dan saran sangat diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan diri Anda. Kemudian setelah respon yang Anda terima cukup baik, maka mulailah membuatnya sedikit lebih banyak.
Buat Brand dan Kemasan yang Menarik
Branding produk sangat diperlukan, sebuah bisnis memerlukan nama produk yang mudah diingat dan dikemas menggunakan kemasan yang menarik. Agar dapat dengan mudah diingat oleh konsumen. Nama dan kemasan yang menarik dapat menaikkan nilai jual produk. Branding dapat membedakan produk dengan para kompetitornya.
Buat kemasan yang menarik dan berkualitas misalnya dengan kemasan kedap udara agar rendang lebih tahan lama. Anda juga bisa menambahkan logo untuk memberikan kesan profesional dalam produk Anda. Selain itu, logo juga dapat menarik minat calon konsumen, berikan kesan pertama yang menarik pada produk Anda.
Lengkapi Perizinan Bisnis
Seluruh bisnis harus dilengkapi dengan perizinan agar sesuatunya berjalan sesuai rencana. Lakukan perizinan terhadap pihak-pihak terkait agar produk dapat dipasarkan dengan resmi. Sebelumnya, lakukan standarisasi produk dari segi kesehatan serta kehalalannya agar lolos tahap perizinannya.
Memenuhi kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk menjalankan bisnis rendang ini dapat membuat Anda berjualan dengan lebih tenang karena segala perizinannya sudah lengkap. Bahkan produk rendang Anda dapat berkembang pesat dengan adanya perizinan untuk dipasarkan kemanapun.
Lakukan Inovasi Produk
Dalam berbisnis apapun tak terkecuali rendang kemasan, berinovasi sangat diperlukan. Selain itu kreativitas memasak untuk memperpanjang umur bisnis juga perlu dilakukan dengan variasi bahan bakunya. Tak hanya kreasi menu dan rasa, tapi menciptakan inovasi dalam kemasan yang beragam juga perlu. Anda dapat mendesain packaging atau kemasan dengan menarik.
Bisa juga mengkreasikan menu rendang dengan olahan daging ayam, bebek, atau bahkan jengkol sehingga memunculkan variasi menu yang beragam untuk dipilih. Lakukan eksplorasi menu agar peluang bisnis jenis makanan ini terbuka semakin lebar.
Buat Toko Online
Untuk mempercepat bisnis kuliner makin meningkat, pemasaran secara online pun dapat dilakukan. Sebab pasar online lebih cepat berkembang dibanding offline. Peluang usahanya pun makin menjanjikan dengan prosedur yang makin mudah. Keuntungan yang didapatkan pun lebih besar karena tidak perlu sewa tempat untuk berjualan.
Anda dapat membuat toko online untuk memasarkan produk rendang kemasan. Toko online dapat dibuat sendiri seperti membuat web, membuat akun marketplace, atau membuat akun di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Mulailah promosi awal sebelum benar-benar memasarkan.
Modal Bisnis Rendang Kemasan Online
Seiring berkembangnya inovasi dan kreasi yang muncul pada menu rendang, masakan yang disukai banyak kalangan ini pada umumnya memang terbuat dari daging sapi, tapi tidak menutup kemungkinan orang-orang membuatnya dari daging ayam, jengkol, telur, atau yang lain. Sebab rendang sering dijadikan menu bekal alternatif ketika pergi jauh. Karena tidak semua orang juga menyukai daging sapi, maka rendang dibuat dengan beraneka menu varian. Modal untuk bisnis rendang kemasan online pun dapat dimulai dari yang kecil dalam skala rumah tangga.
Modalnya untuk membeli peralatan-peralatan yang mungkin tidak tersedia di rumah, seperti panci presto agar memasak daging dengan mudah dan cepat empuk sekitar Rp 750 ribu. Untuk membeli tabung elpiji Rp 450 ribu, freezer daging Rp 2 juta, perlengkapan lain seperti ember, sendok, wadah plastik dan lain-lain sebesar Rp 175 ribu, mesin sealer Rp 250 ribu, dan untuk mengemas rendang dalam pouch sehingga menghabiskan uang total Rp 3.265.000 atau bisa juga menggunakan peralatan yang sudah ada di rumah.
Untuk membeli daging sapi seharga Rp 70 ribu per kilogramnya dengan berat 5 kilogram selama 26 hari jadi sekitar Rp 9,1 juta. Membeli santan 1,2 liter seharga Rp 16 ribu per liter selama 26 hari sekitar Rp 2,08 juta. Cabai merah 25 kilogram dengan harga Rp 35 ribu per kilogram selama 26 hari yaitu Rp 2.275.000 juta, bawang merah 0,75 kilogram seharga Rp 10 ribu per kilogram selama 26 hari Rp 195 ribu, bawang putih 0,25 kilogram seharga Rp 14 ribu per kilogram selama 26 hari Rp 91 ribu. Untuk membeli kemiri, asam kandis, lengkuas daun salam, serai, kunyit, jahe, daun kunyit, merica bubuk dan biaya pengemasan dan labelnya menghabiskan dana sekitar Rp2 80 ribu. Sehingga total biaya produksi per bulan mencapai Rp 14 jutaan.
Jika harga pokok per bungkusnya sebesar Rp 27,5 ribu. Harga jualnya adalah harga pokok ditambah keuntungan dikali dengan harga pokok. Sehingga produksi per bulan menghabiskan dana sebesar Rp 20,8 juta. sedangkan untuk menghitung pendapatan kotor per bulan, maka total pendapatan kotor dikurangi total biaya produksi, yakni hasilnya sekitar Rp 20,8 juta dikurangi Rp 14 jutaan sama dengan Rp 6,8 juta. Berminat untuk berbisnis masakan yang mendunia ini? (Gusti Bintang K.)
Foto Ilustrasi: Instagram Rendang Nenek Bekasi



























Discussion about this post