MEDIAINI.COM – Bisnis sanggar senam bisa jadi pilihan untuk mencari cuan. Pasalnya, selama pandemik senam bisa membuat tubuh jadi makin sehat. Asalkan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) maka sanggar senam tetap bisa beroperasional. Maka berolahraga di ruang publik tak lagi menjadi masalah besar. Mulai dari menjaga jarak dan disiplin menggunakan peralatan olahraga sendiri. Alhasil, dapat mengurangi kontak dengan orang lain saat berolahraga.
Agar olahraga senam tetap maksimal, beberapa hal penting perlu diperhatikan. Salah satunya dengan memilih instruktur senam yang profesional. Selain itu, memilih sanggar senam yang memiliki sarana penunjang yang lengkap. Kegiatan senam pun bisa jadi aktivitas yang menyenangkan tanpa perlu cemas tertular Covid-19.
Cara Memulai Bisnis Sanggar Senam
Bisnis sanggar senam jadi peluang yang pas saat pandemi. Bagi yang tertarik untuk menjajal bisnisnya, ada enam langkah yang perlu diperhatikan, berikut ulasan lengkapnya :
Pertama, penting untuk menentukan jenis senam, misalnya yoga, aerobik, pilates, zumba dan lain-lain. Apabila tertarik membuka lebih dari kelas juga jauh lebih baik. Dengan begitu, anggota senam dapat mendapatkan berbagai pilihan kelas untuk dicoba. Kedua, siapkan studio senam yang ruangannya cukup luas sehingga dapat menampung banyak orang. Selain itu, juga membuat jarak tiap peserta senam jadi lebih aman. Memastikan kelas tak banyak peserta melebihi 10 orang juga akan lebih aman dan fokus. Untuk menyiasati ruangan terlihat jadi lebih luas sediakan cermin.
Ketiga, pilihlah instruktur senam yang berpengalaman sehingga setiap gerakan aman dan minim cedera. Selain itu, mencari instruktur yang ramah dan perhatian mampu membuat peserta jadi lebih betah dan nyaman. Jadi pelayanan yang diberikan dapat maksimal. Langkah selanjutnya atau yang keempat, membuat jadwal latihan yang fleksibel. Bagi jadwal sesuai dengan hari, jam, dan jenis olahraga sehingga peserta dapat mengikut banyak kelas.
Langkah terakhir yang perlu diperhatikan adalah sediakan fasilitas seperti ruang ganti, pendingin ruangan, dan kamar mandi. Beberapa peralatan senam seperti matras, holahop, gym ball, disediakan dan rutin dibersihkan. Keenam, lakukan promosi usaha dengan berbagai cara. Mulai dari promosi kepada orang terdekat dari mulut ke mulut, menyebar brosur hingga beriklan.
Cek Analisa Modal dan Peluangnya
Analisa bisnisnya, jika Anda memulai bisnis sanggar senam dengan modal awal sebesar Rp5 juta. Dengan rincian untuk membeli cermin dinding, speaker, DVD player, baju senam, matras, lemari loker, galon dan dispenser. Serta pengeluaran untuk biaya peralatan yang bisa mengalami penyusutan setelah pemakaian dengan dana Rp100 ribu. Sementara biaya operasional yang dikeluarkan sejumlah Rp1,5 juta. Per anggota membayar sebesar Rp60 ribu per bulan dan terdapat 100 anggota yang telah terbagi dalam beberapa kelas.
Maka untuk menghitung omzet per bulan, Rp60 ribu dikali 100 orang, maka hasilnya Rp6 juta. Sedangkan untuk menghitung laba per bulan, maka Rp6 juta dikurangi dengan biaya operasional sebesar Rp1,5 juta. Maka hasil keuntungan yang bisa dicapai dalam sebulan yaitu Rp4,5 jtua. Dengan ini, lama balik modalnya dapat dihitung dengan modal awal dibagi dengan laba bersih per bulan yaitu kurang dari 2 bulan saja.
Tips Aman Senam saat Pandemi
Olahraga saat pandemi justru disarankan untuk menjaga imun tubuh dan terhindar dari virus Covid-19. Maka agar aman dan nyaman saat olahraga senam di tengah pandemi, ada beberapa tips yang perlu dipatuhi. Dengan tetap menerapkan prokes yang tepat, maka olahraga senam di ruangan bisa nyaman dan aman. Pertama, hindari menyentuh wajah setelah memegang peralatan olahraga. Seperti menyentuh mata, hidung, dan mulut. Pastikan bahwa Anda membawa handuk ketika senam untuk mengelap keringat. Bukan mengusap menggunakan tangan kosong, apalagi setelah memegang alat olahraga senam.
Salah satu prokes adalah dengan menggunakan masker, namun pada saat berolahraga tidak diwajibkan untuk mengenakan masker. Sebab dapat mengganggu metabolisme tubuh ketika intensitas denyut nadi mencapai 80-85%. Sehingga perlu dilakukan pembatasan untuk menggunakan masker. Olahraga ringan lebih disarankan untuk menggunakan masker. Tapi meski tidak menggunakan masker, Anda tetap harus menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer dengan rutin.
Gunakan perlengkapan olahraga Anda sendiri dari rumah. Menggunakan peralatan bersama atau umum saat berolahraga senam ditengah pandemi sangat tidak disarankan. Pasalnya virus tidak dapat terlihat dan dapat menyebar tanpa pandang bulu. Maka ini merupakan salah satu upaya menghindari virus tersebut yaitu dengan membawa matras, handuk, baju, botol air minum sendiri. Tujuannya agar olahraga menjadi aman dan nyaman. (Gusti Bintang K.)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay



























Discussion about this post