MEDIAINI.COM– Bisnis budidaya ikan gurami memang bukan hal yang baru, tapi ternyata masih memberikan peluang yang cukup besar. Pasalnya ikan gurami merupakan salah satu yang difavoritkan masyarakat Indonesia. Selain mudah didapatkan, ikan gurami juga memiliki kandungan nutrisi yang bagus untuk tubuh.
Ikan gurami memiliki bentuk pipih dan lebar. Ikan yang berasal dari perairan Sunda ini dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Rasa dagingnya juga gurih, maka tak heran jika banyak yang menyukai berbagai olahan dari ikan ini. Mulai dari gurami goreng, bakar, dibumbui asam manis, dibumbui rica-rica, atau goreng saos mentega dan masih banyak olahan lainnya yang lezat dan patut dicicipi.
Kandungan dalam ikan gurami juga bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Protein yang terkandung dalam ikan gurami dapat digunakan tubuh sebagai unsur fibrinogen dan tromboplastin, yang membantu pembekuan darah dan membentuk jaringan baru untuk kesehatan kulit. Kandungan vitamin A-nya juga bermanfaat untuk kesehatan mata. Tak hanya itu, ikan ini juga kaya akan amino esensial yang baik untuk sumber energi.
Cara Budidaya Ikan Gurami
Budidaya ikan gurami banyak dikembangkan di banyak daerah di Indonesia karena peminatnya yang tak pernah susut. Tak hanya lezat, ikan gurami juga kaya akan kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh. Banyak cara budidaya yang dapat dicoba. Tapi yang pertama harus disiapkan adalah media berupa kolam. Buatlah kolam yang bersih dan bebas dari hama. Anda dapat menambah filter pada celah pemasukan dan pengeluaran air untuk mengantisipasi.
Ukuran kolam ikan gurami idealnya berukuran 6-12 m2 dengan kedalaman 90-150 cm. Tapi jika tidak memiliki lahan yang cukup luas, maka dapat dimulai dari ukuran 1 m2 dengan terpal dan mampu menampung 10-15 gurami. Gunakan terpal ukuran 2×3 meter yang kisaran harganya Rp30 ribu. Lalu berikan pupuk seharga Rp15 ribu/kg. Sedangkan kolam besar, biasanya mampu menampung puluhan benih gurami dengan bobot 2,5 ons.
Kedua, pemilihan indukan dapat dilakukan dengan memilih gurami yang siap dipijah. Yakni sekitar usia 4-7 tahun dengan bobot 1,5-2 kg/ekor. Biasanya gurami tersebut dihargai sekitar Rp 60 ribu/kg dengan ciri-ciri perut besar dan dekat dengan anus. Berwarna lebih gelap dan agak pucat serta gerakannya yang lincah.
Baca juga: 7 Jenis Ikan Gurami yang Paling Laris Diminati Pasar
Siapkan kolam untuk pemijahan dengan kolam yang dasarnya bersedimen pasir dan tidak berlumpur. Atur kedalamannya di atas 80 cm dan berikan sosog yang ditancapkan pada kolam sebagai sarang untuk telur indukan.
Ketiga adalah proses penetasan telur. Jika sudah menemukan sarang yang tertutup, maka angkat segera karena di dalamnya terdapat telur. Telur yang bagus memiliki warna kuning. Penetasan telur membutuhkan waktu kurang lebih 3-4 hari dengan air bersih dan menggunakan ember besar yang kapasitasnya sekitar 40 liter.
Keempat yaitu proses pemeliharaan benih ikan. Supaya tumbuh maksimal, maka gurami dewasa harus dipisahkan dengan benih ikan. Makanannya pun berbeda, benih ikan gurami harus menggunakan pakan berupa pelet halus. Proses pendederan benih ikan memakan waktu 3-4 bulan. Kelima, pemberian pakan dilakukan dua kali dalam sehari, pada waktu pagi dan sore hari. Supaya tumbuh maksimal, gunakan pelet dengan kandungan protein 25 persen. Anda juga dapat memberi makan ikan dengan daun-daunan seperti daun kangkung, papaya, tauge, ampas tahu, dedak dan lain-lain.
Terakhir adalah proses panen ikan. Proses ini merupakan tahapan terakhir dan pastinya paling dinanti-nanti. Masa panen ini jatuh pada bulan ke 4-6 sejak benih dimasukkan pada kolam. Proses panen membutuhkan proses yang hati-hati supaya hasilnya maksimal. Pada saat memanen ikan gurami, lihat juga kebutuhan pasar. Ikan gurami jenis apakah yang paling diminati oleh pasar.
Analisa Usaha Budidaya, Potensi Untungnya Besar
Ikan gurami memiliki harga jual yang cukup tinggi dan sangat tahan lama dibandingkan ikan jenis lain. Pakannya sangat hemat. Maka tak salah jika Anda memilih untuk melakukan budidaya ikan ini. Modal yang diperlukan antara lain butuh kolam tanah sesuai ukuran yang telah dijelaskan di atas. Membeli benih ikan sebanyak 1.500 yang dibanderol Rp 1.500/ekor. Pakan ikan atau pelet halus sebanyak 25 sak seharga Rp 250 ribu/sak. Serta obat ikan agar terhindar dari hama penyakit sekitar Rp 500 ribu.
Untuk membeli bibit, pakan, dan obat-obatan, Anda membutuhkan dana sekitar Rp 9 juta. Dengan masa panen 10 bulan, maka berat ikan telah mencapai sekitar 1 kg dengan harga sekitar Rp 25 ribu/ekor. Namun perlu diketahui bahwa angka kematian ikan gurami sebanyak 15 persen saat proses budidaya berlangsung. Maka perhitungannya adalah sisa ikan yang dapat dipanen adalah 1.500 dikurangi 15 persen dari 1.500 yaitu 1.275 ekor. Maka hasil 1.275 ekor tersebut dikalikan dengan harga per ekor yaitu Rp 25 ribu. Total pendapatannya Rp 31.875.000.
Untuk menghitung keuntungan yang didapatkan pada bisnis budidaya ini maka hasil panen dikurangi dengan jumlah pengeluaran. Yakni Rp 31.875.000 dikurangi Rp 9 juta, maka hasilnya Rp 22.875.000. Namun analisa di atas hanya perumpamaan saja. Hasil pastinya dapat disesuaikan dengan proses pemeliharaan. Pastikan bahwa Anda sabar dan telaten untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan sesuai target yang ingin dicapai. (Gusti Bintang K.)



























Discussion about this post