MEDIAINI.COM – Bisnis rental mobil menjamur. Seiring dengan itu, muncul pula tantangan-tantangan baru di dalamnya. Pandemi yang masih belum berakhir membuat aktivitas masyarakat belum berjalan normal kembali, termasuk di sektor pariwisata yang jadi andalan pemasukan bisnis ini.
Di samping itu, para pemain besar seperti hotel dan pesawat juga mulai menyediakan layanan rental mobil. Keduanya bahkan memiliki penawaran yang menarik, yakni paket komplit tiket pesawat atau hotel plus rental mobil. Alhasil, persaingan pun menjadi semakin ketat.
Lantas, apakah bisnis rental mobil masih bisa bertahan? Dan bagaimanakah langkah-langkah pelaku bisnis menyiasati segala tantangannya ?
Prospek Bisnis Rental Mobil
Meski memiliki banyak tantangan, bisnis ini masih memiliki prospek yang cerah. Salah satu penyedia jasa rental mobil ternama, Indomobil Multi Jasa, masih mencatatkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir ini.
Menurut penelusuran Mediaini.com, di tahun 2019 mereka masih mengalami pertumbuhan hingga 23,27 persen. Angka ini membuat Indomobil Multi Jasa meraup pendapatan bersih sekitar Rp1,96 triliun. Ini membuktikan bahwa permintaan pasar akan rental mobil masih tinggi dan masih menguntungkan.
Ini berarti juga bahwa keberadaan layanan rental mobil yang ada di hotel dan pesawat belum menimbulkan dampak yang signifikan. Goncangan yang hebat justru datang ketika pandemi Corona mulai merebak. Pembatasan aktivitas dan penutupan akses pariwisata membuat bisnis rental mobil cukup terpuruk. Namun, kondisi ini mulai membaik semenjak adanya pelonggaran menyambut era adaptasi kebiasaan baru.
Meski belum 100 persen pulih, namun para pelaku rental mobil mulai bangkit kembali. Salah satunya dirasakan oleh 168 Premium Car milik Sofari. Bisnis rental mobil di Jakarta Selatan ini sudah bisa menjalankan 60 persen bisnisnya. Utamanya, untuk kebutuhan mobil pribadi. Sedangkan untuk kebutuhan pariwisata, baru di angka 30 persen.
Strategi Sukses
Diberlakukannya era adaptasi baru memang memberi angin segar di bisnis rental mobil. Namun, perlu strategi khusus untuk memaksimalkan kesempatan besar ini. Pertama, mulailah dengan melihat lebih dalam wilayah yang menjadi sasaran usaha. Apakah wilayah itu bisa mendatangkan prospek yang baik atau tidak.
Kemudian, tentukan juga target pasar, ini akan berkaitan dengan prospek bisnis. Ketika prospek bisnis mengarah ke pariwisata, tentu target pasar terbesar adalah para turis yang sedang berlibur. Jadi Anda bisa memaksimalkan waktu di penghujung minggu, misalnya dengan menyediakan lebih banyak armada rental mobil dibanding hari biasanya.
Jika sasaran utamanya adalah turis, maka lokasi rental mobil juga harus berdekatan dengan pintu masuk ke wilayah tersebut. Mulai dari dekat dengan bandara, stasiun, atau terminal bus. Ini untuk memudahkan turis dalam menemukan rental mobil sesuai kebutuhan mereka.
Lalu bangunlah relasi dengan baik. Jalinlah hubungan antar sesama pelaku bisnis rental mobil untuk sekedar bertukar pikiran atau malah bekerjasama dalam melayani pelanggan. Dekati pula komunitas pariwisata untuk melebarkan link dan mendapatkan banyak info peluang kerjasama.
Memulai dengan Kemitraan
Jika kesulitan mendirikan bisnis rental mobil secara mandiri, tak ada salahnya untuk memulainya dengan kemitraan. Bisnis kemitraan cenderung lebih mudah dilakukan. Pelaku bisnis hanya perlu menyiapkan modal, lalu bisnis bisa langsung berjalan di koridor yang sudah ditentukan.
Salah satu rental mobil yang membuka kemitraan adalah Autobridal Rent Car, usaha kemitraan yang mulai berdiri sejak tahun 2012. Ada beberapa paket kemitraan yang ditawarkan di sini. Misalnya paket business unit yang dihargai Rp195 juta. Pelaku bisnis akan mendapatkan satu unit mobil Avanza tipe E 2015 dengan lingkup kerja yang dibatasi hanya di wilayah kabupaten atau kota saja.
Sedangkan untuk paket master berada di nominal Rp500 juta. Mitra akan mendapat tiga mobil Avanza tipe E 2015 dengan lingkup kerja lebih luas, yakni wilayah provinsi. Adapun untuk paket ketiga, adalah paket agen Rp10 juta. Tugas agen hanya menjadi perpanjangan tangan dari Autobridal Rent Car. Agen ini akan menghubungkan pelanggan ke mitra terdekat.
Selain dengan mengikuti kemitraan, pelaku bisnis juga bisa membuat kemitraan sendiri. Pelaku bisnis bisa mengajak teman atau saudara untuk ikut bergabung dengan rental mobil. Sistem pembiayaan bisa dengan cara bagi hasil. Dengan demikian, pelaku bisnis tak perlu menyiapkan banyak mobil. Sebab pasokan mobil sudah terpenuhi dari mitra-mitra yang ada.
Tips Menjalankan Bisnis Rental Mobil
Agar usaha rental terus berjalan dengan lancar, lakukanlah survei terhadap wilayah kerja. Catat info-info penting seperti mobil yang paling diminati, harga sewa, hingga kebutuhan masyarakat seperti apa. Kemudian, penuhi poin-poin tersebut.
Untuk pembelian armada sendiri, lebih baik membeli mobil baru namun kredit, dibanding membeli mobil bekas dengan kontan. Sebab, mobil baru akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di mata konsumen. Belum lagi soal perawatan mobil bekas yang juga akan memakan biaya lebih.
Pastikan juga persyaratan sewa dilakukan dengan teliti. Ini untuk menghindari modus pencurian mobil. Beberapa hal bisa dilakukan seperti penyitaan KTP, perjanjian bermaterai, hingga memasang GPS di mobil.
Nah, untuk meminimalisir risiko, tak ada salahnya untuk mendaftarkan mobil ke asuransi. Risiko rental mobil memang beragam, dari pencurian hingga ke hal kecil seperti lecet-lecet. (Chelsea Venda)
Baca juga : Plus Minus Memilih Jasa Rental Mobil Online



























Discussion about this post