MEDIAINI.COM – Buket identik dengan bunga. Seringkali dijadikan sebagai kado atau simbol ucapan selamat kepada seseorang atau event tertentu. Namun kini, buket tak hanya bisa berisi bunga.
Buket bunga memang terkesan romantis. Namun, tak lama kemudian, buket tersebut biasanya hanya berakhir di kamar, lalu layu. Beda halnya dengan inovasi buket yang baru, yakni buket flanel dan buket snack.
Buket flanel relatif lebih awet, keindahannya bisa dinikmati terus menerus. Sementara buket snack, selain lucu dan unik, snacknya pun bisa dimakan. Alhasil, buket tidak lagi jadi pajangan tapi jadi sesuatu yang berdaya guna bagi si penerima.
Serba Serbi Bisnis Buket Snack
Perayaan memang tak lengkap tanpa hadiah. Namun yang namanya hadiah, hendaknya tak hanya enak dipandang, tetapi juga bisa berguna. Itulah, mungkin alasan kenapa orang lebih memilih buket snack dibanding buket bunga.
Buket snack, selain indah, isi di dalamnya juga bisa dimakan oleh si penerima. Alternatif hadiah ini rupanya mendapat sambutan baik dari masyarakat. Jika dikembangkan lebih serius, bisnis buket snack bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.
Sebab, bahan baku buket snack cenderung mudah ditemukan. Pelaku bisnis tak perlu mencari di kebun ataupun di petani bunga. Cukup pergi ke warung atau super market terdekat, dan belanjalah beberapa snack khusus.
Proses pembuatannya juga terbilang lebih mudah. Yang penting adalah padu padan warna snack, agar buket bisa terlihat menarik.
Bisnis ini belum terlalu banyak yang menggeluti. Pasalnya, orang masih terpaku dengan buket bunga. Ini tentu jadi peluang bisnis yang memiliki prospek cerah. Karena masih minim pelaku bisnis, proses pemasaran bisa berjalan dengan lancar.
Namun, sebelum sampai ke pemasaran, ada baiknya untuk menentukan target market terlebih dahulu. Biasanya, sasaran buket snack ini adalah ke pelajar dan mahasiswa. Alasannya, karena buket snack cenderung dibanderol dengan harga murah. Jadi cocok dengan kedua target market tersebut.
Untuk melakukan pemasarannya sendiri bisa mendekati sekolah-sekolah dan universitas. Catat momen-momen penting yang terjadi di sana. Misalnya hari wisuda atau hari kelulusan.
Menjelang hari perayaan, bisa lakukan promosi secara masif dengan mendatangi sekolah. Cara lain yang cukup efektif adalah dengan menggunakan sosial media dengan memaksimalkan Google ads, Instagram ads, dan Facebook ads.
Cerita Sukses dari Pelaku Bisnis
Fiora.id merupakan salah satu penyedia buket snack yang cukup moncer di Kota Jogja. Bisnis yang dimulai sejak tahun 2018 ini terus menghadirkan inovasi baru bentuk buket snack dan flanel di kota budaya tersebut.
Pemiliknya, Susi Setyaningrum, mengaku bahwa dalam sebulan ia bisa mendapatkan pesanan 130 buket. Adapun untuk harga satuannya dimulai dari harga terendah Rp 20 ribu. Harga bisa berubah-ubah tergantung ukuran dan kreasi buket serta isian di dalamnya.
Cerita lain datang dari dua orang remaja, Farah dan Zahran, yang memang bertekad ingin berbisnis sejak usia muda. Sebagai pemuda dan pemula, keduanya awalnya merasa bingung. Ingin memiliki bisnis, namun tak mengantongi banyak modal.
Namun, pandangan itu sedikit berubah ketika mereka menemukan peluang bisnis buket snack. Ya, bisnis buket snack termasuk bisnis yang tak butuh modal besar. Selain itu, cara pembuatannya pun mudah.
Dengan kreativitas dan sedikit bantuan dari You Tube, semua orang bisa melakukannya. Sebagai anak muda, sosial media menjadi ujung tombak mereka dalam mencari pelanggan. Hingga kini, usaha yang dinamai One Step project, masih terus berkembang hingga hari ini.
Kisah yang hampir mirip juga dialami oleh Bertha A Jesieccan Worang, mahasiswi dari Bali. Dirinya juga menjadikan buket snack sebagai langkah awal menapaki dunia bisnis. Mahasiswa bisnis Universitas Udayana ini belajar merangkai snack jadi buket secara otodidak, dari internet juga literasi.
Kini, ia sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ia bisa menjual buket snack buatannya dengan harga Rp35 hingga Rp350 ribu. Dalam satu bulan, omzetnya bisa mencapai Rp2 juta. (Chelsea Venda)


























Discussion about this post