MEDIAINI– Isu transportasi publik kini tidak lagi hanya berbicara soal rute dan kecepatan, tetapi juga tentang aksesibilitas, kenyamanan, keberlanjutan. Ramadhan ini, perusahaan mobilitas berkelanjutan INVI, sebagai APM bus listrik merk HIGER, menghadirkan inisiatif berbasis komunitas di Kota Semarang dengan mengusung dua pesan utama: “Mobilitas Untuk Semua” dan #SemarangBerbagiTanpaEmisi.
Melalui kolaborasi bersama Dinas Perhubungan Kota Semarang, Layanan Transportasi Kota Trans Semarang, Kelompok Masyarakat Roemah Difabel, serta komunitas Bis Mania Semarang, rangkaian kegiatan ini memadukan pengalaman menggunakan bus listrik HIGER, diskusi transportasi inklusif, hingga aksi sosial berbagi 1.100 takjil kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan ngabuburit menggunakan bus listrik merk HIGER dalam program uji coba EV Trans Semarang yang melibatkan komunitas difabel, Bis Mania Semarang dan pegiat transportasi.
Pengalaman menggunakan bus listrik HIGER yang lebih senyap dan nyaman menjadi simbol perubahan arah transportasi publik menuju sistem rendah emisi. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka tentang pentingnya aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Invi Peduli Inklusi Ajak Mobilitas Untuk Semua
Bagi komunitas Roemah Difabel, momen ini bukan sekadar mencoba moda transportasi baru, tetapi merasakan bagaimana sistem mobilitas dapat terus berkembang menjadi lebih inklusif, setara dan dapat mengakomodir kebutuhan transportasi untuk masyarakat difabel.
“Bagi kami di INVI, mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa transformasi menuju transportasi rendah emisi juga berjalan seiring dengan inklusivitas — karena kota yang maju adalah kota yang bisa diakses oleh semua warganya,” ujar Alif Sasetyo, Direktur Utama INVI.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Semarang menyambut baik kolaborasi lintas komunitas dan sektor ini.
“Kami mendukung setiap inisiatif yang mendorong transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan inklusif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa mobilitas kota adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah atau operator semata,” ujar Danang Kurniawan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang
#SemarangBerbagiTanpaEmisi: 1.100 Takjil untuk Warga di Perjalanan
Selain aktivitas komunitas, INVI bersama para mitra membagikan total 1.100 paket takjil selama Ramadan. Kegiatan pada 4, 13, dan 20 Maret dilakukan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Trans Semarang di sejumlah titik mobilitas publik. Sementara pada 5 Maret, pembagian takjil digelar bersama Roemah Difabel dan komunitas Bis Mania Semarang dalam rangkaian ngabuburit bersama bus listrik HIGER.
Seluruh takjil dikemas menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai bagian dari kampanye #MobilitasUntukSemua & #SemarangBerbagiTanpaEmisi, yang menggabungkan kepedulian sosial dan kesadaran lingkungan dalam satu gerakan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Roemah Difabel yang dihadiri komunitas, operator transportasi, serta regulator daerah.
Acara ini juga diisi dengan sharing session mengenai sustainable mobility, diskusi ringan tentang transportasi inklusif, serta aktivitas interaktif komunitas. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa membangun sistem transportasi kota yang lebih bersih dan setara membutuhkan keterlibatan bersama.
Melalui pendekatan human centric dan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa masa depan transportasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang dampaknya bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.























