SEMARANG, MEDIAINI.COM — Suasana kawasan Kota Impian di tepi laut Semarang terasa berbeda sepanjang Ramadan tahun ini. Sejak 27 Februari hingga 8 Maret 2026, Festival Ramadan yang digelar di area POJ City menjelma menjadi ruang temu yang hangat—tempat warga berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati senja sambil menanti waktu berbuka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pre-opening 23 Semarang Shopping Center, pusat perbelanjaan baru yang dijadwalkan soft opening pada 23 Mei 2026 dan grand opening 13 Juni 2026. Berkolaborasi dengan Sportax Advertising, festival ini melibatkan puluhan pelaku UMKM—memberi ruang nyata bagi ekonomi lokal untuk tumbuh.
General Manager 23 Semarang Shopping Center, Dian Widianti, menegaskan bahwa festival ini adalah langkah awal menghidupkan kawasan pesisir yang selama ini belum banyak tersentuh aktivitas publik berskala besar.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda. Lokasi kami memang berada di pesisir, di pojok Kota Semarang. Justru di situlah kekuatannya,” ujarnya.
Semangat itu terasa di setiap sudut festival. Sebanyak 25 tenant UMKM—didominasi pelaku usaha muda—menawarkan ragam kuliner, fesyen, hingga kriya. Dukungan Wira Muda Dispora Kota Semarang semakin menguatkan ekosistem kreatif. Alunan musik band lokal yang tampil setiap sore menghangatkan suasana, sementara komunitas fotografi mengabadikan momen kebersamaan yang autentik.
Direktur Sportax Advertising, Andi Kusnadi, menyebut festival ini tak hanya meramaikan Ramadan, tetapi juga memperkenalkan wajah baru kawasan tepi laut Semarang.
“Ini adalah cara kami mengenalkan bahwa akan hadir mall baru—salah satu yang terbesar di kota ini—dengan konsep yang berbeda,” jelasnya.
Perubahan pun terasa nyata. Kawasan yang sebelumnya relatif sepi kini dipadati pengunjung, terutama sore hingga malam hari. Lampu dekoratif, deretan tenant UMKM, dan semilir angin laut menciptakan atmosfer Ramadan yang menenangkan—berbeda dari hiruk pikuk pusat kota.
Ke depan, manajemen 23 Semarang Shopping Center optimistis kawasan pesisir ini akan tumbuh menjadi destinasi baru warga Semarang: tempat berbelanja, bersantai, dan menikmati ruang publik terbuka—bukan hanya saat Ramadan, tetapi sepanjang tahun.
Konsep mal yang diusung, urban escape oasis, memadukan pusat perbelanjaan dengan nuansa alam terbuka. Taman besar di dalam area menjadi ruang publik yang inklusif. Dari lobi, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan—bahkan Gunung Ungaran tampak jelas saat cuaca cerah—sementara hamparan laut di sisi belakang mempertegas kesan berada di kawasan pantai.
Festival Ramadan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, kreativitas, dan keberanian membaca potensi lokal mampu mengubah ruang—menyalakan ekonomi, menguatkan kebersamaan, dan menghadirkan harapan baru di pesisir Semarang.






















