SEMARANG, MEDIAINI.COM – Akhir pekan lalu, suasana Ceqiu Pool & Café di Jalan Brigjen Sudiarto, Semarang, terasa berbeda. Bukan suara ketikan cepat di ruang redaksi atau dering ponsel narasumber yang terdengar, melainkan denting bola biliar yang beradu di atas meja hijau. Para wartawan dari berbagai media se-Jawa Tengah berkumpul, bukan untuk meliput peristiwa, tetapi menjadi bagian dari peristiwa itu sendiri.
Melalui Turnamen Biliar Bola 9 Double Antarmedia bertajuk Bhara Cup 2026, para jurnalis membuktikan bahwa solidaritas bisa dibangun tidak hanya lewat kerja jurnalistik, tetapi juga lewat olahraga. Turnamen yang digelar Journalist Billiard Club (JBC) Semarang ini diikuti 16 pasangan dari media cetak, elektronik, dan online. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional yang diperingati setiap 9 Februari.
Sejak babak penyisihan, atmosfer kompetisi terasa kuat. Setiap pasangan tampil dengan strategi matang dan fokus penuh di setiap pukulan. Namun lebih dari sekadar persaingan, yang terasa adalah semangat kebersamaan dan saling menghormati antarsesama profesi.
Puncak ketegangan terjadi pada partai final yang mempertemukan pasangan Chandra/Roy dari bacaaja.co melawan Erwin/Eddy Tuhu dari Tribune/Wawasan. Laga berlangsung sengit dan seimbang hingga frame penentuan. Dalam suasana penuh tekanan, Chandra/Roy menunjukkan ketenangan dan presisi, menutup pertandingan dengan kemenangan tipis 4-3 sekaligus memastikan gelar juara Bhara Cup 2026.
Sementara itu, perebutan tempat ketiga tak kalah menarik. Pasangan Wakhid/Alan dari jatengnetwork.net/lingkar.co sukses menundukkan Kristyo (KompasTV)/Bakhtiar (RRI) dengan skor 4-2.
Ketua Panitia Bhara Cup 2026, Rinto Wicaksono, menegaskan bahwa turnamen ini bukan semata soal menang atau kalah. Setelah terakhir digelar pada 2024, ajang ini kembali hadir sebagai ruang silaturahmi lintas media.
“Spirit turnamen ini adalah mempererat hubungan antarawak media sekaligus mengenalkan dan menumbuhkan minat olahraga biliar di kalangan jurnalis,” ujarnya.
Rinto juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor—PT Djarum, Bank Jateng, Forum BPR/BKK Jateng, Nexa, dan Akusara—yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kolaborasi itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan komunitas pers dapat melahirkan kegiatan positif dan membangun.
Semangat pembinaan juga mengemuka. Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Jawa Tengah, Wisnu Setiadji, berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet wartawan yang siap memperkuat kontingen Jateng pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
“Kami mengapresiasi inisiatif JBC Semarang. Semoga cabang olahraga lain yang dipertandingkan di Porwanas juga dapat menggelar kegiatan serupa sebagai bagian dari pembinaan,” katanya.
Dukungan turut datang dari Sekretaris KONI Kota Semarang, Teguh Setiyono, yang menegaskan pentingnya olahraga bagi semua kalangan, termasuk jurnalis. “Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” tuturnya saat membuka turnamen.
Menjelang penutupan, suasana kian semarak dengan kehadiran Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin. Meski tidak membuka acara secara resmi karena agenda lain, ia tetap hadir dan menambah doorprize bagi peserta sebagai bentuk apresiasi kepada insan pers.
“Selamat Hari Pers kepada rekan-rekan jurnalis. Semoga kerja sama antara insan pers dan Pemerintah Kota Semarang semakin erat,” ucapnya.
Lebih dari sekadar adu strategi di meja biliar, Bhara Cup 2026 menjadi simbol bahwa di tengah dinamika dan tantangan profesi, wartawan tetap bisa merawat kebersamaan. Dari meja hijau itu lahir semangat sportivitas, solidaritas, dan harapan—bahwa insan pers Jawa Tengah tak hanya tangguh dalam memberitakan kebenaran, tetapi juga siap berprestasi dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional. (*)





















