SEMARANG, MEDIAINI.COM — Penghujung Januari 2026 menjadi momen bersejarah bagi dunia olahraga renang anak di Kota Semarang. Untuk pertama kalinya, sebuah kompetisi renang khusus pemula bertajuk “Swim, Shine & Fun” sukses digelar dan menghadirkan semangat baru bagi ratusan perenang cilik dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Berbeda dengan kejuaraan renang pada umumnya yang identik dengan standar ketat dan atmosfer kompetitif, kompetisi yang diprakarsai oleh MYCA SWIM ini hadir dengan pendekatan yang lebih ramah anak. Sasaran utamanya adalah anak-anak usia 4 hingga 14 tahun yang masih berada di tingkat pemula, sekaligus membutuhkan ruang aman untuk belajar berani, membangun rasa percaya diri, dan mencintai olahraga renang sejak dini.
Meski mengusung konsep fun swimming, kompetisi yang berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026 ini tetap menerapkan aturan dasar perlombaan sesuai standar minimal kejuaraan renang. Namun, pendekatan yang tidak kaku membuat anak-anak tampil lebih lepas dan menikmati setiap momen di lintasan.
Antusiasme peserta bahkan melampaui ekspektasi panitia. Target awal sebanyak 150 peserta terlampaui jauh, dengan jumlah keikutsertaan mencapai lebih dari 250 anak. Mereka datang tidak hanya dari Semarang, tetapi juga dari berbagai kota lain di Jawa Tengah. Tingginya animo ini menjadi bukti bahwa kebutuhan akan ajang pembinaan renang pemula sangat besar.
Ketua Penyelenggara sekaligus pelatih, Yenny Sarwokusumo, menilai kompetisi ini membuka mata banyak pihak bahwa masih banyak anak-anak yang memiliki potensi besar, namun membutuhkan wadah yang tepat.
“Di luar sana banyak anak usia 4 sampai 14 tahun yang sebenarnya punya keberanian dan semangat luar biasa. Mereka hanya butuh ruang untuk mencoba, belajar, dan merasa aman,” ujarnya.
Dalam kompetisi ini, panitia membuka 9 nomor gaya, yakni gaya dada, gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, papan bebas, papan dada, fin gaya bebas, fin gaya kupu-kupu, dan fin gaya punggung, dengan lintasan sepanjang 17 meter. Setiap nomor dibagi ke dalam lima kategori usia dan dipisahkan antara putra dan putri. Peserta diperbolehkan mengikuti lebih dari satu gaya sesuai kemampuan masing-masing.
Menariknya, sebagian besar peserta memilih mengikuti minimal dua gaya, bahkan ada yang berani turun di tujuh kategori sekaligus. Namun ada pula peserta yang memilih fokus pada satu gaya, seperti Akifa Naila Setyawan, peserta asal Semarang berusia 11 tahun. Meski baru tiga bulan menekuni olahraga renang dan hanya mengikuti nomor gaya dada, Akifa mengaku bahagia bisa ambil bagian.
“Lombanya seru dan bikin berani. Walaupun belum juara, aku senang bisa ikut dan belajar,” ujarnya polos.
Kompetisi yang digelar di Lapangan Metro Sports Centre Semarang ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Enervon Kids, Primaya Hospital, dan Tolak Angin Anak. Seluruh peserta dan pemenang menerima medali serta sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka.
Yenny Sarwokusumo berharap kejuaraan renang pemula seperti ini dapat digelar secara berkelanjutan. Selain menjadi sarana penjaringan bibit atlet masa depan, ajang ini dinilai mampu menanamkan nilai keberanian, sportivitas, dan kecintaan terhadap olahraga sejak usia dini.
“Bagi kami, keberanian anak untuk turun ke kolam dan menyelesaikan lintasan adalah kemenangan yang sesungguhnya,” pungkasnya.






















