SEMARANG, MEDIAINI.COM — Di tengah transformasi industri hospitality yang kian cepat dan kompetitif, sosok profesional muda dengan visi kuat dan karakter matang menjadi kebutuhan utama. Liya Anwar hadir sebagai salah satu representasi generasi baru tersebut. Menggabungkan ketajaman komunikasi bisnis, sensitivitas terhadap branding, serta kedisiplinan dalam kepemimpinan layanan, Liya membuktikan bahwa usia muda bukanlah batas untuk memegang peran strategis di industri perhotelan.
Lahir di Semarang, 28 Januari 1999, Liya Anwar tumbuh dan ditempa di kota yang kini menjadi pusat pengabdiannya. Setelah menamatkan pendidikan di SMA Negeri 1 Semarang, ia melanjutkan studi di Universitas Dian Nuswantoro sejak 2017. Ketertarikannya pada dunia komunikasi, pemasaran, dan relasi publik sudah terlihat sejak masa kuliah, ketika ia dipercaya terlibat langsung dalam publikasi dan grand opening salah satu brand kopi yang menjadi pionir tren kedai kopi di Kota Semarang.
Pengalaman awal tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan profesionalnya. Dari sana, Liya mulai memahami bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan, melainkan membangun narasi, menciptakan kedekatan emosional dengan publik, serta memperkuat identitas sebuah brand. Kemampuan inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya di bidang komunikasi bisnis dan marketing.
Memasuki tahun keenam kiprahnya di dunia profesional, Liya membawa relasi media dan pengalaman branding yang ia bangun sejak bangku kuliah ke level yang lebih matang. Kariernya semakin berkembang saat bergabung sebagai Marketing Communication Coordinator di ARTOTEL Gajahmada Semarang. Di fase ini, ia memperoleh perspektif baru tentang bagaimana seni, kreativitas, dan hospitality experience dapat terintegrasi secara harmonis dalam strategi komunikasi modern.
Perjalanan tersebut mengantarkannya pada posisi strategis saat ini sebagai Executive Secretary & Marketing Communication di Hotel Santika Premiere Semarang. Hotel bintang empat pertama di kawasan Simpang Lima ini telah berdiri selama 36 tahun dan menjadi ikon Kota Semarang. Di tangan Liya, komunikasi dan branding hotel tidak hanya dijaga, tetapi terus diperbarui agar tetap relevan, berkelas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam kesehariannya, Liya dikenal mampu membangun hubungan internal dan eksternal yang solid. Gaya komunikasinya hangat namun terstruktur, berpadu dengan standar profesionalisme dan elegansi yang konsisten. Perannya tidak hanya sebatas operasional komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis menjaga citra dan reputasi hotel di tengah persaingan industri hospitality yang semakin dinamis.
Kepercayaan besar juga diberikan kepadanya sebagai Executive Secretary bagi salah satu jajaran direksi Santika Indonesia Hotels & Resorts, yakni Bapak Nugraha Nataatmadja, General Manager Corporate Amaris Hotels sekaligus General Manager In Charge Hotel Santika Premiere Semarang. Amanah ini menjadi refleksi dari integritas, konsistensi, serta kapabilitas Liya dalam mendukung kepemimpinan strategis di lingkungan korporasi.
Liya Anwar tak menutup mata bahwa pencapaiannya hari ini merupakan hasil dari proses pembelajaran panjang bersama para pemimpin sebelumnya, termasuk Bapak Deni Mulyana. Dari mereka, ia menempa kedewasaan profesional, ketangguhan karakter, serta standar kerja tinggi yang kini menjadi prinsip dalam setiap peran yang dijalani.
Bagi Liya, industri hospitality adalah ruang pembelajaran tanpa henti. Ia meyakini bahwa di era digital, inovasi, kecekatan, dan kepekaan membaca perubahan menjadi kunci utama untuk menjaga relevansi dan performa. Dengan fondasi pengalaman, perspektif modern, serta keanggunan dalam profesionalisme, Liya Anwar terus melangkah sebagai bagian dari generasi baru hospitality—generasi yang tidak hanya bekerja untuk hari ini, tetapi membangun citra, nilai, dan kepercayaan untuk masa depan.




















