SEMARANG, MEDIAINI.COM – Konser tahunan Yudistira Music tahun ini hadir dengan tema Brilliant Beginnings, sebuah pengingat betapa pentingnya langkah awal yang kokoh dalam perjalanan musik anak-anak.
Dari awal yang sederhana, nada demi nada, penonton dapat menyaksikan bagaimana anak-anak berkembang dengan luar biasa. Tidak hanya dalam keterampilan musik, tetapi juga dalam keberanian berekspresi di panggung, kedisiplinan berlatih, dan semangat meraih mimpi.
Founder yudistira music school Midya wirawan LRSM, menjelaskan bahwa mengambil tema Brilliant Beginnings itu memang dengan maksud bahwa kalau kita mau berhasil, maksudnya untuk lebih mendalam permainannya, lebih advance ya kalau di dalam piano, itu harus diberi dasar yang kokoh.
“Makanya pada sesi 4 itu nanti akan ditampilkan pertama anak umur 6 tahun, dia baru memainkan karya sederhana. Kemudian ditampilkan 10 tahun, setelah usianya bertambah begitu, dia mulai bisa memainkan karya siopang yang lebih menarik, yang punya tema romantik,” jelas Midya.
Dan ternyata piano itu nggak harus dimainkan satu orang, lanjutnya tapi bisa dua-dua orang, atau kebetulan pihaknya mempunyai murid yang tiga kakak adik, jadi mereka akan tiga bersaudara ini akan mainkan satu piano.
“Kemudian setelah mereka bekerjasama, satu instrumen, Lalu kami beranjak lagi, tiga orang, tetapi satu piano, satu violin, satu cello,” katanya.
Dan kali ini kami mengajak kerjasama Asep, dari ISI dan mengusung juga pemain-pemain dari ISI. dan ini merupakan penggabungan antara ISI sama Yudhisthira.
“Akan tetapi kemudian mereka yang tampil sudah sering ikut ajang kompetisi internasional. Yang satu akan mainkan Mozart piano concerto, yang kedua Beethoven, dan diakhiri yang tadi risaito itu dengan Chopin concerto,”
Midya berharap, jangan menganggap bahwa musik klasik itu musik barat. Tapi sebetulnya musik klasik itu pada hakikatnya itu adalah musik yang itu suatu musik yang murni, musik yang berbicara dengan jujur.
Sementara itu Lia Mayasari selaku ketua panitia Konser Yudistira 2025 menambahkan salah satu impian terbesar para siswa, yakni tampil membawakan musik di hadapan keluarga dan teman-teman, terwujud melalui konser Brilliant Beginnings ini. Ratusan penonton yang hadir memenuhi ruangan memberikan tepuk tangan meriah atas setiap penampilan.
“Dari nada sederhana yang dipelajari, penonton diajak menyaksikan bagaimana anak-anak berkembang luar biasa,” terang Lia.
Bukan hanya dalam keterampilan musikal, tetapi juga dalam keberanian tampil, kedisiplinan berlatih, hingga semangat mengejar mimpi.
Bagi banyak siswa, impian besar tampil di hadapan keluarga dan teman akhirnya terwujud lewat panggung Brilliant Beginnings.
Ratusan penonton yang memenuhi ruang konser pun memberikan apresiasi meriah untuk setiap penampilan, menciptakan atmosfer penuh kehangatan dan kebanggaan.
Puncak acara menghadirkan kolaborasi istimewa Orpheon Chamber Orchestra bersama tujuh Young Artists dan lima Guest Stars.
Nama-nama muda berbakat seperti Angela Katie Kristianto Dip. ABRSM, Stevania Lillyane Arifanto, Zoe Augusto Pook Dip. ABRSM, hingga Michael Ethan Hoo tampil memukau dengan pembawaan concerto penuh penghayatan.
Salah satunya, Angela Katie, sukses membuat penonton terharu lewat interpretasinya atas karya Beethoven Concerto No. 1 in C Major Op. 15.
Di usianya yang baru 16 tahun, kedewasaan musikal yang ia perlihatkan menjadi bukti bahwa bakat dan kerja keras mampu melahirkan sesuatu yang membanggakan, terlebih datang dari pianist muda asal Semarang.
Tak hanya menjadi panggung prestasi, konser tahun ini juga menghadirkan nilai kemanusiaan.
Sebagian hasil penjualan tiket disalurkan untuk Panti Asuhan Wikrama Putra, sebuah langkah kecil yang mencerminkan semangat Brilliant Beginnings—bahwa awal yang cemerlang dapat menumbuhkan masa depan yang gemilang.
Lia berharap konser ini menjadi awal yang brilliant. “Bukan hanya bagi anak-anak di atas panggung, tetapi juga bagi kita semua yang percaya bahwa setiap langkah kecil yang brilliant dapat menumbuhkan mimpi besar,” jelasnya.























