BLORA, MEDIAINI.COM – Program Pengabdian kepada Masyarakat pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025 hadir di Kabupaten Blora dengan tajuk “Pemberdayaan Kelompok Usaha Pembatik Difabel melalui Capacity Building Berbasis Ecopreneurship.”
Program ini digagas oleh tim pengabdian dari Universitas Semarang (USM) yang terdiri atas Citra Andriani K, S.E., M.M., Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., dan Dr. Eviatiwi Kusumaningtyas Sugiyanto, S.E., M.M.. Mitra utama kegiatan adalah Kelompok Pembatik Difabel Blora Mustika (DBM), sebuah komunitas pelaku usaha kreatif yang beranggotakan penyandang disabilitas dengan fokus pada produksi batik ramah lingkungan.
Fokus Pemberdayaan: Produksi dan Pemasaran
Kegiatan ini berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi sekaligus memperkuat aspek pemasaran. Sejumlah agenda strategis telah dijalankan, antara lain:
- Pelatihan teknik membatik ergonomis dan ramah disabilitas untuk meningkatkan keterampilan dasar serta produktivitas.
- Workshop inovasi desain motif dan pewarnaan alami yang ramah lingkungan, menghasilkan minimal empat motif baru batik berbasis pewarna alam.
- Pelatihan digital marketing, e-commerce, dan fotografi produk yang mendukung penetrasi pasar daring. Produk batik DBM kini dipasarkan melalui berbagai platform seperti Shopee, Tokopedia, hingga media sosial.
- Branding dan kemasan produk agar lebih kompetitif di pasar modern.
- Sistem pemasaran terpadu yang memadukan jalur online dan offline, termasuk partisipasi aktif dalam pameran UMKM.
Capaian Nyata
Hasil dari program ini menunjukkan capaian signifikan. Lebih dari 80% anggota DBM menguasai teknik membatik ergonomis, produktivitas meningkat hingga 40%, dan terdapat inovasi empat motif batik baru dengan pewarna alami. Dari sisi pemasaran, produk DBM kini tersedia di lebih dari dua platform digital dengan kenaikan penjualan hingga 200%, didukung konten promosi berupa video pendek dan katalog digital.
Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan
Program ini tidak hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga menanamkan nilai ecopreneurship: sebuah pendekatan kewirausahaan ramah lingkungan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis. Harapannya, keberhasilan ini mampu memperkuat posisi Kelompok Pembatik Difabel Blora Mustika sebagai ikon pemberdayaan UMKM difabel berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.





















