JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Garudaku Akademi, bersama dengan UniPin Community, menggelar bakti sosial (baksos) sekaligus sosialisasi untuk mengenalkan dampak positif esports bagi anak-anak di Sekolah Kami yang bertempat di Bintara Jaya IV Dalam, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (26/04). Agenda baksos ini merupakan wujud kepedulian insan esports terhadap masyarakat yang kurang mampu di Indonesia.
Kepala Program Akademi Esports Garudaku, Robertus Aditya Pratomo Putro, berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat. Selain itu, Robert juga mengaku akan ada program lanjutan untuk para peserta didik pada bidang esports. “Semoga kegiatan berbagai dengan para orang tua murid menjadi berkat dan barokah bagi ibu-ibu sekalian. Diharapkan juga kami dapat memberikan lebih, tidak hanya bahan pokok saja, tetapi program yang bisa menjadi kelanjutan untuk adik-adik, seperti program beasiswa.” Ujarnya.
Robert menjelaskan bahwa bermain game pada saat ini juga bisa menjadi seorang atlet ataupun menjadi mata pencaharian. Hal ini dapat terwujud apabila anak-anak diberikan arahan untuk menjadi seorang atlet esports. Tak hanya itu, pihaknya juga mengatakan akan memberikan beasiswa gratis bagi para murid yang berprestasi di Sekolah Kita.
Meski esports tampah hanya seperti main game, tetapi bisa menghasilkan serta diakui oleh pemerintah. Oleh karena itu, Garudaku beserta pemangku kepentingan lainnya di industri esports ingin melakukan pembinaan sejak dini, mengarahkan anak-anak muda untuk bisa berprestasi dan mendapatkan beasiswa melalui jalur esports. Robert menambahkan, bahwa dalam waktu dekat ini, Sekolah Kami akan segera diberikan program ekstrakulikuler esports.
Pada kesempatan yang sama, SVP UniPin Community, Debora Imanuella, mengatakan bahwa bermain game bisa menjadi positif apabila anak-anak dapat diarahkan. Saat ini perkembangan esports cukup baik, salah satunya dengan masuk menjadi bagian Eksibisi Esports pada PON Papua beberapa waktu lalu.
“Jadi tadi seperti yang dibicarakan sebelumnya, lewat jalur esports atau game mampu meyakinkan bahwa ternyata lewat main game anak-anak bisa berkarir. Jadi pada tahun lalu esports sudah menjadi cabor diberbagai event, seperti PON. Untuk itu, kita akan buat ekstrakulikuler agar main game tidak hanya main game, tapi juga bermanfaat. Sehingga bermain game tidak sia-sia,” papar Debora Imanuella.
Debora berharap bahwa kesempatan berkarir di bidang esports dapat dinikmati oleh masyarakat luas, “Kami dari UniPin Community bersama dengan PBESI sangat berharap lewat esports, kami dapat membantu masyarakat luas dan memberikan peluang sebesar-besarnya untuk masyarakat kita baik di tingkat nasional dan internasional.” Pungkasnya.
Pembina Sekolah Kami, Irina Among Praja, mengatakan bahwa pemberian bansos ini dinilai cukup baik, hanya saja pihaknya berharap agar terus berkelanjutan dan tak hanya sekedar berupa pembagian bantuan saja. Menurutnya, pokok permasalahannya adalah bagaimana cara mengubah anak-anak penerima bantuan agar tidak selalu bergantung pada pemberian dan hidup dari kemiskinan.
“Senang dapat bansos, bisa bantu meringankan untuk masak di rumah. Anak saaya usia 14 tahun cewek, Fitri namanya, masih kelas empat SD sekolahnya telat. Saya mau biar anak saya bisa berprestasi di bidang esports, tapi kalau game yang bukan positif, ngerusak mata, dan bikin malas belajar saya tidak mengizinkan.” Ucap Indriani, salah satu orang tua murid.
Acara bakti sosial ini juga diselenggarakan pemberian materi terkait pengenalan esports kepada para orang tua murid. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui akun instagram @unipincommunity.






















