JAKARTA, MEDIAINI.COM – Meski bukan bahan asli Indonesia, keju cukup digemari di Indonesia. Sayangnya, kesan ‘mahal’ kerap melekat pada kudapan hasil olahan susu tersebut.
Untuk mengubah asumsi tersebut, PT Bangun Rasaguna Lestari sejak tahun 2014 lalu telah merilis produk keju WinCheez, yang kini memperluas jangkauan pasarnya dengan menghadirkan WinCheez Gold 170 gram.
Nakim Hardja, Board of Director PT Bangun Rasaguna Lestari, mengatakan bahwa inovasi ini tidak terlahir dengan sendirinya. Tahun 2021, keyword yang ramai dicari di internet adalah bagaimana cara jualan online. Ini menjadi tren pencarian nomor satu di Indonesia.
“Kondisi inilah yang memotivasi kami untuk menciptakan inovasi produk yang ideal untuk masyarakat Indonesia, baik untuk konsumsi rumahan atau bagi pebisnis UMKM,” papar Nakim.
“Berangkat dari pengalaman dan memahami tren di kalangan rumah tangga saat ini, berdasarkan tren google, memasuki masa pandemi tahun 2020, pencarian resep makanan mendapatkan peningkatan sebesar 30 persen,” papar Nakim di kawasan Senayan, Jakarta, pada Selasa (23/3/2022).
Itu berarti, lanjut Nakim, keju sudah menjadi produk yang lumrah ada di rumah tangga. Di sisi lain, kondisi pandemi mendorong masyarakat untuk berbisnis dari rumah, termasuk membuka usaha kuliner.
“Kami mendorong dan menginspirasi ibu-ibu, serta masyarakat untuk berusaha kuliner. Sehingga secara tidak langsung akan membuka peluang bisnis yang baru di tengah pandemi,” ujarnya.
Strategi Bisnis
Sementara itu, Nakim juga menyadari bahwa saat ini, pihaknya belum bisa mematahkan dominasi merek keju asing yang selama ini menguasai pasar Indonesia. Meski begitu, setidaknya ia bisa mengimbangi para kompetitornya.
“80 persen target kita adalah kalangan ibu ibu. Untuk mengimbangi kompetitor, strategi yang kami lakukan dimulai dari distribusi. Kami menjangkau masyarakat lebih luas, apalagi kita kan negara kepulauan,” sambung Nakim di hadapan awak media.
Soal distribusi, ia mengatakan bahwa perusahaan yang ia kelola telah memiliki lebih dari 75 distributor di Indonesia, baik kota kecil maupun besar. Untuk kemasan 170 gram sendiri, kini sudah mulai dipasarkan di seluruh supermarket yang ada di Indonesia. Selain itu, WinCheez juga memiliki toko resminya di Tokopedia dan Shopee.
Agar kompetitif, kata Nakim, WinCheez tidak mengambil margin keuntungan yang besar, agar produk yang dijual bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
“Di WinCheeze, kita menerapkan strategi pricing yang tidak terlalu mengambil keuntungan terlalu besar, tapi cukup. Oleh karena itu, kita bisa menekan harga jualnya di pasaran. Intinya, based pricing kita di bawah kompetitor,” jelasnya.
Kelebihan WinCheez
View this post on Instagram
Pada kesempatan yang sama, Chef Juna selaku Brand Ambassador WinCheez mengatakan bahwa keju produksi Bandung itu memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor.
“Ini (keju WinCheez) lebih gurih, dan tidak mudah gosong kalau dibakar. Tentunya, tidak mudah putus saat diparut. Hasil parutannya mengembang dan tidak mudah kering,” papar juru masak bertato itu.
Sebagai orang yang selektif, Chef Juna memaparkan bahwa salah satu alasan dirinya mau mengambil peran sebagai duta WinCheez adalah karena kelebihan tersebut.
“Sebelum mengiyakan, saya minta dikirim sampel dulu. Kalau tidak sesuai dengan ekspektasi saya, tentu tidak akan saya ambil. Tapi, ini saya suka. Jadi sisanya tinggal meeting, deal, selesai,” aku juri Masterchef Season 9 tersebut.
Ia pun menjelaskan bahwa penggunaan keju mulai menjadi bagian dari menu makanan yang banyak dijumpai di Indonesia, baik di kota besar atau kecil.
“Keju bisa diolah untuk makanan kering dan basah. Jadi buat savory bisa banget (digunakan),” pungkas pemilik nama lengkap Junior John Rorimpandey tersebut. (Tivan)





















