JAKARTA, MEDIAINI.COM – Manajemen JKT48 kembali melakukan pemangkasan member pada Jumat, 27 Agustus 2021 lalu. Dasar pemecatan ini, karena member diduga telah melanggar golden rules atau peraturan yang mengikat seluruh anggota grup JKT48.
Dimana, dalam aturan itu member dilarang merokok, berinteraksi dengan fans di sosial media, berpergian harus didampingi wali, juga dilarang memiliki seorang kekasih selama masih menjalin kerja sama atau kontrak sebagai anggota resmi JKT48.
Dengan adanya insiden tersebut, tidak hanya membuat jumlah member makin berkurang, namun juga penggemar merasa terganggu serta kecewa. Bahkan ada yang bilang hal yang dilakukan member sangatlah tak pantas, mengingat manajemen sedang mengalami kerugian besar-besaran akibat pandemi Covid-19 dan harus membatasi agenda inti, mulai dari berhentinya operasional teater JKT48 hingga batalnya handshake event.
Menghadapi kenyataan bahwa JKT48 banyak kehilangan member, ditambah adanya pandemi yang memberi tekanan luar biasa. Lalu, bagaimana eksistensi JKT48? Apakah JKT48 masih dapat loyalitas dari penggemarnya?Berikut ulasan Mediaini mengintip strategi manajemen JKT48 yang tetap bisa eksis berkarya.
Abai Golden Rules, Bikin Fans Kabur
Adanya beberapa kasus dari member yang melanggar golden rules, dianggap menjadi salah satu alasan kemerosotan JKT48. Hal ini disampaikan oleh Sayid Randika (23) yang sudah jadi fans dari generasi 1 Adanya pelanggaran golden rules, seperti memiliki hubungan spesial dengan lawan jenis, juga berpengaruh terhadap rasa suka fans pada JKT48.
“Saya rasa banyak member-member yang kurang memerhatikan apa itu golden rules-nya JKT48. Walaupun iya itu hak mereka, tapi JKT48 punya aturan sendiri, kadang karena itu fans ada yang kecewa. Jadi ya attitude member bisa berimbas ke eksistensi JKT48, bisa berkurangnya fans,” tuturnya.
Berbeda dengan Sayid, salah satu fans JKT48 asal Cirebon, yakni Natasha (20) menganggap pamor JKT48 memang sempat turun dan membuat fans JKT48 berkurang. Menurutnya, ini dikarenakan JKT48 terlena dengan banyaknya fans dan kurang inovasi dalam aktivitasnya.
“Mungkin saat itu, JKT48 kurang berinovasi dan merasa posisinya aman, soalnya merasa banyak fans yang mendukung. Untungnya, JKT48 sadar itu di tahun 2019, dan setelah aku ikutin, mereka ternyata menghadirkan program inovatif yaitu RE:BOOST. Akhirnya muncul deh banyak fans baru di tahun 2019,” ungkap Natasha.
Manajemen JKT48 Bikin Strategi untuk Member Tetap Dilirik
View this post on Instagram
Berdasarkan penelusuran Mediaini dari sumber internet hampir 50 persen penggemar beralasan menyukai JKT48 karena karyanya. Disusul, 25 persen responden menyukai JKT48 karena alasan kedekatan para member JKT48 dengan penggemar, serta 3 persen menyukai karena koreografi JKT48
Selain itu, menyoal respon yang dilakukan para fans dengan adanya pandemi yang tidak memungkinkan datang ke teater, tercatat sebanyak 66,7 persen responden mengaku tetap ngikutin para member lewat media sosial seperti Instagram dan Twitter official mereka. Ada pula dengan cara nonton streaming di RCTI+ 12,2 persen, dari media online 9,2 persen, melalui media sosial official JKT48, 6,7 persen, lewat YouTube JKT48 3,8 persen, dan terakhir yang memilih website official JKT48 sebanyak 1,4 persen.
Melihat dari survei tersebut, bisa dibilang, antusias mereka sangat tinggi dalam mengikuti perkembangan sang idola.
Manajemen JKT48 Beri Inovasi untuk Obati Rindu Fans
View this post on Instagram
Terhentinya pertunjukan teater seakan membuat ‘nyawa’ grup ini hilang. Selain karena sulit mempertahankan konsep grup idola yang ditemui setiap saat, hilangnya pemasukan rutin dari pertunjukan memberikan dampak negatif terhadap cashflow grup. Karenanya, demi bisa bertahan, salah satu inovasi yang dilakukan JKT48 adalah melakukan video call yang diharapkan bisa memfasilitasi kekangenan fans berkomunikasi dengan member.
“Walaupun memang belum bisa menggantikan benefit seperti theater dan handshake event, kami sangat bersyukur banyak fans yang berkontribusi membantu kami berjuang untuk bisa bertahan melalui masa sulit ini dengan cara ikut serta video call atau membeli produk-produk merchandise kami,” tutur Nurramdhani Laksani sebagai General Manager Theater JKT48
Aktivitas lain yang digenjot JKT48 untuk bisa bertahan dari pandemik dan menunjukkan eksistensinya adalah memperbanyak konten di YouTube, media sosial.
Tak berhenti sampai situ, idol group yang memiliki konsep unik saat berinteraksi dengan penggemarnya ini, diketahui membuat tiga program live yang dipandu member JKT48 ini dengan tema yang berbeda-beda. Mulai dari kompetisi, game online hingga curhat soal percintaan dan zodiak.
Aturan Manajemen JKT48, Syarat Bergabung
Walau pandemic sedang memberikan tekanan yang luar biasa kepada dunia hiburan, salah satunya JKT48. Namun, perempuan berusia 29 tahun ini mengatakan, bahwa posisi JKT48 tidak akan tergeser dipasaran, sebab keunikan dan banyaknya penggemar yang loyal, dengan begitu sangat mampu untuk membawa idol grup ini menjadi grup yang eksis dan bertahan lama
Apakah Anda ingin mencoba mengikuti audisinya? Berikut adalah syarat dan ketentuannya:
- Wanita berusia 13 – 18 tahun, dan tidak sedang terikat kontrak dengan rumah produksi, agency model, brand ambassador, iklan, maupun televise manapun.
- Peserta yang berusia di bawah 17 tahun harus mengirimkan surat izin yang di tanda tangani orangtua dan fotokopi akta kelahiran.
- Peserta yang berusia 17 tahun ke atas wajib mengirimkan fotokopi KTP/paspor (untuk WNA).
- Jika terpilih, bersedia mengikuti seluruh kegiatan Trainee (kegiatan pelatihan sebelum dipromosikan sebagai member tetap) dan bersedia berdomisili di Jakarta.
- Pengalaman tidak diutamakan. (Arlin Laras)
Sumber Gambar : Akun Instagram JKT48






















