JAKARTA, MEDIAINI.COM – Salah satu brand lokal Erigo, viral karena pasang iklan billboard di Time Square New York. Hebatnya tak hanya sekali tapi melakukannya berulang. Seperti yang dilakukan beberapa hari lalu untuk menyambut 10 tahun berkarya di industri fashion Tanah Air.
Mewakili Indonesia sebagai brand lokal untuk melakukan pergelaran busana terbesar, New York Fashion Week maka Erigo menggandeng sejumlah selebriti dan influencer pada September 2022 mendatang.
Lalu, brand lokal apa saja yang melakukan promosi hingga New York, Amerika Serikat ? Berapa biaya pasang iklan hingga terpampang di billboard dan videtron di Time Square New York? Mengapa lebih memilih beriklan dengan out of home (OOH)? Nah, berbagai pertanyaan tersebut akan diulas lengkap dari Mediaini untuk mengetahui strategi Erigo menaikkan brand hingga jangkauan dunia.
Brand Lokal Pasang Iklan Billboard Time Square, New York
View this post on Instagram
Brand yang berawal dari sebuah apartemen di Depok pada tahun 2011 ini, berhasil menjadi lokal brand yang telah meraih omset sangat besar dan menjadi salah satu kiblat dari clothing trend yang ada di tanah air dan kini akan bersaing di pasar global. Pada bulan Maret 2021 lalu, Erigo sempat menjadi pembicaraan banyak orang di media sosial, karena brand tersebut memasang iklan di billboard Time Square, New York.
Times Square sendiri adalah persimpangan jalan yang ada di Kota New York yang mempertemukan jalan Broadway dan Seventh Avenue. Kawasan ini merupakan jantung Kota New York karena selalu padat akan aktivitas masyarakat selama 24 jam.
Iklan pada billboard tersebut menampilkan kampanye Erigo bersama perusahaan e-commerce, Tokopedia dan Shopee. Tampak dalam video jika model berpose mengenakan koleksi pakaian Erigo, di samping itu, Erigo juga menyelipkan pesan #StopAsianHate pada iklan mereka. Erigo sendiri merupakan clothing line yang menyediakan berbagai item yang cocok untuk aktivitas sehari-hari ataupun traveling.
Selain Erigo, tepat pada 17 Agustus 2021, 16 brand Indonesia terpilih juga muncul di videotron Time Square New York. Yaitu, Soleram, BohoPanna, Sabine and Heem, Letter In Pine, Wearstatuquo, Nona, Sideline, Nona Rara, Koze, Bonnels, Owners Worldwide, Reclays, Noore, T.V.F, dan Nyonya Nursing Wear.
Biaya Pasang Iklan Billboard di New York
Dilansir dari investopedia.com biayanya yang perlu dikeluarkan untuk membeli ruang iklan di Times Square adalah sekitar US$ 1,1 dan US$ 4 juta per tahun atau sekitar Rp 15 dan Rp 57 miliar. Sedangkan biaya billboard Times Square untuk sehari bisa mulai dari $5000 dan naik hingga lebih dari $50.000 atau sekitar Rp 72 juta hingga Rp 724 juta.
Selain itu, perkiraan biaya yang akan dikeluarkan berkisar US$3 juta atau Rp 43 miliar per bulan untuk beriklan di papan reklame terbesar Time Square. Biaya rata-rata per tayangan untuk iklan papan reklame untuk seluruh Amerika jauh lebih rendah, mulai dari 0,2 hingga 0,5 sen.
Dengan hal itu, Erigo sudah menghabiskan dana kurang lebih miliaran untuk promosi. Tentu, ada beberapa alasan yang membuat berbagai brand lokal ingin mejeng di tempat paling ramai di New York. Maka, biaya promosi yang mahal bukan jadi persoalan bagi para brand yang siap mengembangkan sayap bisnis dan produksi secara internasional.
Menggunakan Strategi Out of Home
Pasang iklan billboard yang dilakukan oleh Erigo dengan menggunakan billboard dan videotron termasuk ke dalam strategi OOH (Out Of Home). Sesuai dengan namanya, strategi tersebut dilakukan di luar ruangan seperti di pinggir jalan, pusat kota dan lain sebagainya.
Ayu Putranti Laksitareni selaku pemilik advertising Sindo Sinar Gemilang menjelaskan dengan memasang iklan menggunakan strategi ini, akan meningkatkan value dari brand tersebut, menjadi dipercaya orang, dan akan mudah diingat oleh orang yang melihat iklan tersebut.
“Alasan memasang OOH, bisa meningkatkan value dari brand, meningkatnya value juga akan meningkatnya top of mind, dengan adanya top of mind sebuah brand akan menjadi mudah dipercaya, lebih diyakinkan, dan menjadi lebih diingat” ujarnya.
Tujuan untuk pasang iklan billboard atau videotron karena pemilik brand ingin menyampaikan informasi pada audiensnya. Apalagi jika lokasi billboard berada di tempat yang strategis sehingga eksposure semakin tinggi dan besar.
Iklan yang dikenalkan juga akan dilihat oleh publik yang lebih besar. Hasilnya, brand akan semakin mudah dikenali dan membuat audiens bisa mencari lebih banyak mengenai produk tersebut.
Selain itu, billboard dan videotron merupakan sarana media iklan yang bisa membuat orang-orang yang melihat tidak merasa bahwa mereka sedang melihat sebuah iklan. “Billboard, videotron, baliho adalah sarana media iklan yang menarik dan punya berbagai kelebihan.
Salah satunya bisa dengan mudah menyita perhatian, masuk ke dalam otak manusia tanpa merasa jika tengah melihat iklan tersebut.” tutupnya. (Izra Seva)






















